Setelah cairan infusnya habis dan selesai di periksa oleh dokter, akhirnya jungkook di ijinkan untuk pulang dan di rawat jalan.
Namun sepanjang perjalanan ia hanya diam saja dan terus menatap keluar jendela, bohong jika ia baik-baik saja. Jungkook sangat takut jika seandainya ia kalah dengan penyakitnya, apalagi kanker otak yang ia derita sudah mencapai stadium 3. "Ada apa Jung, kenapa diam saja dari tadi??"
"Eohh? Tidak Hyung" mencoba untuk tersenyum namun Taehyung tau bahwa istrinya pasti sedang memikirkan sesuatu. Ia lantas menarik jungkook ke dekapannya. "Semuanya akan baik-baik saja"
30 menit akhirnya taxi online yg mereka tumpangi sampai di rumah, Taehyung mengeluarkan kursi rodanya dari dalam bagasi dan membantu jungkook untuk turun. Sedangkan so hee sudah menyambutnya di depan pintu karena memang ia pulang lebih dulu tadi.
Taehyung mendorong kursi roda jungkook untuk masuk ke rumah, sebenarnya jungkook masih bisa berjalan sendiri namun Taehyung tidak memperbolehkannya karena jungkook benar-benar tidak boleh sampai kelelahan. "Aku bisa sendiri Hyung" ucapnya saat Taehyung mengangkat tubuhnya untuk di pindahkan ke kasur.
"Selagi Hyung masih mampu, biarkan Hyung yg melayanimu" membantu jungkook untuk berbaring kemudian menyelimuti tubuhnya. "Aku berasa seperti orang cacat Hyung." Ucapnya membuat Taehyung langsung menatapnya.
"Ingat kan kata dokter tadi, kamu tidak boleh sampai kelelahan sayang! Hyung tidak mau kejadian seperti tadi pagi sampai terulang lagi." Mendengar itu jungkook langsung menunduk, ia sudah terlalu banyak merepotkan Taehyung, ya walaupun itu memang sudah tugasnya sebagai seorang suami. "Sebentar ya, Hyung ambil air hangat dulu."
Taehyung datang lagi dengan membawa air hangat dan juga kain. "Tidak usah mandi, biar Hyung lap aja tubuh kamu supaya tidak gerah." Taehyung membuka baju yg di kenakan oleh jungkook. "Emm,b_biar aku sendiri saja Hyung!!."
"Kenapa? Masih malu padaku??."
"B_bukan seperti itu Hyung!."
"Lantas? Aku suami kamu Jung, bisakah kamu belajar untuk selalu bergantung padaku! Aku tau kamu bisa melakukannya sendiri, tapi aku jadi merasa tidak ada gunanya sebagai seorang suami." Mendengar itu jungkook langsung menggenggam tangan sang suami dan menatapnya dalam-dalam. "Maaf Hyung aku tidak bermaksud untuk melukai perasaanmu, aku hanya tidak ingin di kasihani."
"Aku tidak mengasihani mu Jung, aku memperhatikan istriku!! Sekarang biarkan Hyung membantumu ya." Akhirnya jungkook mengangguk dan membiarkan Taehyung untuk mengelap tubuhnya. Selesai membasuh tubuh jungkook, Taehyung kemudian menyuapinya karena jungkook harus minum obat.
Jungkook hanya mau makan 3 suapan saja karena mulutnya memang masih sangat pahit. "Bunda dimana Hyung?." Tanyanya setelah minum obat.
"Bunda sudah tidur, kamu juga harus segera tidur karena ini sudah malam." Menyelimuti tubuh jungkook kembali kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri. "Apa kemoterapi itu sakit Hyung? Dari yang aku baca di internet katanya kemoterapi itu sakit dan efeknya bisa bikin rambut kita jadi rontok."
"Hyung juga tidak tau sayang, mungkin akan sedikit sakit ! Tapi itu semua demi kesembuhan kamu"
"Kekeke, pasti aku jadi jelek nanti kalau rambutku botak" jungkook tertawa getir membayangkan apa yg akan terjadi pada dirinya nanti.
"Kata siapa? Kamu selalu sempurna di mata Hyung." Merengkuh tubuh jungkook.
"Apa Hyung akan meninggalkanku suatu hari nanti dan mencari pengantiku??" Taehyung mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan konyol dari jungkook. "Aku sekarang penyakitkan hyung, aku tidak seperti dulu lagi. Aku pasti akan selalu menyusahkan mu."
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
FantasyKisah seorang remaja yg terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya karena sebuah kesalahan.
