Setelah kejadian memalukan yang terjadi, kini keluarga kecil itu berkumpul di meja makan.
Alia dan Alan terus berceloteh, menceritakan berbagai kejadian yang masing-masing dari anak itu rasakan.
"Mama hebat bisa melempar semangka besar itu kepenjahat." Kata Alia menggebu-gebu.
Ia melihat sendiri video sang ibu di salah satu internet yang melempar satu buah semangka utuh ke arah pria pencuri.
Sekarang mama menjadi viral seperti artis-artis itu.
"Wah mama seperti monster." Sahut Alex takjub setelah melihat video yang adiknya itu perlihatkan.
Alan menatap ke arah mama dengan perasaan ngeri, kenapa ibunya kini terlihat lima kali lipat lebih menakutkan dari biasanya?
Mental cupunya kini kembali lagi sekarang.
"Kenapa?" Tanya Laras sadar akan tatapan Alan.
Mendengar pertanyaan itu buru-buru ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kenapa lagi anak aneh itu." Gumam Laras
mengunyah mentimun.
Melihat anak-anaknya hanya fokus pada handphone membuat ia kesal sendiri. Harusnya kan mereka menikmati momen berlibur!
"Alia." Panggil Laras.
Entah karena terlalu asyik bermain handphone atau memang anak perempuan ini tidak pernah membersihkan telinganya.
Panggilan sang ibu pun diabaikan begitu saja.
Tiba-tiba Laras mendapatkan sebuah ide jahil, Zein yang melihat tingkah aneh Laras hanya menghela nafas akan perasaan nya yang tiba-tiba menjadi buruk.
"Kamu diem aja, gausah protes." Titah Laras menatap tajam Zein yang ingin protes.
Saat Alex, Alia, dan Alan berfokus pada gadget mereka tiba-tiba saja.
Ctakk..
Lampu yang ada di sana mati, dan langsung membuat ketiga anak itu menjerit ketakutan.
"MAMA"
"AKU BUTA."
"TOLONG-TOLONG KEBAKARAN."
Zein diam tengah kegelapan yang terjadi, sedangkan anak-anak nya ketakutan setengah mati sembari berpelukan seperti teletubbies dengan suara teriakan ketakutan anak-anak itu.
Lalu tiba-tiba..
Ctarr..
Bunyi petir menyambar, membuat anak-anak terkejut dan semakin berteriak panik di tengah kegelapan malam saat ini.
"TOLONG-TOLONG" Ralia menjerit sembari memeluk erat tubuh Alex.
"Aku buta, tolong Alan buta." Jerit nya menengok kanan dan kiri yang gelap gulita sembari memeluk erat tangan kiri Alex.
Sedangkan Alex terdiam mencerna situasi saat ini, ia sebenarnya juga ketakutan. namun kedua bocah ini malah terus menerus membuatnya frustasi seperti monyet di kebun binatang.
Belum usai rasa panik di antara bocah-bocah itu.
Prangg..
Terdengar bunyi panci dapur yang terjatuh keras mengagetkan mereka.
Alex menatap sumber suara, sangat gelap hingga ia tidak bisa melihat apapun.
"A-apakah di sini ada setan?" Tanya Alex mencoba setengah mungkin, kedua saudaranya malah semakin erat dalam memeluknya.
"Maafkan kami setan." Mohon Alia.
"Aku takut kak." Adu Alan takut.
Ketiga nya menatap ke arah kursi yang orangtuanya duduki tadi, namun tidak ada siapapun di sana.
Hal itu membuat ketakutan mereka bertambah dua kali lipat, tidak ada orang dewasa di sini.
"Mama dan papa tidak ada." Adu Alan menaiki tubuh Alex.
"Turun sekarang." Suruh Alex marah, sialan sekali anak ini.
Alan menggeleng cepat, ia tidak mau jauh dari Alex. Titik!
Ralia menatap takut-takut ke arah jendela, bagimana jika nanti ada setan yang muncul dari situ? Seperti adegan-adegan film horor yang diam-diam ia tonton bersama temannya.
"Setan jangan makan aku, makan saja dua saudara ku yang bodoh ini." Ralia memohon dengan sungguh-sungguh entah kepada siapa itu.
Suasana semakin mencekam, mereka tidak tahu bahwa kini Laras, terkikik geli menahan tawa di sudut ruangan ketika melihat anak-anaknya tengah menangis dan menjerit dengan ekspresi yang sangat lucu.
"Perutku sakit." Keluh Laras menahan tawanya agar tidak terlepas.
Zein yang melihat itu menggeleng tidak habis pikir, jahil sekali istrinya ini.
Pantas saja anak-anak mereka nakal, rupanya itu adalah gen keturunan dari wanita yang tengah menahan tawa saat ini.
Melihat yang Laras tertawa seperti itu, membuat jantungnya berdebar, wanita ini terlihat lebih cantik apa adanya jika seperti ini, terlihat sangat cantik di matanya.
Piyama sederhana yang terasa pas berada di tubuh molek istrinya, hampir tidak melunturkan kesan seksi yang ada pada wanita tiga anak ini.
Rambutnya yang di Cepol asal tanpa peduli pandangan orang lain, di tambah wajah manis nya yang kini tidak tampak menua walupun sudah kepala tiga tanpa riasan apapun.
Sial, Zayn bisa gila! Ingin sekali mendekap erat tubuh ringkih wanitanya.
Aku.. tidak tahan..
Mata Zein menatap dalam pantulan bayangan Laras, memuja wanita yang sudah sah menjadi miliknya itu.
Ia ingin memeluk dan menciumi laras, bahkan mengurung wanita ini dalam kegelapan. Namun terhalang oleh rasa gengsi yang nyata pada dirinya.
Tanpa tahu bahwa sang istri merupakan orang yang sangat tidak peka dalam hal percintaan.
Entah sihir apa yang membuatnya menarik lengan Laras dan memeluk wanita itu erat di tengah teriak dan tangisan anak-anaknya.
Masa bodoh dengan mereka!
Laras masih menahan tawa di tengah situasi yang terjadi, menatap Zein sang suami yang tiba-tiba memeluknya.
Salah tingkah, ia membiarkan Zein memeluknya erat. Membiarkan pria itu mengecupi leher jenjangnya yang polos.
Kemudian ide jahilnya yang lain muncul secara tiba-tiba.
Ia melepaskan pelukan Zein hati-hati dan berbisik pada pria itu.
Zein mendengus di buatnya, benar-benar tidak tahu situasi! Padahal ia kan ingin bermanja-manja.
Buru-buru Ia pergi mengambil sebuah kain putih di dalam kamar dan langsung kembali, ia pakaikan kain itu dikepalanya hingga menjuntai dan tertiup oleh angin.
Dengan jahilnya ia mengendap-endap mendekati mereka yang tengah ketakutan itu, dan tepat ia berdiri di sebrang meja makan.
CTAK..
"HUAA SETAN" jerit mereka bersamaan.
.
.
.
.
Kemudian....
.
.
.
.
See you guyss, jangan lupa komen dan vote jika menyukai cerita ini🦁
Alex: Hm? Pencet ⭐ ya kalo suka
Alia: kakak² ayoo dukung kami ⭐
Alan: Kalau kalian gak pencet ⭐ nanti Alan ngambek :(
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonis Mommy
HumorLaras tak percaya kini ia bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita yang sudah memiliki 3 orang anak kembar tak identik. Syok saat mengetahui Fakta bahwa ke 3 anak itu benar benar sangat nakal di luar batas normal anak lain. Mampukah Laras memb...
