"ihh bau!" Teriak Alia saat menginjakkan kaki nya di sebuah Pasar Tradisional bersama Laras.
Laras menutup mulut Alia gemas, "ngomong nya!"
Alia menatap jijik sekitar nya yang sangat kotor, mengapa pula mama membawanya?! Padahal kan ia ingin berlama-lama tidur di dalam hotel.
"Ih mama, kenapa membawa ku! Aku mau pulang." Teriak Alia membuat orang-orang di sana menatap mereka.
Tersenyum canggung saat di lihat seperti itu, Laras langsung menutup mulut anak iblis ini.
Alia memberontak, "Mau pulang! Tolong ada penculik." Raung nya dramatis.
Laras tak paham lagi cara agar anak ini berhenti mendramatisir keadaan, "Kamu itu seperti saudara monyet, ikut saja sama mama apa susahnya."
Alia menatap kesal mama, menyebalkan!!
Dia tidak suka tempat ini, begitu kotor dan bau.
"Ralia gasuka ma." Rengek nya menghentakkan kaki kesal.
Laras tidak peduli dan terus berjalan untuk membeli daging di salah satu penjual yang ada di sana.
Mau tidak mau Alia mengikuti sang mama dengan perasaan dongkol, takut di tinggal.
"Pak, saya mau daging nya 1 kilo ya." Ujar Laras melihat daging yang terpatri di sana.
"Oh iya bu."
Alia memperhatikan interaksi mama nya dan om penjual daging itu dengan dua lubang hidung yang tersumpal tisyu.
Jujur saja ia baru tahu bahwa mama nya ini bisa berbelanja di tempat seperti ini.
Mama yang selalu perfect, kini berpenampilan seperti mama dari salah satu teman nya yang miskin.
Memajukan bibirnya dan mengangguk, "Jadi gini kehidupan orang miskin."
"Mama, mengapa mereka menggantung mayat sapi?" Tanya nya penasaran.
Laras menoleh. "itu berguna untuk membuat daging sapi jadi lebih lunak sayang."
"kandungan air yang ada dalam daging itu juga akan berkurang, akhirnya rasa daging akan lebih terasa." Jelas Laras mengelus surai hitam Ralia.
Anak itu mengangguk paham, dia jadi dapat ilmu baru. nanti akan dia beritahu pada Alex!
"Terus kenapa daging itu di taruh di luar? Bukankah itu menjijikan." Tanya Alia menunjuk daging yang ada di hadapan nya.
"Itu bertujuan untuk menarik perhatian pembeli, jadi mereka bisa tau mana daging yang lebih baik yang akan di beli." Jawab Laras sembari melakukan pembayaran.
Alia mengangguk sembari matanya aktif melihat seluruh kegiatan di pasar ini.
Ada yang menjual sayur, pakaian, mainan, dan jangan lupakan jajanan itu!
"Alia mau itu." Kata nya saat melihat anak sebayanya yang sedang memakan sesuatu.
Akhirnya...
Mereka mampir sebentar ke satu stand yang menjual aneka ragam jajanan dan membeli beberapa
"Mau?"
Alia mengangguk.
"Ini apa ma?" Tunjuk nya.
Laras mengambil satu, "ini namanya klepon, cobalah satu, ini enak." Saran nya.
Alia ragu, namun anak itu cukup penasaran akan cita rasa makanan itu.
"Coba mama yang makan dulu, siapa tau ada racun di dalamnya." Suruh Ralia.
Anak durhaka ini! memangnya aku power rangers yang bisa menangkal racun!' batin Laras menatap datar Ralia.
Laras mengambil satu, kemudian langsung melahapnya. "Puas?" Kata nya dongkol
"Hehe."
Anak itu mencoba, merasakan sensasi gula merah yang melumer dalam mulut kecilnya saat di kunyah.
Ternyata tidak buruk juga ikut mama ke sini, dia bisa merasakan jajanan se enak ini untuk pertama kali nya dalam hidup.
Alia suka!! Ia tidak mau pulang.
.
.
.
.
Tidak jadi!! Ia ingin pulang saja!!
Siapapun bawa Alia pergi dari sini.
"Mama berat ish, tangan suci aku jadi kotor." Keluh nya dengan kedua tangan penuh menenteng kresek hasil belanja mereka pagi ini.
Bibirnya mendumel kesal, tega sekali ibu kandungnya yang serasa seperti ibu tiri.
Laras menatap Alia.
Tertawa kecil melihat putri nya itu kesusahan, "Itu biar kamu belajar caranya mandiri dan membantu orang tua."
"Beban kecil ini aja kamu ngeluh, gimana nanti mama suruh ngangkat bumi."
Lucu sekali saat melihat Alia mulai terbiasa dengan hal-hal kecil seperti ini.
memang, pendidikan moral terbaik adalah pendidikan yang berasal dari kebiasaan positif yang di tanamkan oleh orang tua pada anak sedari mereka kecil.
Ia akan menerapkan itu di kehidupan keduanya ini kepada Alex, Alan, dan Ralia.
Mulai mendidik karakter seorang anak yang dulunya tidak di pedulikan oleh figur ayah dan ibu memang sedikit sulit, namun ini belum terlambat.
Ia masih bisa merubah karakter anak-anak manis itu agar lebih baik lagi di masa depan.
Itu adalah tujuan Laras.
Anak yang akan membawa masa depan negaranya haruslah punya karakter yang baik dan peduli pada sekitarnya.
Itulah yang Laras pelajari saat ia menjadi seorang polisi.
Banyak anak yang rusak, tidak ada masa depan, dan menjadi kriminal di negaranya sendiri karena banyaknya faktor yang mendukung hal itu.
Sungguh miris, namun itulah fakta yang ia lihat.
.
.
.
.
.
Hayolo gimana gess part ini...
semoga kalian suka yaa...
Jangan lupa pencet vote biar aku lebih semangat lagi gesss..
Komennya juga dong😗
Oh iya btw RALIA dan ALIA itu satu nama yg sama, cuman sengaja aja sih ganti² penyebutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonis Mommy
HumorLaras tak percaya kini ia bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita yang sudah memiliki 3 orang anak kembar tak identik. Syok saat mengetahui Fakta bahwa ke 3 anak itu benar benar sangat nakal di luar batas normal anak lain. Mampukah Laras memb...
