1. Rumah tangga

1.2K 99 28
                                        

Wonbin menolehkan kepalanya saat mendengar suara alarm pintu apartementnya terbuka. Senyumnya terulas indah melihat Ruka yang baru saja datang dengan jaket yang sudah terselempang dipundaknya.

" Welcome homeee, mau lunch apa hari ini biar aku yang masak." Tanya Wonbin yang sudah berdiri di hadapan Ruka.

Ruka mendongak menatap yang lebih tinggi, " Kenapa nawarin? Bukannya lo udah lunch ya tadi sama cewek lo?" Tanya Ruka dengan tatapan ejeknya.

Alis Wonbin bertaut, " Maksud kamu?" Tanyanya bingung.

" Gapapa lupain aja. Btw gue bisa masak sendiri kok jadi lo nggak perlu repot - repot." Ucap Ruka melewati Wonbin yang masih terheran dengan istrinya. Iapun bergegas menyusul Ruka.

" Ruka tunggu, kamu kenapa sih?" Tanya Wonbin menahan tangan Ruka yang hendak naik tangga ke lantai atas.

" Gapapa kak, gue capek pingin tidur." Ucap Ruka tampa menatap Wonbin. Bahkan ia tidak membalikkan tubuhnya. Malas jika harus melihat wajah pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.

Wonbin terkekeh, yang katanya preman kampus ternyara selucu ini jika sedang marah. " Kamu cemburu?" Tanya Wonbin terang - terangan. Ia yakin jika Ruka pasti kesal dengannya karena suatu hal. Jika hari ini ia tidak membuat kesalahan secara langsung pasti karena sesuatu hal yang terjadi di kampus tadi.

" Idih cemburu kenapa? Cemburu sama siapa?" Tanya Ruka sinis. Dalam hati ingin sekali ia menonjok wajah pria yang sudah membuat moodnya rusak seharian.

" Tadi kamu pasti lihat aku sama Pharita ke kantin kan?" Tanya Wonbin. Yakinnya pasti Ruka melihat ia dan Pharita saat di depan kelasnya tadi.

Ruka mengepalkan tangannya, " Nggak!! Siapa juga yang peduli. Geer banget jadi orang." Ucapnya kesal menyetak tangan Wonbin dari pergelangan tangannya.

Wonbin menyungging senyumnya, " Huh mahasiswa yang selama ini sering gue tungguin waktu dihukum ternyata lucu juga ya kalau lagi cemburu. Gue kira cuma bisa marah sama mencak - mencak doang." Gumamnya menyusul Ruka ke dalam kamar.




























































































" Mau kemana?" Tanya Ruka melihat Wonbin yang berpakaian rapi itu sedang bercermin menyisir rambutnya.

Wonbin menoleh, " Mau ke rumah Anton buat kerkom. Kamu gapapa kan sendirian di rumah? Atau mau ikut aku?" Tanya Wonbin.

Ruka menggeleng, " Nggak deh, gue di rumah aja. Mau ngapain juga gue ikut lo kerkom." Ucap Ruka mengotak - ngatik remot tv di depannya.

Wonbin tersenyum menganggukkan kepalanya, " Yaudah, tapi kalau kamu butuh apa - apa langsung telfon aku ya. Aku udah pesenin makanan sama roti bakar buat kamu lewat gofood, tinggal ambil aja. Aku nggak sampek malem kok. Kalau bosen itu aku ada gitar sama alat lukis kalo kamu mau. Aku pamit duluan ya." Ucap Wonbin mengusap rambut Ruka lembut.

Cup

" Hati - hati ya di rumah sendirian. I love you..." Ucapnya setelah mengecup kening Ruka.

Begitu Wonbin keluar dan pintu tertutup rapat. Ruka langsung menenggelamkan kepalanya ke dalam bantal.

" ARGHHHH TUH COWOK UDAH GILA!" Teriaknya yang teredam.

" Gak bisa - gak bisa gue harus keluar dari kamar ini cari udara segar. Anjirr ini kenapa pula jantung gue aelah..." Frustasinya yang langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya.





























Perfect Husband [Kawaibbin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang