19. Galak

581 61 10
                                        

" Aw awhhh sakitttt..." Ruka meringis kesakitan ketika Karina menarik sebelah telinganya cukup kuat. Di hadapannya juga sudah ada Pharita yang menyilangkan kedua tangannya di depan dada, mata sahabatnya itu menatap tajam.

" Kemarin waktu hari pertama lo kabur dan sekarang lo nyebat disiang bolong begini?!! Woi waktu istirahat tuh dipakek buat santai, makan, bukan buat cari gara-gara begini." Omel Karina sembari merampas benda kecil yang ada di tangan Ruka.

Pharita menggeleng, " Gak habis pikir gue, lo nggak capek apa diomelin terus sama kak Wonbin? Belum lagi dihukum. Please lah Ruka kalau di kampus itu berbuat yang baik-baik aja. Jangan nambah kerjaan calon suami gue." Ucapnya yang langsung membuat tangan sang kakak berpindah haluan untuk menjambak rambut panjangnya.

" Awhhh..."

" Sekata-kata lu main nyebut Wonbin calon suami, dia punya gue." Ucap Karina.

" Dihh mana boleh lo ngeklaim gitu aja? Emangnya kak Wonbin mau sama lo?!!" Tanya Pharita nyolot.

Sementara Ruka menghela nafas sabar sembari menyalakan kembali rokoknya. Pemandangan gratis pikirnya.

" Ya pasti maulah. Nih ya kemarin gue bilang ke maba-maba yang centil itu kalau Wonbin itu pacar gue dan lo tau apa reaksinya? Dia diem doang, itu artinya dia nggak nolak coy." Bangga Karina memamerkan kemajuan usahannya.

" Bisa aja dia tertekan makannya nggak mau jawab. Lagian kak Wonbin bukan tipikal orang yang berisik makannya dia nggak protes. Kalau dia boleh protes pasti mulut lo udah dilakban kak." Balasnya tak mau kalah.

" Dih bocah ya?!!" Dan keduanya pun berjambak-jambakan.

Ruka? Dia masih santai ngudut sembari menyemangati kedua sahabatnya yang sibuk merebutkan suaminya.

" Ehhhh ini ada apa?!" Suara Wonbin panik mendekati mereka. Di bekalangnya juga ada Beomgyu dan Winter yang langsung berlari melerai sepasang kakak beradik itu. Namun, belum sempat dilerai, Pharita dan Karina sudah berlari ke arah Wonbin dan memeluk kedua lengannya.

" Dia duluan bin yang mulai." Adu Karina.

" Dia duluan kak, dia ngaku-ngaku jadi pacarnya kakak." Adu Pharita.

Wonbin menatap keduanya bergantian.
" Ini ada apasih? Kalian kenapa malah berantem di sini? Nanti kalau ada maba atau dosen yang lihat gimana?" Tanya Wonbin tak habis pikir.

" Ya abisnya dia duluan yang mancing. Dia bilang kalau lo calon suaminya, dasar strees." Kesal Karina menunjuk-nunjuk adiknya.

" Kan masih calon! Jodoh nggak ada yang tau ya kak!!" Balas Pharita tak mau kalah.

Sementara Beomgyu, Winter, dan Ruka yang ada di belakang sana cuma menikmati perdebatan kakak-beradik yang tak ada habisnya itu.

Wonbin hanya mampu mendengus sabar, lalu matanya menangkap atensi istrinya yang sibuk merokok dengan kaki yang diangkat satu di atas kursi khas anak tongkrongan.

Ruka yang sadar ketahuan auto merubah posisinya dan membuang rokoknya ke bawah, naas putung rokoknya masuk ke dalam sepatu dan membuat kakinya yang tanpa kaos kaki itu kepanasan.

" Aaa panasssss." Keluhnya membuat mereka panik.

Wonbin langsung sigap menghepas tangan Karina dan Pharita lalu menghampiri Ruka berjongkok untuk melepas sepatu sang istri.

" Astaga makannya hati-hati. Udah tau ada apinya main buang sembarangan. Kalau kakinya sampai melepuh gimana? Aduhh mana merah gini lagi. Ke uks aja yuk aku obatin." Omel Wonbin bersiap menggendong Ruka, namun Ruka dengan cepat melangkah mundur membuat Wonbin melotot heran.

Perfect Husband [Kawaibbin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang