Yoongi dan Jimin tampak terkejut saat melihat pemandangan di depannya. "S_sorry Tae kita ngak tau kalau Lo lagi mau nyicil." Ucap Jimin sambil nyengir.
"Kenapa ngak ketuk pintu dulu sih!!"
"Lo nya aja yg budek, kita udah sampai gedor-gedor ini pintu! Kirain kalian pingsan di dalam makanya kita langsung buka aja. Yaudah lanjutkan!! gue sama yoongi Hyung tunggu di depan sekalian mau ngobrol sama bunda." Jimin kembali menutup pintu kamar taekook.
Sedangkan Tae dan Jung, keduanya jadi merasa sangat canggung mengingat apa yg baru saja mereka lakukan. "Eemm i_itu Hyung, a_ku ambilkan bajunya ya." Hendak bangun namun langsung di tarik oleh Taehyung hingga ia jatuh kembali di pangkuannya. "A_ada apa Hyung??"
"Apa boleh di lanjut lagi??" Ucapan Taehyung membuat jungkook langsung melongo. "Kekeke, bercanda sayang, kamu sangat nakal tadi." Mencolek hidung mancung jungkook.
"Aah itu t_tadi... Sebaiknya Hyung buruan ganti baju, kasian Jimin sama yoongi Hyung menunggu di luar." Ucapnya mencoba mengalihkan pembicaraan. "Iya sayang." Ia pun buru-buru memakai bajunya dan keluar menemui Jimin dan yoongi yg ternyata lagi ngobrol dengan bunda so hee.
"Lah kok bentar banget Tae? Jangan-jangan sekali celup langsung muntah ya." Ucap Jimin yg membuat Taehyung langsung melemparkan sendalnya. "Akhss, sakit bego!!" Mengusap kakinya yg terkena lemparan sendal tersebut.
"Apa yg sekali celup langsung muntah hah!!"
"Ya itu, masa harus gue jelasin sih." Jimin benar-benar tidak ada remnya jika sudah berbicara hingga membuat jungkook menunduk karena malu sedangkan so hee dan yoongi hanya terkekeh.
"Di cobain juga belum, ini semua gara-gara kalian yg bertamu siang-siang!!" Menatap tajam sahabatnya tersebut.
"Ya kan tadi gue sama yoongi Hyung juga udah bilang lanjutin dulu, kita tunggu di luar"
"Enak Lo ngomong!!"
"Yaudah sih lanjut lagi ntar malam, bablasin sampai pagi biar makin syahdu, iya ngak Jung?" Sedangkan jungkook yg merasa malu pun hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Ngak usah godain istri gue! Sekarang katakan, kenapa kalian datang kesini tiba-tiba??"
"Sebenarnya aku sama Jimin mau ngajakin kalian liburan ke puncak weekend ini, bagaimana menurut kalian??" Tanya yoongi, Taehyung dan jungkook hanya diam dan saling pandang.
"Yee di tanya diem aja!!" Tegur Jimin
"Kita sebenarnya mau-mau aja Hyung, tapi kalian tau sendiri bukan 5 hari lagi jungie sudah mulai melakukan kemoterapi!"
"Bagaimana kalau besok saja kita kesana, itung-itung sekalian honeymoon kalian sebelum jungkook melakukan pengobatan" Taehyung tampak berfikir sejenak, mungkin tidak ada salahnya mereka ikut bersama yoongi. Lagi pula hanya 3 hari saja.
"Bagaimana sayang??" Ucap Taehyung meminta pendapat sang istri.
"Terserah Hyung saja, aku ngikut"
"Berarti sudah deal ya kalian besok ikut dan kita berangkat pagi, aku akan menjemput kalian! Kita pakai 1 mobil saja" ucap yoongi. Kurang lebih 1jam mereka mengobrol yoongi dan Jimin berpamitan untuk pulang karena masih harus menyelesaikan pekerjaannya.
°°°°°°
Jungkook saat ini berdiri di depan jendela kaca kamarnya. "Ada apa sayang?." Ucap Taehyung memeluknya dari belakang.
"Tidak Hyung"
"Besok beneran mau ikut yoongi Hyung sama Jimin ke puncak??" Memutar tubuh jungkook sehingga mereka saling berhadapan sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
FantasiKisah seorang remaja yg terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya karena sebuah kesalahan.
