Alia sebisa mungkin mencoba untuk menahan air matanya.
Ia tidak akan menangis! Lelaki jahat ini tidak akan bisa membuatnya menangis!
Lihat saja!
Alia menggembungkan kedua pipinya kesal, menatap wajah lelaki jahat di depannya yang sekarang sudah berubah julukan dari kakak tampan menjadi musuh abadi.
"Kenapa huh." Ejek Bara bersedekap dada, puas melihat anak kecil di hadapannya yang sedang berusaha menahan tangis.
Terlihat lucu dan menggemaskan jika diperhatikan.
Seketika Bara tersadar.
Sial?! Apakah sekarang ia penyuka anak kecil yang sedang menangis?!
Oh tidak!! Ini bukan type dirinya! Tidak sudi.
"Pergi sana, jangan menggangguku lagi." Usir Bara.
"Ini juga mau pergi."
"Dasar ikan badut!" Teriak Alia berlari pergi masih dengan menyeret sendal putusnya, tak peduli lagi dengan image dirinya yang lelaki tahi itu lihat.
Pftt-- lihatlah bocah kecil itu, terus berlari dengan sandal jepitnya yang putus.
Untuk saat ini, Bara masih memberi kelonggaran untuk bocah itu.
Namun tidak untuk lain kali.
Benar-benar gadis kecil yang nakal.
.
.
TUNGGU!!
Bara menggeleng cepat, tidak mungkin kan?!
Dirinya yang perfeksionis ini menyukai bocah ingusan yang.. seperti itu, ohh ayolah.
Jika sang ayah melihat ia yang seperti ini, mau ditaruh dimana harga diri Bara!!
Mustahil kan? Tanya Bara.
Saat masih termenung.
Tiba-tiba ponsel di saku miliknya bergetar, ia mengambil ponsel tersebut dan langsung mengangkatnya.
Ternyata panggilan telpon dari sang ibu yang menyuruhnya kembali.
"Kenapa mom"
"..."
"Iya, Bara pulang malam ini."
Seusai mematikan telpon dari sang ibu, netra Bara kembali menatap ke arah hilangnya punggung kecil Alia.
Terkekeh kecil akan hiburan yang belum lama ini ia dapatkan di sini berkat gadis kecil itu.
Kini.. Bara harus kembali pada keluarganya, waktu berliburnya sudah selesai.
Dan ia harus kembali pulang, ke negara asalnya, untuk menemani sang ibu yang kini sedang merengek memintanya untuk kembali.
Sebagai anak tunggal dari keluarga walker, tentu saja Bara harus berbakti pada ibu dan ayahnya segera.
"Selamat tinggal bocah." Gumam Bara dengan tatapannya yang kembali dingin.
"Semoga kita tidak pernah bertemu kembali."
"Karena Lo, bocah yang benar-benar unik dimata gue." Lanjutnya kemudian pergi dari sana.
Langkahnya terasa berat namun pasti, membawa keheningan abadi dalam setiap jejaknya.
Tanpa tahu akan takdir yang akan membawanya kembali, ke tempat ini lagi.
Dan pada bocah itu kembali.
.
.
"Dari mana saja kau ini." Desak Alan menemukan saudarinya yang habis berlarian dengan--
Sendal yang terputus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonis Mommy
HumorLaras tak percaya kini ia bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita yang sudah memiliki 3 orang anak kembar tak identik. Syok saat mengetahui Fakta bahwa ke 3 anak itu benar benar sangat nakal di luar batas normal anak lain. Mampukah Laras memb...
