Dari dalam jendela kamar villa Ruka terpaku dengan pemandangan di depannya. Seorang pria bertubuh kekar sibuk berenang tanpa menggunakan atasan dengan pemandangan sunset di belakangnya. Jantung Ruka berhasil dibuat terpacu olehnya. Udaranya sangat dingin namun Ruka benar - benar merasa gerah.
Tidak ada orang yang tau kalau sebenarnya preman kampus yang satu ini menyimpan kekaguman pada ketua BEM yang sangat terkenal cerdas dan tampan ini. Dua tahun mengenal Wonbin lewat jalur pelanggaran Ruka juga memiliki dominasi ke kekaguman pada pria yang kini berstatus menjadi suaminya sekarang.
Kekesalannya pada saat setiap mendapat hukuman pula diimbangi dengan bumbu suka yang terbugkus gengsinya yang tinggi dan keminderan dalam dirinya. Ketegasan dan perhatian Wonbin entah membelikannya minum setelah dihukum, memijat kakinya yang lelah karena memutari lapangan, dan masih banyak lagi. Ruka seperti melihat sosok sang papa dalam diri ketua BEM nya itu.
“ Udah bangun?” Tanya Wonbin yang entah dari kapan sudah berdiri di depan Ruka dengan tubuhnya yang masih basah.
Ruka rekejut seketika membalikkan tubuhnya karena Wonbin masih belum mengenakan bajunya, ‘’ Kok belum dipakek sih bajunya kak?’’ Tanya Ruka dengan nada kesalnya.
Bukannya menjawab Wonbin justru melingkarkan tangannya pada pinggang Ruka, ‘’ Kenapa balik badan, hm? Kan aku udah punya kamu dan kamu berhak lihat aku luar dalem sayang’’ Ucap Wonbin membuat bulu kuduk Ruka berdiri seketik.
‘’ Ihhhh mesum banget sih?!!’’ Serunya menghempas tangan Wonbin tanpa membalikkan tubuhnya. Pipinya memanas, ia yakin jika kini pipinya sudah memerah bak kepiting rebus. Melihat respon Ruka membuat Wonbin terkekeh gemas lalu mengecup pipi istrinya.
Cup
‘’ Mandi gih, aku masakin sarapan ya sayang.’’ Ucap Wonbin yang melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
ANJ*NG DADAGUE CUKK Batik Ruka
Selesai dengan kegiatan sarapan kini Ruka dan Wonbin berada di sebuah pantai pasir putih yang menyajikan pemandangan yang memanjakan mata. Kalau kalian tanya apa yang spesial dari malam pertama mereka di Bali semalam jawabannya adalah tidak ada karena setelah mendarat dan sampai ke villa Ruka tertidur pulas sampai pagi. Wonbin? Dia adalah pria yang sabar, meski ia mngharapkan sesuatu ia tidak ingin memaksa atau sampai membuat istrinya itu tak nyaman.
Wonbin menoleh ke samping lalu meraih tanga Ruka untuk bergandengan tanga sembari berjlana menyusuri indahnya dan tenangnya ombak laut. " Kenapa kamus setuju sama perjodohan orangtua kita padahal kamu sendiri nggak suka sama aku.’’ Tanya Wonbin tiba – tiba saat mereka sudah menfokuskan mata mereka ke hadapan pantai.
Ruka terdiam, entah jawaban seperti apa yang harus ia berikan. Ia sendiri tidak tau apa alasannya untuk menerima perjodohan ini. Meski ia memiliki kekaguman rahasia pada Wonbin, tapi ia tidak pernah berekspetasi untuk sampai berada diikatan seperti ini. ‘’ Takdir mungkin.’’ Jawabnya singkat.
‘’Bisa stop bahas itu dulu nggak kak? Lo tau persis kalau papa gue sama papi lo bersahabat dari kecil dan seperti biasa orang – orang jaman kuno kaya mereka pasti punya pikiran konyol kaya gini supaya mereka bisa pertahanin persahabatan mereka. Gue Cuma pasrah karena selain mungkin ini memang jalan dari Tuhan, gue juga emang sayang banget sama papa gue. Jadi, stop tanya pertanyaan nggak penting kaya gitu.’’ Ucapnya lalu pergi meninggalkan Wonbin yang justru tersenyum menatap punggung Ruka yang mulai menjuah.
‘’ Yeahh she is my tsunder wife.’’ Gumam Wonbin berlari mengejar istrinya.
Puas dengan pantai, keduannya kini berada di sebuah restoran untuk makan siang. Ikan bakar adalah menu yang Ruka inginkan untuk makan siang hari ini. Sembari memisahkan duri dari daging ikannya untuk Ruka, tatapan Wonbin begitu teduh melihat lahapnya sang istri makan saat ini.
‘’ Lo nggak makan kak? Masa Cuma pesen es kelapa doang?’’ Tanya Ruka heran karena Wobin hanya memesan satu porsi ikan bakar hanya untuknya.
‘’ Nggak, aku udah kenyang lihat kamu makannya lahap kaya begini.’’ Ucap Wonbin.
‘’ Dih aneh.’’ Ucap Ruka yang jatungnya sudah berdetak tak karuan.
Wonbin hanya tersenyum. Sejujurnya Wonbin sudah menyimpan perasaan pada adik tingkat sekaligus preman kampus satu ini. Simple, Wonbin jatuh cinta saat Ruka marah – marah padanya. Bukannya kesal dan menambah hukuman, Wonbin justru dibuat jatuh cinta. Kehidupannya yang flat dan tenang kini berubah menjadi berwarna dan kerepotan saat bertemu dengan Ruka. Tapi, Wonbin benar – benar menyukai hal ini. Ruka adalah gadis unik yang memiliki sejuta pesona dalam dirinya.
Ruka melirik hp Wonbin yang sedari tadi bergetar penuh akan notifikasi pesan yang masuk. Sementara sang pemilik sedang berada di toilet untuk mandi.
" Notif dari siapa ya kira - kira? Sampek geter - geter begitu hpnya." Kepo Ruka menatap hp sang suami yang tergeletak di atas meja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mata Ruka membulat sempurna, ia sudah dikejutkan dengan dua notifikasi paling atas dari layar hp suaminya tapi yang dua notifikasi yang berada paling bawah tambah membuat dirinya syok bukan main.
Jangan bilang kak Wonbin lama di kamar mandi karena lagi prepare? - Batin Ruka