" Jadi? Papa nyakitin mami dulu karena belum bisa lepas dari bayang-bayang nyokap lo?" Tanya Ruka memastika setelah mendengar semua penjelasan Yeonjun. Keduanya kini berada di apartement mewah milik Yeonjun dan tentu saja Ruka tidak pamit pada suaminya sekaligus bolos dari tanggung jawab ospek.
Yeonjun mengangguk membenarkan,
" Ya kasarannya papa depresi, dia sempet ngedrop dan dirawat berminggu-minggu karena kondisi mentalnya. Makannya waktu itu almarhum kakek bersikeras buat jodohin papa sama mami kamu supaya papa bisa lupain bunda dan melanjutkan hidupnya." Jelasnya sembari meneguk air dingin di tangannya.
Ruka benar-benar tidak tau jika dulu papanya pernah depresi. Bagaimana bisa rahasia ini tertutup rapat tak sampai ke telinganya.
" Dan sekarang? Di mana bunda lo? Dan apa alasan bunda lo ninggalin papa?" Tanya Ruka penasaran.
Yeonjun tersenyum, " Bunda udah bahagia di samping Tuhan. Dia ninggalin papa karena penyakitnya, kanker paru-paru." Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Ruka terdiam kaku, hatinya mencelos mendengar kalimat yang baru saja Yeonjun ucapkan. " Jadi? Papa depresi karena kepergian bunda lo? Bukan karena bunda lo-aishhh." Ruka menjambak rambutnya frustasi.
Ruka tidak bisa berkata atau bahkan melakukan apapun saat ini. Bibirnya terlalu kelu untuk berbicara. Fakta besar yang ia dapatkan hari ini benar-benar mengaduk-ngaduk perasaannya.
Ia benci dengan perlakuan papanya dahulu tapi ia juga sakit mendengar fakta menyakitkan yang selama ini papanya tutupi darinya.
" Mami kamu tau kok apa alasan dibalik perlakuan papa dulu. Dan bener, mami kamu itu malaikat. Dia tetep mempertahankan papa disaat keluargnya ingin mereka berpisah. Dia malaikat penolong papa, dia yang udah bawa papa keluar dari kegelapan. Aku banyak berutang budi sama mami kamu karena saat ini cuma papa yang aku punya." Ucap Yeonjun tak dapat lagi menahan tangisnya.
Ruka mengahapus buliran air matanya sebelum melangkah menghampiri Yeonjun di sebarang tempat duduknya.
" Kita saudara, lo kakak gue. Jangan pernah lo berpikir kalau lo cuma punya papa, tapi lo juga punya gue, Shinyu, dan mami." Ucap Ruka memeluk Yeonjun.
Sesakitnya Ruka, Yeonjun jauh lebih sakit karena harus menghadapi semuanya sendirian. Ia tidak pernah membayangkan bagaimana kesepiannya Yeonjun selama ini.
Yang dipeluk hanya bisa membalas pelukan itu dengan erat. Hangat, ia bisa merasakan kehangatan yang selama ini inginkan.
" Maafin ak-"
" Nggak ada yang perlu dimaafin. Lo nggak salah, kakak." Ucap Ruka mampu membuat Yeonjun tersenyum haru karena panggilan Ruka padanya.
" Makasih Ruka." Ucapnya yang dibalas pelukan hangat kembali oleh Ruka.
Siapa sangka dibalik gelar buronan kampusnya itu, Ruka memiliki sikap dewasa dan penyanyang. Memang tidak pernah diperlihatkan, tapi faktanya Ruka memang bisa berubah menjadi versi terbaiknya disaat tak terduga seperti ini.
" Gimana? Belum ada respon juga?" Tanya Winter kepada Karina yang berusaha menelfon Ruka.
Baru hari pertama saja, Ruka mampu membuat semua panitia pusing karena dirinya yang kabur dengan tiba-tiba.
Hal itu jelas memicu kekhawatiran Wonbin, mengingat kondisi istrinya yang tidak sepenuhnya sehat. Belum lagi gadisnya yang sedang dalam mode marah padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)