Anna berlari menghampiri Wonbin lalu memeluknya begitu erat. Si pria hanya mampu terdiam membeku sementara Ruka sudah menyandarkan tubuhnya ke badan mobil. Tangan wanita hamil itu bahkan sudah berposisi menyilang di depan dada.
" Wonbin kamu apa kabar sayang." Ucap Anna menelisik tubuh Wonbin dari atas ke bawah. Wajahnya bahkan memerah melihat suami dari Ruka itu.
Wonbin melirik ke arah Ruka yang terlihat jengah, " A-aku baik Anna." Mendengar jawaban Wonbin membuat Ruka terkekeh.
" Wonbin kamu udah makan siang belum? Masuk yuk kita makan sambil ngobrol. Gila aku kangen banget sama kamu." Ucap Anna memeluk lengan kanan Wonbin.
Pria itu sudah dibuat panas dingin dengam ekspresi Ruka padanya. " Sorry Anna aku nggak bisa. Aku harus pulang sekarang." Jawab Wonbin melepas rengkuhan Anna.
Wanita cantik itu memasang raut sedihnya, " Yahhh kenapa? Ayolah bin pleaseee kita perlu ngobrol panjang lebar atau mau ke tempat lain aja? Aku bookingin ya?" Bujuk Anna.
Wonbin menggeleng, " Nggak bisa Anna ak-"
" Ekhemm kalau nggak mau mah nggak usah dipaksa kali mbak. Kali aja orangnya udah kenyang atau emang nggak mau berurusan sama mbak." Ucap Ruka mengalihkan pandangannya ke langit-langit basemant.
Keduanya menoleh ke arah Ruka, " Sayang, dia siapa kamu? Temen ya?" Tanya Anna pada Wonbin.
Sebelum Wonbin dapat menjawab apa yang dipertanyakan oleh Anna, Ruka lebih dulu menghampiri Anna dan berdiri tepat di depannya. " Seharusnya gue yang tanya, lo siapa hah? Sumpah ya dari tadi lo manggil kak Wonbin sayang-sayang bikin gue enek!" Ucap Ruka menekan setiap katanya.
Wonbin langsung siap siaga memeluk pinggang Ruka dari samping, ia tau Ruka sedang diselimuti emosi sekarang dan itu karena dirinya.
Melihat perlakuan Wonbin kepada Ruka membuat Anna semakin bingung, " Bin, dia?"
" Gue istrinya! Yang lo peluk dan lo panggil sayang itu suami gue!" Tegas Ruka.
Anna mengerjapkan matanya, " Nggak-nggak, ini tipuan kan? Bin? Kamu nggak mungkin berpaling dari aku. Aku tau betul seberapa cintanya kamu sama aku sampe dulu waktu aku pergi kamu rela ngurung diri di kamar dan puasa makan. Bahkan kamu sampe kabur dari rumah karena orang tua kamu nggak ngijinin kamu buat nyusul aku ke Jerman." Ucap anna dengan mata yang berkaca-kaca.
Dan sekarang siapa yang kaget? Jelas Ruka. Ia menoleh tajam ke arah suaminya seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Jadi selama ini Wonbin menutupi masa lalunya? Ruka benar-benar tak habis pikir.
" Ohh masalalu?" Tanya Ruka dengan senyum remehnya. Tangannya masuk ke dalam saku jaket seolah mengintrogasi suaminya.
" Sayang aku bisa jelasin." Wonbin berusaha mendekat pada Ruka yang terus menatapnya tajam.
Wanita cantik itu menarik sudut bibirnya, " Ini aja udah jelas kak dan aku udah bisa nyimpulin kalo kakak emang belum mau terbuka sama aku. Kita udah hampir setahun lo kak bahkan kita sama-sama udah janji buat saling terbuka. Tapi, ini apa?"
" Sayang..."
" Sekarang aku jadi ragu kak, kenapa disaat aku udah yakin dan kasih kepercayaan penuh ke kakak, ini semua harus terjadi? Ohh atau kakak balas dendam karena dulu aku nggak jujur soal Hyunjin?" Tanya Ruka.
Wonbin menggeleng, " Sayang aku sama sekali nggak ada pikiran kaya gitu. Aku cuma-"
" Cuma apa? Udahlah aku lagi nggak mood berdebat sama kakak. Aku mau pulang, siniin kunci mobilnya." Ucap Ruka mengulurkan tangannya.
" Nggak, kamu nggak boleh nyetir sendiri, bahaya. Kita pulang aja sekarang." Ucap Wonbin menggandeng tangan Ruka.
" Anna sorry, tapi aku udah punya Ruka. Kita cuma masalalu yang nggak akan pernah bisa bersatu lagi. Lupain ya dan selamat datang lagi di Indonesia." Ucap Wonbin pada Anna sebelum membukakan pintu untuk Ruka.
Anna menggeleng, " Wonbin, please kasih aku satu kesempatan lagi. Please aku mau memperbaiki hubungan kita." Ucap Anna maraih tangan Wonbin untuk digenggam.
Huhh masih aja
- Batin Ruka lelah
Iapun dengan sekuat tenaga menekan klakson dan menimbulkan suara keras sebagai sinyal untuk kedua manusia di depan sana.
Tin tin
" Maaf Anna." Ucap Wonbin panik langsung berlari masuk ke dalam mobil. Tanpa menunggu lama, ia langsung menancapkan gas dan meninggalkan Anna dengan suasana hati yang tidak baik-baik saja.
" ARGHHH!!" Erang Anna kesal.
" Udah tau nggak bisa digapai kenapa masih lo kejar?" Tanya Hyunjin yang kini berdiri di samping Anna.
" Siapa lo?" Tanya Anna sinis.
Hyunjin menyungging senyumnya,
" Gue adalah pria sejati yang punya tahta cinta tertinggi di dunia." Jawabnya santai.
" Maksudlo?" Bingung Anna.
" Mengikhlaskan. Ruka, cewek cantik yang sekarang jadi istri mantan lo itu, dia mantan gue dan gue masih cinta sama dia." Ucap Hyunjin dengan senyum yang mengembang.
Anna menatap Hyunjin lamat-lamat,
" Jadi lo mantan dari istrinya Wonbin?" Tanyanya diangguki Hyunjin.
" Bagus dong. Gimana kalau kita kerja sama buat pisahin mereka berdua? Lo masih cinta kan sama dia dan gue juga pingin banget Wonbin kembali ke pelukan gue lagi." Tawar Anna.
Hyunjin menoleh ke arah Anna, " Tawaran yang bagus. Tapi sayangnya, saking cintanya gue sama dia, gue pingin dia bahagia sama cowok yang lebih baik daripada gue. Yang bisa bahagiain dia, perhatiin dia, dan selalu ngelindungin dia apapun keadaannya. Dan Kak Wonbin punya semuanya." Ucap Hyunjin.
" Munafik." Ucap Anna emosi.
" Nggak kok, langkah yang gue ambil udah bener. Saran gue lo juga belajar deh. Ruka bahkan udah lengserin banyak cewek yang deketin kak Wonbin. Dan nextnya pasti lo." Ucap Hyunjin menunjuk wajah Anna.
" Nggak mungkin, Wonbin pasti balik ke gue lagi." Ucap Anna.
" Terserah sih, gue cuma kasih tau. Kalau sebelum lo ada dua cewek lain yang gila-gilaan rebutan hatinya kak Wonbin. Bahkan mereka sahabat Ruka sendiri. Mereka berdua punya impact besar di kampus tapi tetep aja kalah sama Ruka. Yang kak Wonbin pilih tetep Ruka, Ruka, dan Ruka." Tegas Hyunjin.
" Aneh ya lo, kalo cinta harusnya lo perjuangin." Ucap Anna tak habis pikir.
Hyunjin terkekeh melangkahkan kakinya mendekati Anna, " Yang lo maksud itu memperjuangkan atau mencuri? Dengan lo rebut kak Wonbin dengan cara apapun dari Ruka sama aja lo jadi pencuri dan pencuri itu adalah penjahat. Masa iya cantik-cantik jadi penjahat." Ucap Hyunjin merapikan anak rambut Anna.
" Dan satu lagi, gue akuin gue emang cowok aneh. Sekarang memang Ruka yang menempati singgah sana tertinggi dihati gue, tapi sinyal kecil dari hati gue lagi berusaha menyatu sama sinyal hati dari sahabat Ruka sendiri. Anehkan? Tapi gue yakin dari keputusan besar baik yang gue ambil, nantinya akan kembali baik juga ke gue sendiri. Catat itu ya cantik." Ucap Hyunjin menepuk kepala Anna lembut lalu pergi.
Anna mengepalkan tangannya kuat-kuat, " Liat aja, gue bisa nyelesaiin ini semua sendiri dan Wonbin akan jadi milik gue lagi." Tekat Anna kuat.
Tbc
Up selanjutnya kalian mau nayanika atau athalla?? Salah satu aja ya🙏🏻😭
See you...❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)