Hal pertama yang Ruka lihat saat membuka pintu kamar rawat Wonbin adalah tubuh sang suami yang terbaring lemah dengan selang infus yang menempel di tangannya. Tak hanya itu, di dahinya juga ada kain kompresan untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya yang tinggi.
Di dalam ruangan hanya ada Lisa yang menemani Wonbin. Ibu mertua Ruka itu sibuk membolak-mbalikkan kompresan untuk putranya." Gimana keadaan kak Wonbin mi?" Tanya Ruka.
Terdengar suara helaan nafas dari yang lebih tua, " Panasnya udah mulai turun sayang. Tadi sempet panas tinggi dan menggingil makannya langsung kita bawa ke rumah sakit." Ucap Lisa melepas kompresan Wonbin dan membereskannya.
Ruka menatap wajah pucat Wonbin yang tertidur lelap. Perasaan rasa bersalah itu kembali datang, dan sudah dipastikan Ruka kini sedang menahan tangisnya.
" Memangnya tadi Wonbin nggak ada keluhan apa-apa waktu di rumah? Katanya tadi sempet ngapus juga kan." Tanya Mingyu pada Ruka.
Rukan menggeleng, " Nggak ada pi, tadi kak Wonbin masih baik-baik aja kok." Balasnya.
" Apa dia salah makan ya? Atau kecapean? Nggak biasanya dia tiba-tiba demam begini." Heran Mingyu mengusap rambut anak semata wayangnya itu dengan lembut.
Yang jelas dia pasti demam karena kepikiran masalah tadi. Astaga kenapa gue ceroboh banget sih.
- Batin Ruka
" Tadi kak Wonbin ke rumah ngapain pi? Soalnya tadi dia nggak ngabarin Ruka." Tanya Ruka penasaran.
" Nggak tau juga, tadi dia sampe rumah langsung ke kamar terus tau-tau demam begini." Balas Mingyu.
Fiks dia niat ngehindarin gue tapi malah gini jadinya. Dosa banget gue udah buat kak Wonbin kaya gini.
- Batin Ruka semakin merasa bersalah
Ruka mengusap wajahnya kasar, merutuki semua kebodohannya hari ini.
" Papi sama mimi kalau mau pulang, pulang aja gapapa biar Ruka aja yang jagain kak Wonbin. Kalian pasti capek banget habis pulang kerja. Maafin Ruka ya belum becus jadi istri sampe nggak tau kalau suami sendiri lagi sakit." Ucap Ruka.
Mingyu dan Lisa tersenyum hangat,
" Gapapa sayang semuanya butuh proses, mimi paham kok. Jangan salahin diri kamu sendiri kaya gini." Ucap Lisa mengusap rambut dengan sayang.
" Wonbin emang gitu sayang anaknya, dia kalau sakit nggak pernah dirasa padahal badannya udah nggak kuat. Tau-tau ya tumbang kaya gini." Tambah Mingyu.
Ruka menghela nafas, masih menunduk bersamaan dengan tangannya yang setia mengusap punggung tangan sang suami.
" Yaudah kalau gitu, papi sama mimi pamit pulang duluan ya. Besok pagi kita langsung ke sini sebelum berangkat kerja, sekalian bawain baju ganti buat kalian. Inget kamu jangan berjaga ya, tidur. Nanti papi mintain selimut tambahan ke susternya." Ucap Mingyu diangguki Ruka.
Keduanyapun pamit, menyisakkan Ruka yang termenung menatap wajah lelap suaminya.
" Maafin gue kak." Gumamnya mengecup punggung tangan Wonbin.
Paginya saat Wonbin terbangun, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah cantik Ruka yang tertidur memeluk tubuhnya dari sisi yang bebas selang infus. Entah sejak kapan Ruka naik ke atas ranjang rawatnya, tapi yang pasti sudah dipastikan tubuh Wonbin penuh dengan keringat karena kegerahan. Ruka sangat erat memeluknya, bahkan tangan gadis itu kini menindih perutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)