_______oOo_______
Setelah satu Minggu di lakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil sama sekali.
Akhirnya polisi menutup kasus tersebut dan menyatakan bahwa kemungkinan besar jungkook sudah tewas di mangsa binatang buas.
Taehyung, Jimin dan seluruh anggota kepolisian pun dengan berat hati harus kembali lagi ke kota.
"Gue yakin kalau jungie masih hidup Jim, hati gue mengatakan itu semua."
"Gue tau ini berat buat Lo Tae, tapi gue ngak mau Lo terus-terusan terpuruk kaya gini."
Taehyung dan Jimin pergi dengan menggunakan mobil yoongi, karena memang yoongi yg menjemput mereka.
Sedangkan motor Taehyung di bawa oleh salah satu anggota kepolisian, karena tidak mungkin Taehyung mengendarai motor sendiri dalam kondisi seperti itu....
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya mereka sampai di rumah.
Taehyung melangkah dengan gontai memasuki kamarnya, ia masih memeluk erat jaket milik jungkook yg di temukan di bawah tebing.
"Kenapa kamu ninggalin Hyung Jung hiks, Hyung mohon pulanglah."
Taehyung menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Tae." Ucap so hee menyentuh pundak Taehyung.
So hee sudah mendengar semuanya dari Jimin dan yoongi, ia juga tak kalah terkejutnya saat mendengar bahwa jungkook sudah di nyatakan tewas di hutan itu.
"Bunda." Taehyung langsung menghambur ke pelukan so hee.
"Ikhlaskan sayang."
"Tidak Bun!! kalaupun memang benar jungie sudah tiada, maka biarkan aku melihat jasadnya."
So hee mengelus kepala sang putra, ia bisa merasakan betapa hancurnya Taehyung saat ini..
**
Tak ingin terus berlarut-larut dalam kesedihan, Taehyung memilih kembali beraktivitas lagi di restoran agar bisa sedikit melupakan kesedihannya.
Namun sikapnya berubah 190 derajat, Taehyung yg dulunya selalu ramah dengan lingkungan sekitar dan juga para karyawannya, kini menjadi sosok yg dingin dan mudah terpancing emosi hanya karena hal-hal sepele.
"Bagaimana resto kita bisa ramai kalau cara kerja kalian saja seperti ini.!" Taehyung memaki pelayan yg salah menghidangkan makanan pada pelanggan.
"M_maaf tuan." Cicitnya.
"Dan untuk kamu yeonjun, kamu sebagai kepala resto harusnya bisa lebih memperhatikan lagi permintaan customer, cek dulu sebelum di hidangkan."
"Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, sebenarnya kalian bisa kerja atau tidak hah? Kalau sampai omset penjualan kita bulan ini turun lagi, maka gaji kalian saya potong! Mengerti."
Yeonjun dan yg lainnya hanya bisa mengangguk patuh, setelah itu mereka kembali ke pekerjaannya masing-masing sedangkan Taehyung masuk ke ruangannya.
Yoongi yg melihat itu pun langsung bergegas menyusul Taehyung ke ruangannya.
Ceklek...
"Hyung? Tumben kesini pagi-pagi.?" Tanyanya.
"Sebenarnya aku ingin sarapan, tapi nanti saja , apa yg terjadi Tae? Kenapa kamu sampai marah-marah pada mereka.?" Yoongi langsung mempertanyakannya pada Taehyung.
"Seperti biasa Hyung, mereka tidak becus dalam melayani pelanggan."
"Tapi tidak harus memaki mereka di depan umum Tae, caramu salah! Yg ada kamu bisa kehilangan para karyawan-karyawanmu."
Taehyung hanya diam saja mendengar ucapan yoongi. "Ada apa denganmu sebenarnya Tae? Aku tau kamu sedang tidak baik-baik saja."
"Entahlah Hyung, aku juga tidak tau apa yg sebenarnya terjadi pada diriku." Taehyung menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
Taehyung sendiri juga tidak tau apa yg terjadi pada dirinya, ia bisa tiba-tiba sedih, tiba-tiba menangis dan juga tiba-tiba marah tanpa sebab.
*
Eunghh..
Mata bulat itu perlahan terbuka dan melihat sekelilingnya. "Dimana ini, akh kepalaku sakit sekali."
Jungkook hendak turun dari ranjang namun tiba-tiba. "A_apa yg terjadi? Kenapa kakiku sebelah tidak bisa di gerakan."
Jungkook mencoba untuk menggerakkan kakinya lagi namun tetap tidak bisa, satu kaki jungkook mati rasa, melihat itu air matanya langsung luruh seketika. "Tidak mungkin.!" ...
15 menit kemudian pintu itu terbuka dan masuklah seseorang yg langsung membuat mata jungkook membola sempurna. "M_mingyu."
"Akhirnya kamu bangun juga honey. Dok tolong periksa kekasih saya."
Jungkook tidak sadarkan diri selama satu Minggu lebih karena benturan hebat di kepalanya. Mingyu tidak membawanya ke rumah sakit karena ia yakin pasti banyak orang yg akan mengenalinya.
Mingyu hanya menyuruh dokter kenalannya untuk datang ke tempatnya dan memeriksa kondisi jungkook setiap harinya.
"Syukurlah, dia sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi alangkah baiknya jika dia di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yg lebih baik lagi." Saran dokter tersebut.
"Lalu apa gunanya dirimu? Aku membayarmu mahal untuk menyembuhkan kekasihku."
"Bukan seperti itu tuan, maksudku jika pasien di rawat di rumah sakit pasti penyembuhannya akan lebih cepat, karena di sana peralatan medisnya lengkap."
"Sudah-sudah! Jika tugasmu sudah selesai maka pergilah dari sini.!"
Dokter tersebut akhirnya pergi dari tempat itu setelah mendapatkan bayaran dari Mingyu dan juga uang tutup mulut.
"Dimana ini Gyu? Kenapa aku bisa ada bersamamu." Tanya jungkook yg langsung membuat Mingyu tercengang.
"Kamu sudah bisa mengingatku honey.?" Mingyu menyentuh pipi jungkook namun langsung di tepis olehnya.
"Aku tanya padamu, dimana aku saat ini sialan? Dan apa yg terjadi pada diriku."
"Kamu berada di tempat yg tidak di ketahui oleh siapapun honey, hanya ada aku dan kamu sayang."
"Lo udah gila Mingyu, LO GILA." Bentaknya. "Sekarang biarin gue pergi dari sini sebelum Lo di habisi oleh Taehyung."
"Itu kalau Taehyung tau kamu masih hidup honey.?" Smirknya.
"A_apa maksud Lo.?" Ucap jungkook bingung.
"Dunia taunya kamu sudah mati! Dan mungkin saat ini Taehyung sedang bersenang-senang di luaran sana, atau mungkin dia sudah menemukan penggantimu."
••••FLASHBACK••••
Kira-kira apa yg sebenarnya terjadi? Kenapa jungkook bisa kembali lagi bersama Mingyu.??
Dan buat kalian yg bilang cerita ini belibet maaf ya🙏 tapi alurnya memang seperti itu🥰🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
FantasyKisah seorang remaja yg terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya karena sebuah kesalahan.
