55

1.3K 93 6
                                        

°

°

°

Setelah selesai membereskan berkas-berkasnya, yoongi pun mengajak Jimin untuk ikut ke rumah karena undangan makan malam dari kedua orang tuanya.

Setelah 15 menit perjalanan, kini keduanya sudah sampai di kediaman yoongi. "Ada apa by.?" Tanya yoongi yg melihat Jimin tampak gelisah.

"Hyung, apa orang tuamu akan setuju dengan hubungan kita.?" Mendengar itu, yoongi malah terkekeh.

Ya memang ini kali pertama Jimin bertemu dengan kedua orang tua yoongi, karena orang tua yoongi lebih banyak menghabiskan waktunya di Jerman untuk mengelola bisnis mereka yg ada di sana.

"Kenapa kamu bicara seperti itu hmm, mama dan papaku pasti akan senang karena aku membawakan mereka menantu yg imut." Godanya.

"Ishh." Jimin mengerucutkan bibirnya hingga membuat yoongi sangat gemas.

Setelah terjadi sedikit perdebatan, akhirnya yoongi dan Jimin pun masuk kedalam rumah dan ternyata sudah di sambut oleh kedua orang tuanya.

"Kalian sudah datang ternyata." Ucap mama yoongi.

"Selamat malam om, Tante." Jimin membungkukkan badannya untuk memberikan salam pada calon mertuanya itu.

Tuan dan nyonya min yg melihat Jimin tampak malu-malu itu pun mengulas senyumnya. "Ternyata benar kata yoongi pa, dia sangat mengemaskan."

Nyonya min segera mempersilahkan Jimin untuk duduk di sebelahnya, kemudian mengajaknya mengobrol.

Sedangkan yoongi dan sang papa hanya menyimak saja.

"Jadi kapan kalian akan menikah.?" Tanya tn min tiba-tiba, yg langsung membuat mata Jimin membola.

"Kalau aku sih terserah Jimin pa, kapanpun dia siap aku juga siap."

"Jangan kelamaan! kalau sekiranya kalian berdua sudah cocok, ya apa lagi yg kalian tunggu, lagian kalau kelamaan kasian Jimin nya yoon." Ucap tn min menatap sang putra.

"Kenapa jadi kasian pada jimin pa.?" Tanya yoongi.

"Ya seandainya kalian mengulur waktu terus, kamu akan semakin tua Yoon dan papa kasian sama istri kamu nanti karena dapat suami yg tidak perkasa lagi, kan nggak lucu kalau malam pertama cuma kuat 1 ronde saja😂"

Mendengar ucapan tn min, semua orang hanya bisa melongo tak terkecuali Jimin.
Ia tak habis pikir dengan tingkah calon mertuanya itu, bisa-bisanya ia berfikir sampai kesitu.

**
 

"Eunghh." Jungkook membuka matanya saat mendengar suara kicauan burung bersahutan di luar kamarnya.

Ia ingin turun dari ranjang namun tidak bisa karena kakinya masih di ikat.

Ceklek.

Pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sosok Mingyu di sana, Mingyu masuk sambil membawa sarapan untuk jungkook.

"Pagi honey, bagaimana tidurmu hmm.?" Mingyu meletakkan makanan itu di meja kemudian duduk di sebelah Jungkook.

"Sampai kapan kamu akan mengurungku disini? Aku ingin pulang.!"

"Pulang? Rumahmu sekarang disini honey, lebih baik sekarang kamu sarapan ya." Mingyu mengambil makanannya dan hendak menyuapi jungkook.

"Aku ingin ke kamar mandi dulu, tolong lepaskan ikatanku." Pintanya.

"Jangan coba-coba untuk kabur honey.!"

"Yasudah kalau kamu tidak mau melepaskan ikatanku, biar aku kencing di kasur.!"

LOVE DESTINY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang