61

1.4K 101 12
                                        

   Cuaca pagi ini terasa sangat dingin, karena semalam salju turun cukup lebat, membuat kedua insan yg masih terlelap itu seperti enggan untuk keluar dari dalam selimutnya.

Tok tok tok...

Hingga sebuah suara ketukan pintu membuat mereka mau tidak mau harus bangun.

Ceklek.

Taehyung melongok keluar dengan mata yg masih setengah tertutup. "Ada apa Bun.??"

"Kekeke, maaf kalau bunda menganggu tidurmu, bunda harus pergi ke resto untuk memeriksa stok barang kita! Kamu bangunkan Jung suruh sarapan, bunda sudah siapkan sup daging hangat untuk kalian."

"Eumm, terimakasih Bun! Bunda hati-hati di jalan."

Setelah itu Taehyung kembali masuk ke kamar untuk membangunkan sang istri, ia duduk di sebelah Jungkook dan memandang Wajah teduh dan menenangkan itu.

Taehyung mengusap lembut seluruh wajah jungkook tanpa berniat untuk membangunkannya, melihat jungkook terlelap seperti itu membuat hati Taehyung menjadi lebih tenang.

Cupp..

Sebuah kecupan mendarat di kening Jungkook kemudian turun ke pipi lalu berakhir di bibir manisnya. "Yg di ucapkan Jimin dan yoongi Hyung memang benar, mungkin aku akan menjadi gila jika kau menghilang dari hidupku Jung." Ucapnya lirih.

"Apa sepenting itu aku dalam hidupmu Hyung.?" Jungkook tiba-tiba saja membuka matanya dan membuat Taehyung jadi salah tingkah.

"Eohh, s_sayang, kau sudah bangun.?" Jungkook tidak menjawab, ia malah pindah posisi tidur di paha sang suami.

"Kau belum menjawab pertanyaanku Hyung, apa sepenting itu aku dalam hidupmu.?"

"Pertanyaanmu konyol." Taehyung menyentil hidung jungkook dengan gemas. "Tentu saja kau sangat penting dalam hidupku, kau segalanya untukku sayang."

Jungkook mendongak menatap wajah sang suami untuk mencari kebenaran di matanya. "Belahlah dadaku Jung kalau kau tidak percaya." Ucap Taehyung yg langsung di sambut dengan tawa oleh jungkook.

"Aku tidak bicara seperti itu Hyung."

"Tapi tatapanmu seolah-olah kau meragukanku.!!"

"Kekeke." Jungkook kemudian bangun dan bersandar di ranjang, ia terus saja menatap wajah tampan sang suami hingga membuatnya menjadi gugup.

Melihat wajah Taehyung yg bersemu membuat jungkook mengulum senyumnya, Taehyung tampak lucu saat sedang salah tingkah seperti itu.

"Jangan menatapku seperti itu Jung.!" Ucapnya lalu memalingkan wajahnya.

"Kenapa? Aku hanya menatap suamiku, apa salahnya.?"

"Salahnya, kau membuatku malu sayang! Sudah ayo bangun dan sarapan." Taehyung mengangkat tubuh jungkook dan mendudukkannya di kursi roda kemudian membawanya ke kamar mandi untuk cuci muka.

Setelah selesai, mereka kemudian keluar untuk sarapan karena jungkook juga masih harus minum obat. "Bunda kemana Hyung.?"

"Bunda sudah pergi ke resto sayang." Taehyung duduk di sebelah Jungkook dan mulai menyuapinya.

"Makan yg banyak biar cepat sembuh dan kita bisa pergi honeymoon."

"Honeymoon di rumah juga bisa Hyung, sama-sama mau tanam benih doang kan."

Sontak ucapan jungkook membuat Taehyung langsung tertawa terbahak-bahak, bisa-bisanya jungkook kepikiran sampai kesitu. "Apa ada yg lucu Hyung.?"

"Hahaha tidak sayang, sudah jangan di bahas lagi, perut Hyung jadi sakit."

***

"Bagaimana caranya aku kabur dari tempat ini." Monolog Mingyu, ia terus memikirkan cara untuk kabur dari tempat terkutuk itu.

Mingyu benar-benar sudah tidak kuat lagi untuk melayani para laki-laki hidung belang yg menginginkan tubuhnya, dalam sehari ia bisa melayani hingga 3 orang sekaligus, bahkan ia hampir mati saat pelanggannya bermain dengan kasar.

Ceklek..

Pintu kamarnya terbuka membuat Mingyu menoleh ke arah wanita cantik yg membawakan makanan untuknya. "Habiskan makananmu agar tubuhmu bisa beraktivitas kembali." Meletakkan makanannya di depan Mingyu.

"Cihh, aku tidak Sudi! Bawa kembali makanan itu dan segeralah keluar dari sini, kau sangat merusak pemandangan." Sinis Mingyu pada wanita itu.

"Kau dan aku sama! Sama-sama seorang jalang jadi jangan sok suci.!"

"Ada apa ini, kenapa kalian ribut-ribut.?" Ucap tn Choi di ikuti dengan beberapa anak buahnya.

"Maaf bos, anak ini tidak mau makan." Sahut wanita itu.

"Kau keluarlah, biar dia jadi urusanku.!"

Wanita itu akhirnya bangun, namun sebelum keluar ia menoleh lagi ke arah Mingyu sambil tersenyum remeh seolah-olah mengejek Mingyu, dan setelah itu ia pergi meninggalkan kamar tersebut.

"Apa kau bosan hidup hah.!" Ucap tn Choi mencengkram rahang Mingyu.

"Tolong lepaskan aku tuan, aku janji akan Menganti uang yg sudah ku pakai sesegera mungkin." Ucap Mingyu memohon, namun tn Choi hanya tersenyum sinis.

"Harusnya kau pikirkan ini sebelum kau berurusan denganku Kim Mingyu, sekarang makanlah karena nanti malam pundi-pundi uangku akan segera datang."

Mingyu yg mendengar ucapan tn Choi pun hanya bisa bergidik ngeri, ia tau apa maksud dari perkataan tn Choi.

"Tolong biarkan aku istirahat malam ini tuan, aku benar-benar tidak kuat untuk melayani pelanggan malam ini."

"Itu bukan urusanku! Kalian jaga dia dan pastikan dia untuk makan yg banyak.!" Setelah mengatakan itu, tn Choi segera pergi meninggalkan kamar Mingyu.

"Tuan aku mohon." Mingyu merangkak mencoba untuk meraih kaki tn Choi, namun segera di tahan oleh anak buahnya.

**

Saat ini Taehyung dan jungkook sudah berada di rumah sakit untuk melakukan terapi pada kaki jungkook, dengan di bantu oleh dokter, jungkook perlahan turun dari kursi rodanya dan mulai belajar untuk berjalan.

Beberapa kali ia hampir terjatuh saat pegangannya di lepaskan, namun dengan sigap Taehyung menahannya dari belakang. "Kau pasti bisa sayang." Ucap Taehyung menyemangatinya.

Akhirnya setelah beberapa menit, terapi itu pun selesai dan jungkook kembali duduk di kursi rodanya.

"Perkembangannya cukup baik, nanti di rumah tolong usahakan untuk terus menggerakkan kakinya pelan-pelan supaya otot-ototnya tidak kaku atau bisa di latih berjalan mengunakan tongkat." Ucap sang dokter menjelaskan.

"Baik dok, terimakasih banyak."


Tbc...


Pagi guys, selamat menjalankan ibadah puasa😊😊


LOVE DESTINY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang