15.🦁

13.2K 760 69
                                        

Laras tertawa cekikikan setelah puas melihat tiga anak itu menjerit dan menangis ketakutan setengah mati.

Aku tidak bisa berhenti tertawa..

Mereka sangat lucu..

Sedangkan Zein yang melihat ulah Laras sedari tadi hanya menggelengkan kepalanya takjub akan tingkah ajaib yang wanita itu lakukan.

Alex menangis, begitupun dengan kedua adiknya yang masih memeluk tubuh Alex.

Alex bukan menangis karena ia takut, namun Alex menangis karena ia malu saat terlihat terkejut saat mama muncul dalam kegelapan dan ia berteriak sangat kencang hingga membuat kedua adiknya cengo.

Habis sudah martabat diriku yang dingin ini..

Alex malu, sangat malu.

Awas saja nanti! Ia akan membalas mama.

"Sudahlah, hentikan tertawa mu itu." Tegur Zein pusing melihat Laras yang sudah seperti pasien rumah sakit jiwa.

Sedangkan tersangka utama masih saja tertawa dengan terduduk di pojok ruangan sembari memukul lantai.

"Aku tidak bisa berhenti Zein."

"Mereka sangat menggemaskan." Akunya yang masih terbahak.

Memang humor wanita ini sangatlah receh, hingga hal kecil seperti ini pun bisa membuatnya tertawa.

Ia jadi teringat pada adiknya dulu, dimana ia selalu menjahili dan tertawa bersama dengan anak itu, kira kira bagaimana keadaan anak itu di sana?

Sedikit merindukan dia yang telah ku besarkan tidak masalah bukan..

"Menyebalkan." Teriak Alan memukul lengan ibunya kesal.

Ah tadi ia takut sekali hingga hampir buang air kecil di celananya, untung saja hal memalukan itu tidak terjadi.

Laras berhenti tertawa, melihat ke tiga anak itu sebentar, "Kemarilah." Suruh Laras sembari merentangkan kedua lengannya.

Alex, Alan, dan Alia langsung menghambur ke dalam dekapan hangat ibu mereka.

Meski menyebalkan, tapi kapan lagi mereka mendapatkan sebuah pelukan langka seperti ini?

"Mama menyebalkan, Alia benci mama." Bisik nya lirih.

Laras mendekap ketiga anak itu, merasa agak bersalah sedikit, "Maaf ya, mama janji ga akan melakukan hal itu lagi." Bisik nya penuh penyesalan.

Alex diam sambil menikmati suasana langka yang jarang terjadi, sejak kapan ibunya ini berubah menjadi orang yang hangat dan menyenangkan?

Ia bingung melihat perubahan mama yang sangat drastis belakangan ini.

Namun ia senang, bahwa ternyata mama masih menyayangi mereka, pelukan yang awalnya dulu mustahil mereka dapat kini bisa mereka dapatkan dengan mudah.

Aku.. ga akan ngelepasin mama.. selamanya..

Kata ketiga anak itu bersamaan dalam diam dengan menikmati pelukan hangat sang ibu tercinta.

Beberapa menit berlalu, "Sudah malam, sekarang waktunya
tidur anak-anak nakal." Putus nya melepas pelukan.

Anak-anak langsung pergi menuju kamar mandi untuk menggosok gigi di temani oleh Zein selaku ayahnya.

Zein mengawasi anak anak itu di belakang mereka, agak menyenangkan rasanya saat melihat mereka antusias di depan cermin dan membicarakan banyak hal sembari menyikat gigi.

"Sikat giginya yang bersih, biar nanti ibu peri tidak marah." Peringat Alia pada kedua saudaranya.

"Aku juga tahu, kamu tuh cerewet sekali." Jawab Alex sinis.

Antagonis Mommy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang