Misi berlibur keluarga kecil ini tersisa satu hari lagi, sebelum itu. Laras berencana untuk mengajak mereka semua ke sebuah pantai untuk menikmati akhir masa liburan.
Sontak saja hal itu langsung membuat anak-anaknya menjadi sangat kegirangan.
Kapan lagi mereka bisa melihat pantai bersama.
Saat ini mereka sudah berada di sebuah pantai yang terkenal indah di dekat hotel tempat mereka menginap.
Zein menatap sosok Laras yang tengah menikmati semilir angin pantai, ia terpesona akan penampilan istrinya yang sangat cantik dengan balutan dress pantai bermotif bunga saat ini.
Tadinya Laras ingin memakai sebuah bikini, namun hal itu langsung ia tolak mentah-mentah.
Punya istri badan bohay gaboleh saya umbar-umbar.
"Jangan jauh-jauh mainnya loh." Peringat Laras pada anak-anak yang sudah berpencar ke seluruh area pantai.
Di sisi kanan dekat para wisatawan lainnya,
Alan bermain istana pasir bersama anak-anak perempuan yang baru ditemuinya dan mereka langsung terasa sangat akrab, bahkan para gadis kecil itu tertawa lepas saat mendengar Alan bercerita.
Sepertinya anak itu akan menjadi pria penuh humor.
Alia menempeli seorang lelaki muda yang habis bermain surfing, sepertinya lelaki idaman Alia ini adalah seseorang yang berwajah oriental khas orang Asia.
Dan Alex..
Eh, kemana anak itu?
Ah biarlah anak itu pergi, ia tahu bahwa Alex bisa menjaga dirinya sendiri.
"Kakak ganteng, boleh tau namanya ga?" Tanya Alia genit.
Pemuda yang diberi pertanyaan itu hanya tersenyum kaku menanggapi pertanyaan random Alia, di tambah lagi dengan ejekan teman-temannya yang lain membuat ia semakin merasa risih dan langsung pergi.
Namun sialnya anak kecil ini terus mengikutinya seperti anak bebek!
"Kaka ganteng kok diam aja sih." Kejar Alia berusaha menyamakan langkah besar lelaki di sampingnya dengan kaki kecil itu.
Alia merasa dicueki, padahal kan ia cuma ingin berkenalan saja dengan pria tampan! Kenapa sih mereka itu sangat sombong.
"Pergi sana bocah." Tekan pemuda itu mantap tajam Alia, sial.. niat hati ingin berlibur malah bertemu bocah aneh.
Alia terdiam sesaat setelah mendengar bentakan lelaki yang ia kira tampan dan baik hati ini.
Bugh..
"Dasar jelek." Teriak Alia menendang burung lelaki itu kemudian melengos begitu saja menuju pria tampan yang lain dengan perasaan dongkol.
Dasar pria tidak tahu terimakasih! Padahal ia yang seperti princess ini sudah berbaik hati ingin berkenalan.
"Sial, burung gue."
"Dasar bocil laknat." Pemuda itu mengerang kesakitan akibat tendangan maut itu.
Alia melihat itu langsung mengacungkan jari tengahnya, "Rasain tuh dasar babi jelek, ikan bau, kadal cepirit." Teriak nya puas, langsung berlari menjauh.
"Lo ga papa bar?" Tanya sang sahabat menghampiri.
"Lo buta! Ga liat gue lagi kesakitan gini." Sentak pemuda itu pada temannya.
Sambil menahan tawa, ia akhirnya meminta maaf pada sahabatnya bara, "sorry."
"Sialan tuh bocah." Geram pemuda yang bernama Bara, pria yang nunut nya telah diberi tanda cinta oleh Alia.
"Awas benci, nanti jadi jodoh sama lo bar." Ejek sahabatnya mengompori api yang masih membara di dalam dada.
Amit-amit dah..
"Gue bukan pedo!" Ketus Bara langsung pergi meninggalkan TKP.
Sedangkan temannya itu hanya tertawa cekikikan melihat penderitaan yang Bara alami, pemuda dingin itu telah dikalahkan oleh seorang bocil perempuan menyebalkan yang tiba-tiba datang, sungguh lawan yang tangguh untuk seorang Barawijaya dan egonya itu.
Laras menggeleng heran dengan tingkah ajaib Alia yang datang dan langsung misuh-misuh tidak jelas saat ini, "Nyebelin banget ikan badut itu Mama." Adu nya cemberut.
Alia memeluk sang ibu erat, masih terasa dongkol dengan kejadian tadi.
Awas saja jika bertemu lagi! Ia akan tendang wajah songong itu sekalian jika diperlukan.
Enak saja membentak dirinya yang maha agung ini! Dasar babi jelek, ikan bau, kadal cepirit!
"Dimana Alex?" Tanya Laras pada Zein yang baru saja kembali.
Zein menunjuk ke satu arah.
dan yap, Alex sedang bermain permainan voli pantai bersama dengan tiga pemuda lainnya.
Terbagi menjadi dua tim beranggotakan 2 orang dalam satu tim, Alex menjadi salah satu yang termuda di antara mereka.
Anak itu terlihat sangat fokus dalam permainannya, dimulai saat ia memulai permainan dengan pukulan service hingga melakukan smash yang membuat poin mereka kini jauh lebih tinggi di bandingkan poin tim lawan.
Banyak orang yang menonton permainan yang dilakukan karena sangat menarik, terlebih lagi bonus saat melihat visual dan body para pemain yang membuat iman para wanita melemah.
Alex terlihat sangat rupawan walaupun keringat sudah membanjiri tubuhnya, kulitnya yang putih bagai bersatu dengan warna pasir pantai.
Rambut hitamnya di terpa angin kala mempersiapkan diri saat bola hendak datang ke arahnya, namun hal itu tidak menghalau rasa menggebu-gebu dalam dadanya.
Ini terasa sangat menyenangkan! Begitulah yang Alex rasakan sekarang.
Adrenalin nya terpacu, lebih dari yang ia perkirakan, permainan ini sangat menarik!
Walaupun lengannya terasa kebas, namun hal itulah yang malah membuatnya bersemangat untuk memenangkan permainan saat ini.
Laras memantau semua gerak gerik yang di lakukan putranya, merasa takjub dengan skill yang dimiliki Alex.
Sepertinya potensi putranya ini menurun dari dirinya, entahlah itu seperti sebuah kebetulan atau mungkin itulah takdir.
Dulu ia merupakan kapten dari tim voli putri saat bersekolah, berapa kali sempat memenangkan pertandingan tingkat nasional dan pernah mewakili negaranya saat itu.
Masa remaja yang sangat menyenangkan.
Ia harap Alex juga dapat menemukan potensi dan mimpinya sendiri, begitupun dengan kedua adiknya.
.
.
.
.
Terimakasih untuk yang sudah mau menunggu kelanjutan cerita ini teman²
Aku lagi banyak tugas akhir-akhir ini huhuhu..
Nanti aku bakal doubel up deh.
Jangan bosen² ya sama si triplet :)
See you😚
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonis Mommy
HumorLaras tak percaya kini ia bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita yang sudah memiliki 3 orang anak kembar tak identik. Syok saat mengetahui Fakta bahwa ke 3 anak itu benar benar sangat nakal di luar batas normal anak lain. Mampukah Laras memb...
