19.🦁

6.9K 334 18
                                        

Episode sebelumnya:

Alia si biang kerok masalah berhenti berlari mengejar Alex dengan kodok yang masih berada di genggamannya.

Ia salah fokus, pada sosok yang tengah berdiri samping tepi danau.

Jangan-jangan dia mau mati?!

Netra Alia seketika membola saat Pemuda itu berjalan perlahan menuju danau.

Tidak bisa ia biarkan! Princess ini akan menolong mu wahai lelaki yang ingin mati!

Dengan cepat ia berlari tanpa perduli dengan sendalnya yang putus sebelah.

ia harus segera menyelamatkan lelaki itu segera agar tidak menemui Tuhan lebih dahulu.

Ctakk...

"Arghhh"

.
.
.

Alia tersenyum senang, saat lemparanya kini telah berhasil mengenai target.

Kodok yang tadi ia genggam digunakan olehnya untuk menghentikan aksi bunuh diri yang akan terjadi.

Namun.. beberapa detik kemudian Alia melotot kaget, saat tahu bahwa kodok yang ia lemparkan bukannya mengenai punggunnya, tapi malah mengenai wajah lelaki itu.

Alia perlahan berjalan mundur bersiap untuk lari sembari menyeret sendal putus yang masih ia pakai.

Sedangkan Lelaki itu masih meringis dengan kepala yang terasa cenat cenut.

Sialan, Siapa yang telah berani memperlakukannya seperti ini?!

Dasar kurang ajar!

Padahal niatnya baik, ia hanya ingin melepaskan penat sembari menghirup udara segar di sini, sembari menikmati suasana danau yang indah.

Siapa sangka bahwa musibah akan datang padanya sekarang.

Saat ia menatap kedepan, matanya melebar mendapati sosok bocah yang dulu pernah ditemuinya di pantai kala itu!

"Bocah itu kan.." gumamnya memastikan.

..
..

AHHH

Bara ingat wajah menyebalkan itu, wajah yang telah mengejeknya sehabis menendang aset berharga miliknya!

Sialan, bocah ini lagi.

Batin Bara mengumpat, berbeda dengan wajahnya kian menjadi datar.

Alia meneguk ludahnya kasar, mengapa ia harus bertemu dengan kakak tampan ini lagi.

D-dan tadi ia telah melemparkan kodok tepat di wajahnya..

Tepat.. di.. wajah..

"Mama." Lirih Alia merasakan suasana semakin mencekam.

"Jika putrimu ini tidak selamat, tolong jangan hapus aku dari ahli waris." Lanjut Alia kian memucat.

Tuhan, apa yang harus ia lakukan sekarang? Sepertinya kakak tampan ini ingin membunuhnya saat ini.

Alia terdiam, bahkan ketika lelaki itu berjalan mendekatinya penuh dengan intimidasi nyata.

Tatapan lelaki itu dingin, gelap, dan menilai keseluruhan pada diri Alia dalam diamnya.

Barawijaya, seorang yang penuh dengan ego dan kesempurnaan yang selalu ia agungkan pada dirinya sendiri kini berhadapan langsung dengan Ralia.

Antagonis Mommy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang