17. Tamu

641 67 24
                                        

Pukul lima pagi Wonbin sudah siap dengan pakaian rapi dan jas almamaternya karena hari ini akan ada kegiatan tahunan dalam rangka penyambutan sekaligus masa orientasi untuk mahasiswa baru di kampusnya. Yap setelah hari-hari yang sibuk dan melelahkan akhirnya tiba juga waktunya mereka bertugas.

Dalam pantulan cermin Wonbin tersenyum sembari menyisir rambutnya. Tak dapat dipungkiri saat ini hidupnya semakin lengkap dan sempurna semenjak adanya Ruka sebagai istri. Pertemuan konyol tapi memberikan goresan cinta mampu membuat dirinya tak bisa kehilangan sosok brandalan yang kerap menjadi buronan kampus itu.

Apalagi sekarang Ruka sudah mulai menunjukkan balasan cintanya dan jelas hal itu membuat Wonbin sangat bahagia. Ngomong-ngomong soal Ruka, mengapa gadis itu lama sekali di kamar mandi?

Wonbin menyrengit saat menyadari sudah lebih dari setengah jam Ruka berada di dalam sana. Rasa khawatir itu menuntunnya untuk mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan kondisi istrinya.

" Sayang...kamu masih lama mandinya? Lagi berendam ya? Keluar yuk kita sarapan terus berangkat, nanti takutnya telat." Ucap Wonbin sembari mengetuk pintu berwarna putih itu.

Tak lama pintu kamar mandipun terbuka memperlihatkan sosok Ruka dengan kimono dan rambut basahnya yang terlihat segar.

Namun, bukannya mengulas senyum dihadapan sang suami, Ruka justru merengut dan memeluk suaminya.

" Nggak enak perutnya...hari pertama." Ucap Ruka menyamankan kepalanya di dada bidang Wonbin.

Wonbin paham sekarang, pantas saja semalam istrinya itu mengeluh sakit pinggang, belum lagi moodnya yang berantakan, dan susah makan.

Dengan lembut Wonbin mengusap punggung Ruka lembut. " Sakit banget ya perutnya? Mau tiduran dulu sayang?" Tanya Wonbin khawatir.

Ruka menggeleng sebagai jawaban. Bagaimana ia bisa tiduran padahal jam dimulai acara kurang satu jam lagi. Itupun belum dihitung perjalanan mereka ke kampus.

" Lama nanti keburu telat." Ucap Ruka mengusap wajahnya ke kemeja yang Wonbin pakai.

" Kamunya lagi sakit begini sayang. Ijin aja ya? Kamu aku anter ke rumah mami-"

" Nggak! Apaansih. Aku nggak mau ketemu papa." Ucap Ruka dengan nada kesalnya. Ia lepas pelukannya lalu berjalan gontai menuju lemari untuk berganti pakaian.

Wonbin menepuk bibirnya, merutuki ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya. Tak ingin membuat Ruka semakin marah, Wonbin menghampiri istrinya yang sedang duduk memakai sepatu. Ia pun berjongkok di depan Ruka dan mengambil alih sepatunya.

" Nanti istirahat aja ya di UKS-"

" Mau ikut titik." Ngeyel Ruka.

Bagaimana Wonbin bisa lupa kalau istrinya itu adalah orang yang keras kepala. Dengan helaan nafas ia berusaha sabar apalagi saat ini Ruka sedang kedatangan tamu bulanan, Wonbin harus lebih berhati-hati.

" Yaudah boleh ikut, tapi nanti kalau nggak kuat bilang loh ya." Ucap Wonbin selesai memakaikan sepatu untuk Ruka.

" Iya ngerti." Balasnya.

" Good girl." Ucapnya mengecup kening Ruka dengan sayang.


















































































Selesai acara pembukaan, seluruh mahasiswa baru diarahkan untuk masuk ke dalam kelas masing-masing sesuai gugusnya.

Di kelas Wonbin, Ruka, dan Karina sedang diadakan pemeriksaan barang bawaan dan atribut. Mereka berkeliling mengecek satu persatu isi tas memastikan tidak ada yang membawa rokok, senjata tajam, dan barang berbahaya lainnya, serta pemeriksaan kelengkapan yang dipakai.

Perfect Husband [Kawaibbin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang