•
•
•
*Tuan Kim akhirnya kembali duduk setelah jungkook mendekatinya dan mengandeng tangannya.
"A-ayah, aku minta maaf karena diriku perusahaan ayah jadi bangkrut dan Tante Irene di tahan sama tuan Choi."
Mendengar itu mata tuan Kim berkaca-kaca, bagaimana bisa jungkook berkata seperti itu, padahal disini jungkook lah yg hampir jadi korban keserakahan keluarga mereka.
Tuan Kim mengusap rambut menantunya tersebut. "Justru ayah yg seharusnya minta maaf, karena hampir menumbalkanmu hanya demi uang, ayah menyesal."
"Jung sudah memaafkan ayah, dan aku mohon sama ayah tolong tetap menyayangi hyungie seperti ini! Karena hyungie sangat menyayangi ayah."
Tn Kim langsung memeluk kedua putranya itu dan mencium kening mereka secara bergantian. "Ayah janji akan berubah lebih baik lagi demi kalian berdua."
"Itu harus, karena sebentar lagi ayah akan menjadi seorang kakek." Ucap Taehyung.
"Kakek? Ma-maksudmu.?"
"Jungie sedang mengandung anakku ayah."
Taehyung pun menceritakan kehamilan jungkook pada sang ayah dengan antusias, pada awalnya tn Kim tidak percaya namun setelah Taehyung menunjukkan hasil pemeriksaan dari dokter ia baru percaya. "Ini sebuah keajaiban Tae, jaga istri dan juga calon bayi kalian baik-baik."
"Itu pasti yah, bagaimana kalau kita sarapan bareng, ayah pasti belum sarapan kan tadi.?"
"Lain kali saja Tae, ayah harus pergi karena ada beberapa urusan penting."
Akhirnya setelah selesai berbincang, tn Kim pun pergi dari kediaman taekook.
Sedangkan Taehyung mengambil cincin yg di berikan oleh sang ayah dan menyematkannya di jari manis Jungkook. "Sekarang cincin ini menjadi simbol cintaku padamu Jung, aku berharap kita akan selalu bersama-sama sampai maut yg memisahkan kita."
"Terimakasih Hyung, aku juga selalu berdoa supaya keluarga kecil kita selalu bahagia selamanya."
Taehyung mencium bibir jungkook sebentar lalu pergi ke kamar mandi, karena hari ini ia harus berangkat ke resto.
Skip..
Saat ini Taehyung sudah sampai di restoran dan tentu saja dengan jungkook, karena jungkook merengek ingin ikut.
Taehyung membawa jungkook ke ruangan pribadinya untuk beristirahat sedangkan Taehyung sendiri keluar untuk memeriksa para karyawannya.
Namun saat sedang fokus memperhatikan beberapa karyawannya yg sedang berkutat di dapur, tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang, siapa lagi jika bukan sang istri.
"Hyung menyuruhmu untuk istirahat sayang, kenapa malah ke dapur.?"
"Aku bosan Hyung, biarkan aku disini. Janji tidak akan menganggu." Ucap jungkook dengan mimik wajah yg mengemaskan.
"Hyung tidak bisa berkata tidak kalau istri Hyung yg manis ini sudah memasang wajah seperti itu."
Akhirnya dengan terpaksa Taehyung membiarkan jungkook untuk melakukan apa yg dia mau, selagi itu membuatnya senang dan tidak membahayakan dirinya dan juga janin yg ada di dalam perutnya.
"Anda butuh sesuatu tuan? Nanti biar di buatkan oleh mereka." Ucap yeonjun saat melihat jungkook sedang meracik minumannya sendiri.
"Tidak usah jun, aku bisa sendiri." Tak lama minuman itu pun jadi, Jungkook tidak hanya membuat 1 gelas saja, namun ia membuat beberapa untuk karyawan yang lain juga.
"Jun, aku membuat minuman cappucino racikanku sendiri untuk kalian, cobalah dan koreksi rasanya." Memberikan minuman yg tadi ia buat kepada yeonjun.
Tentu saja dengan senang hati yeonjun dan yg lainnya mencoba cappucino buatan istri dari bosnya tersebut, dan tidak di sangka-sangka ternyata rasanya berbeda dengan cappucino pada umumnya.
"Bagaimana rasanya.?"
"Ini cappucino terenak yg pernah aku minum." Ucap yeonjun dan di angguki oleh karyawan yg lain juga.
"Benarkah." Tentu saja jungkook sangat senang karena banyak yg suka dengan hasil racikannya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini.?" Tanya Taehyung yg sudah berada di belakang mereka.
Tentu saja para karyawannya itu hanya bisa saling pandang satu sama lain kecuali yeonjun yg memang sudah terbiasa dengan Taehyung.
"Kita sedang mencoba minuman yg di buat oleh istrimu Hyung, dan kau tau? Rasanya enak sekali." Yeonjun terus saja memuji minuman itu.
"Benarkah? Ini semua kau yg membuatnya sayang.?"
"Eumm! Sebenarnya aku ingin memasukkan resep ini untuk menu baru di restoranmu Hyung, supaya lebih bervariasi gitu. Aku lihat banyak anak-anak muda yg datang kesini, aku yakin mereka pasti suka kalau restoran ini juga menyediakan berbagai jenis coffee. Bukan hanya makanan berat dan minuman yg seperti biasanya saja Hyung."
Taehyung tampak berfikir dengan ide yg di berikan oleh jungkook, tapi yg jadi masalahnya adalah, apa karyawannya bisa meracik coffee dengan rasa yg sama seperti yg Jungkook buat.
Tidak mungkin ia membiarkan istrinya untuk berada di restoran, apalagi dengan kondisi jungkook yg sedang hamil saat ini, Taehyung akan memikirkannya lagi nanti.
*****
"Akhh rasanya sakit sekali." Jimin meringis kesakitan saat hendak bangun dari tempat tidur.
Jimin dan juga yoongi benar-benar menghabiskan malam pertama mereka hampir semalaman, entah berapa kali mereka mendapatkan pelepasannya.
Keesokan harinya Jimin bahkan melewatkan sarapan dan juga makan siangnya karena kelelahan dan tertidur hingga sore hari.
"Hyung." Panggil nya, karena ia benar-benar tidak tahan ingin buang air kecil, namun tidak bisa berjalan karena bagian bawahnya sangat sakit jika di bawa bergerak.
Ceklek.. pintu kamarnya terbuka dan yoongi masuk dengan membawakan makanan untuk sang istri.
"Kau sudah bangun by." Meletakkan makanannya di meja lalu menghampiri Jimin.
"Bantu aku ke kamar mandi Hyung, aku tidak bisa berjalan karena milikku sangat sakit."
Yoongi hanya terkekeh pelan, kemudian ia langsung menggendong Jimin dan membawanya ke kamar mandi.
Yoongi pun tetap setia menunggu Jimin hingga selesai buang air kecil, setelah itu ia mengisi bathub dengan air hangat dan meletakkan Jimin kedalamnya.
"Biar Hyung membantumu mandi supaya lebih segar dan tidak lengket."
"Siapa yg membuat tubuhku lengket coba.?"
"Kekeke! Hyung minta maaf by, tapi kau benar-benar mengairahkan semalam, sampai-sampai Hyung susah untuk berhenti."
"Kau saja yg terlalu kelebihan hormon.!" Jimin menyipratkan air ke wajah yoongi lalu tertawa.
"Ishh, jangan bercanda by! Udah buruan mandinya, nanti makananmu keburu dingin."
"Bukankah kau bilang ingin memandikan ku." Ucap Jimin Protes, akhirnya yoongi pun terpaksa memandikan Jimin dengan sekuat tenaga sambil menahan sesuatu yg mulai berdiri tegak di bawah sana.
TBC...
*Maaf baru bisa up lagi🙏 jangan lupa support nya ya biar lebih semangat lagi nulisnya😊 selamat malam dan selamat beristirahat💖💖💖
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
FantasyKisah seorang remaja yg terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya karena sebuah kesalahan.
