Vote dulu sebelum bacaa🫵🏻
n
enjoy, guyss!
^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Leandra's House, 15 Februari 2017
Siang ini, Leandra tengah berkemas barang-barangnya di dalam kamar. Ia akan pulang ke Bandung sementara waktu, menemui Ayah Bundanya di sana.. sungguh, ia benar-benar merindukan kedua orang tuanya. Di pertengahan bulan kedua ini, ia mendapat cuti sekitar 2 minggu. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk bertemu orang tuanya.
"Neng, sudah siap semua? Apa aja ini yang dibawa?" tanya Bu Gina di ambang pintu kamar Leandra yang terbuka lebar.
Leandra yang tengah merapikan beberapa barang bawaannya, ia menjawab, "Udah, Bu. Leandra nggak bawa banyak-banyak, di Bandung kayaknya masih ada baju-baju Leandra."
"Di anter siapa ke stasiun?"
Leandra akan berangkat ke Bandung menggunakan transportasi darat, kereta Jakarta-Bandung sore nanti.
Leandra menyimpulkan senyuman manis di bibirnya. "Sendiri, lagian deket, kok!"
***
Stasiun Kereta, 15.45
Keberangkatan kereta pukul 16.20. Leandra kini sudah bersiap dan menunggu di tempat keberangkatan. Suasana stasiun yang tidak terlalu ramai, langit yang sedikit lebih cerah dengan awan putihnya hari ini. Leandra tengah terduduk di ruang tunggu sebelum keberangkatan.
Tiba-tiba di sampingnya, ada pria yang duduk, jaraknya sangat dekat.
Leandra menggeser pelan, menjauhkan sedikit jaraknya dari pria itu. Leandra dengan kacamata hitamnya, tetap fokus pada ponsel di tangannya, tanpa melirik-lirik sekitar.
Laki-laki itu berdehem pelan, lalu tangannya hampir merangkul bahu Leandra. Leandra mulai risih, dan membuat jarak lebih jauh lagi.
"Mau ke mana, Mbak? Gak ada yang nemenin?" ucap pria itu, menggoda halus.
Leandra tetap tidak menghiraukan hal itu, ia hanya memasang wajah datarnya, sorot matanya tajam di balik kacamata hitam itu.
Pria itu lagi-lagi mendekatkan jarak duduknya dengan Leandra. "Saya temenin, ya? Mau ke mana, Mbak?"
"Cantik-cantik gini, gak ada yang jagain, toh?" ucap laki-laki keganjenan itu.
Padahal, Leandra sudah memperlihatkan gestur tidak nyaman, wajahnya yang dingin, dan tidak memberikan respon apapun.
"Saya yang jagain, jangan ganggu," tegas salah satu pria lagi yang kini berada tepat di hadapan Leandra dan lelaki itu. Tangannya melipat di dada, dan.. ia masih mengenakan seragam kesatuannya. Ya, itu Baskara!
Leandra yang mendengar suara berat itu, menegakan pandangannya, dilihatnya Baskara berada tepat di hadapannya.
Lelaki asing tadi, langsung segera pergi, mempercepat langkahnya, lalu meninggalkan Leandra dan Baskara di tempat itu.
Leandra bangkit dari duduknya, lalu membuka kacamata hitam itu. Setelah hampir satu bulan dari kejadian sebelumnya.. kini rupanya, keduanya masih belum berada di jalan yang sama.
"Lain kali, jangan cuma diem kalau digituin," gumam Baskara.
Leandra hanya mengangguk, lalu tersenyum kaku. "Terima kasih," jawabnya.
"Mau ke Bandung?" tanya Baskara.
Suasana canggung sangat terasa kali ini, entah karena rasa yang sudah berbeda, atau raga yang belum menerima.
Leandra lagi-lagi menganggukkan kepalanya. "Iya, mumpung lagi cuti, mau ketemu Ayah Bunda."
Baskara melirik jam di pergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul 16.00. Sekitar 20 menit lagi, Leandra akan berangkat. "Kenapa nggak bilang sama saya, Lee? Saya bisa antar kamu padahal," ucap Baskara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Atma dan Renjananya
Short StoryKerinduan, pengorbanan, dan bertahan. Hidup masih tetap berjalan meski ada yang hilang. Tolong sampaikan pada bintang, bisikan pada Sang pemiliknya, bahwa memang benar.. semua yang dicinta, pasti akan hilang. "Jika Tuhan masih mengizinkan, saya pa...
