Sudah beberapa lama ia terus tersenyum seperti ini hingga giginya terasa kering.
Alan benar-benar tak menyangka bahwa mama dan papa benar-benar datang!
Perutnya kini seperti sedang diisi oleh banyak kupu-kupu yang terbang di dalamnya.
Alia menatap aneh saudara serahimnya itu, apakah anak ini sudah tidak waras?
Ia kerap kali menatap Alan yang tiba-tiba cekikikan juga tersipu malu.
Sudah gila sepertinya.
Anak itu harus segera dilarikan ke dokter hewan.
.
.
.
Beberapa jam sebelum kedatangan Laras dan Zein.
Aduh Laras sudah tidak sabar untuk menjenguk keadaan para bocil itu.
Ia dengan semangat memilih outfit yang akan ia bawa juga kenakan untuk aktivitas yang akan para orang tua lakukan di sana.
Ia sudah tau jadwal apa yang akan dilakukan oleh orangtua dan anak-anak mereka lewat pihak sekolah.
Para orangtua diwajibkan hadir menggunakan setelan olahraga santai karena akan dilaksanakannya lomba bersama orangtua dan anak-anak mereka.
Membentuk sebuah tim dengan anak-anak kesayangannya? Tidak buruk.
Laras suka tantangan! Ia pastikan mereka akan memborong semua piala yang ada! Tidak akan tersisa sedikitpun.
Lihat saja nanti.
Kata nya bangga.
"Mungkin dengan ini bisa membuat mereka bahagia." Laras dengan semangat memasukan bekal makanan yang akan ia bawa ke dalam tas besar berisi perlengkapan yang dibutuhkan nanti.
Berjaga-jaga agar anak-anak tidak merasa lapar, walau ia yakin bahwa pihak sekolah pastinya akan menyediakan makanan juga.
"Zein cepatlah turun." Teriak Laras dari dapur pada Zein yang dirasa sangat lelet!
Lama sekali sih orang itu.
"Selamat pagi istriku." Sapa Zein datang dengan aura yang lebih fresh pagi ini.
Ahhh ia senang sekali kemarin tidak ada gangguan dari tiga bocil itu dan akhirnya bisa bermanja ria dengan si cantik kesayangan ini.
Zein datang sudah dengan mengenakan pakaian santai, sebuah kaos hitam ketat berwarna hitam yang mencetak otot-otot sexy itu, ditambah dengan celana training abu yang ia pakai semakin menekankan aura ganteng miliknya.
Zein dan Laras memilih memakai pakaian dengan warna senada.
Terlihat sangat... romantis.
"Sudah selesai?" Tanya Zein setelah memberikan morning kiss.
Laras tersipu malu sedikit, hanya mengangguk sebagai jawaban.
Dasar lelaki penggoda! Kalau seperti ini caranya ia tidak bisa menahan diri lebih lama.
Ahh ia rindu dengan roti sobek milik suaminya.
"Ayo kita berangkat." Kata Laras yang ingin menenteng tas berisi makanan untuk mereka nanti.
Zein dengan cepat mengambil alih tas tersebut, "biar aku saja, kamu hanya perlu menunggu di mobil." Balas nya tanpa ekspresi.
Degg... Deg..deg..
Laras, dulunya adalah wanita yang selalu melakukan apapun sendirian tanpa membutuhkan bantuan siapapun. kini dihadapkan oleh Zein yang selalu berinisiatif akan segala hal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonis Mommy
HumorLaras tak percaya kini ia bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita yang sudah memiliki 3 orang anak kembar tak identik. Syok saat mengetahui Fakta bahwa ke 3 anak itu benar benar sangat nakal di luar batas normal anak lain. Mampukah Laras memb...
