20. Rumor

588 67 17
                                        

" Pindah?" Kepalanya menoleh saat mendengar penjelasan lawan bicaranya. Jeno yang sibuk melemparkan batu ke danau itu mengangguk dan tersenyum manis ke arah Ruka.

" Aku ikut tes beasiswa dua bulan lalu dan ternyata aku lolos. Awalnya banyak banget yang membuat aku berat ambil keputusan dan salah satu alasannya adalah kamu." Lanjutnya kini merubah posisinya menjadi menghadap Ruka. Pria tampan itu sama sekali tak memperlihatkan kebohongan.

Ruka melempar pandangannya ke arah lain. Ia tidak tau tanggapan seperti apa yang harus ia lontarkan. Satu yang menjadi beban untuknya adalah Jeno benar-benar mengharapkan dirinya.

" Tapi...setelah aku tau ternyata kamu udah punya orang lain, aku yakin kalau aku emang harus pergi. Selain untuk menggapai cita-cita, tapi juga buat belajar mengikhlaskan apa yang nggak bisa kumilikin. Mungkin dengan ini aku bisa move on." Ucapnya meraih tangan Ruka untuk diusap dan itu semakin membuat Ruka merasa bersalah.

" Kak sebelumnya gue mau minta maaf kalau selama ini gue seolah ngasih harapan buat lo. Gue bener-bener nggak bermaksud buat mainin perasaan lo. Gue seneng kenal sama lo karena lo baik, ngajarin gue banyak hal dan huhhh." Ruka tak bisa.

" Makasih banyak ya kak buat semuanya dan maaf kalau gue nyakitin perasaan lo. Kejar mimpi lo kak demi diri sendiri dan keluarga lo. Satu fakta yang memang harus lo tau, gue memang udah punya orang lain. Kita sengaja nutupin hubungan kita karena banyak alasan. Jadi gue minta maaf banget atas perasaan lo ke gue." Ucap Ruka membalas usapan tangan Jeno.

" Kejar kebahagiaan lo walaupun bukan sama gue. Percaya, banyak cewek baik diluaran sana. Jadi lanjutin kehidupan lo dan buka lagi ruang di dalam sini untuk orang lain." Ucap Ruka menunjuk dada Jeno.

Pria tampan itu menitihkan air matanya. Ruka terhenyak dan langsung memeluk Jeno meski untuk terakhir kalinya. Air matanya ikut meluruh bersamaan dengan tangis pria yang semakin sesenggukan.

Lima menit berlalu mereka berusaha mengatur emosi masing-masing. Jeno menatap Ruka yang kini sibuk menghapus air matanya.

" Ruka..." Dan yang dipanggilpun menoleh.

" Iya?"

" Terimakasih buat semuanya, aku berangkat malam ini dan untuk yang terakhir~"

Cup

" Aku sayang sama kamu Ruka." Setelah dengan tiba-tiba mencuri kecupan dibibir Ruka, Jeno beranjak dari duduknya.

" Sampai ketemu lagi cantik." Jeno melambaikan tangan lalu pergi menyisakan Ruka yang masih mematung di tempatnya.




























































Adegan  di bawah tidak untuk ditiru dan hanya rekayasa semata🙏🏻



























Keesokan paginya di acara penutupan, Ruka tak banyak mengambil peran, ia sibuk melamun masih dengan pikirannya saat kemarin bersama Jeno. Diluputi oleh rasa bersalah. Bersalah karena melukai perasaan Jeno dengan menolak cintanya dan bersalah karena menyembunyikan aksi kecupan singkat Jeno kepada suaminya.

" Lo kenapasih nglamun terus? Dari acara mulai sampai tuh udah pidato penutupan nglamun mulu." Tanya Beomgyu menyenggol lengan Ruka yang berdiri di sampingnya.

Ruka mengerjap, " Nggakpapa, gue ke toilet dulu ya mau cuci muka, ngantuk banget." Ijinnya lalu pergi.

" Aneh banget tuh anak, kurang makan nasi kali ya makannya lemes begitu." Ucap Beomgyu menggeleng tak habis pikir.

Perfect Husband [Kawaibbin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang