21.🦁

3K 253 11
                                        

Kebetulan sekali hari ini adalah waktu dimana para orangtua untuk datang dan menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak mereka.

Sekolah sudah mengadakan acara seperti ini setiap tahunnya, tepat setelah acara kemah dilakukan.

Tahun lalu hanya orangtua dari Alex,Alia, dan Alan yang tidak hadir.

Hingga mereka bertiga hanya bisa duduk dan menatap dengan rasa iri pada teman-temannya yang lain di pinggir lapangan.

Mengapa hanya mereka yang tidak punya orang tua?

Selalu saja Mama dan Papa sibuk bekerja.

Terlalu sibuk hingga tidak bisa meluangkan waktu sedikitpun untuk menemani ketiga buah hati mereka.

Terus berulang hingga sudah beberapa tahun terlewati.

Apakah sebenernya mereka tidak menginginkan kita?

Mereka bahkan sempat memiliki pemikiran seperti itu.

Makanya, si kembar tiga itu tidak mau berharap akan kedatangan mama dan papa mereka yang kadang sering memberikan harapan palsu.

Pada akhirnya mereka Takut akan dikecewakan lagi... dan....  lagi.

"Apakah Mama akan datang untuk kita?" Tanya Alan di samping tempat tidur Alex.

Di sebelah Alan sudah ada dua temannya yang lain tengah tertidur pulas dengan posisi acak.

Mereka adalah Cendy dan Aloy.

Saat ini mereka berada di dalam tenda yang diisi oleh 4 orang lelaki, karena sudah malam, semua aktivitas sudah diberhentikan oleh pihak panitia untuk beristirahat.

Alex menatap keatas, tepat pada langit-langit tenda sembari mendengarkan celotehan Alan malam ini.

Entahlah, apakah Mamanya itu akan datang untuk mereka besok?

Ia... Sungguh tidak tahu.

Ia.. hanya... Bisa sedikit berharap.

Bahwa itu, bukan sekedar harapan semu seperti yang sudah-sudah.

"Tidur sana, suaramu itu mengganggu seperti babi." Jawab Alex ketus.

Alan mendengus sebal, dengan sengaja ia menendang tubuh kakaknya hingga terguling dan akhirnya jatuh.

BRUKKK

Emang enak!! Rasakan itu..

Batin Alan langsung berpura-pura tidur memunggungi Alan.

Anak itu dengan santainya mengambil guling milik Cendy yang tergeletak dan langsung memeluknya erat hingga mulai ikut tertidur.

ANAK SETAN!!

Apa apaan sikapnya itu?! Dasar kurang ajar.

Alex bangkit dengan perasaan dongkol, pinggangnya terasa agak sedikit encok akibat serangan tiba-tiba itu.

Belum lagi luka di tangannya yang masih terasa sakit.

"Untung saja kamu itu saudaraku." desis Alex bangun dan kembali merebahkan diri.

Ia agak sedikit menendang pantat Alan yang dirasa menguasai tempat tidur dan mulai ikut terlelap ke alam mimpi.

.
.
.

Di pagi hari..

Dimulailah kegiatan yang selama ini anak-anak tunggu, mereka terlebih dahulu melakukan olahraga senam yang di pandu oleh seorang wanita yang mengenakan seragam olahraga berwarna pink mentereng.

Antagonis Mommy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang