°
°
°
°
Setelah selesai melakukan ronde keduanya di kamar mandi, Taehyung keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan sedangkan jungkook? Jangan di tanya, dia tidak bisa berjalan karena ulahnya sendiri.
Taehyung hanya membuat sandwich dan susu hangat, setelah selesai ia kembali lagi ke kamar dengan membawa nampan di tangannya.
"Sarapan dulu Jung" memberikan sandwich tersebut pada jungkook.
"Jimin dan yoongi Hyung kemana??" Tanya jungkook sambil mengunyah makanannya.
"Sepertinya mereka sudah pergi jalan-jalan" jawab Taehyung dah hanya di angguki oleh sang istri.
Setelah selesai sarapan, keduanya hanya duduk-duduk saja di kamar. "Pengen jalan-jalan juga sebenarnya." Ucap jungkook tiba-tiba.
"Emang bisa jalan??" Pertanyaan Taehyung hanya di jawab dengan kekehan oleh jungkook. "Hehehe ngak tau Hyung."
"Makanya jangan agresif."
"Sesekali ngak masalah Hyung, takutnya nanti ngak bisa puasin Hyung lagi."
"Mulai ngawur ngomongnya! Sini Hyung obati biar ngak sakit dan nanti kita bisa jalan-jalan di sekitar sini." Jungkook menurut dan tengkurap supaya bisa memudahkan Taehyung untuk mengobati bagian belakangnya.
"Jangan di elus-elus Hyung, sengaja banget mau bangunin little jung." Protesnya, Sedangkan Taehyung hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau ngak di elus ya gimana Hyung mau ngolesin salepnya? Kenapa jadi mesuman kamu sih sekarang."
"Salah siapa rasanya enak! Coba kalau enggak, kan aku ngak ketagihan."
"Astaga! Udah-udah naikin lagi celananya, malah jadi kemana-mana bahasnya."
"Kekeke!" Jungkook menaikan kembali celananya setelah itu duduk di sebelah sang suami. "Emm Hyung, apa penyakitku bisa sembuh?" Entah kenapa jungkook tiba-tiba teringat dengan penyakitnya.
Taehyung yang mendengar pertanyaan jungkook pun tersenyum kemudian mengelus lembut pipinya."semua penyakit pasti ada obatnya sayang, kamu harus yakin bahwa kamu pasti bisa sembuh seperti sedia kala."
Jungkook mengangguk kemudian menenggelamkan kepalanya di dada Taehyung. "Aku tidak tau akan jadi seperti apa kalau seandainya aku tidak bertemu denganmu Hyung."
"Tuhan sudah menggariskan semuanya sayang, kamu memang sudah di gariskan untuk menjadi pasanganku." Jungkook semangat mempererat pelukannya. "Terimakasih Hyung."
°°°°°°°
Brakk..
Pintu rumah so hee terbuka dengan kasar hingga mengagetkan dirinya yg saat ini sedang menikmati makanannya. "Apa kamu tidak pernah di ajari sopan santun oleh kedua orangtuamu!!"
"Ngak usah lebay Tante, sekarang katakan dimana Taehyung? Aku ada urusan penting dengannya." Ucap Mingyu tanpa basa-basi membuat so hee hanya menatapnya sinis.
"Cihh! Ada perlu apa dengan putraku?"
"Tante tidak perlu tau! Ini urusanku dan Taehyung sebagai putra dari kim gong Yo." Mendengar itu so hee hanya tersenyum miring.
"Aku rasa kamu melupakan sesuatu Kim Mingyu. Taehyung adalah PUTRAKU!! Camkan itu baik-baik."
"Aku tau itu, tapi saat ini aku membutuhkan Taehyung untuk membebaskan papa dari tuan Choi."
"Wah,wah,wah! Setelah kalian menghancurkan kehidupannya dulu, dan sekarang dengan tidak tau malunya kamu mau minta tolong anakku untuk membebaskan orang tuamu? Jangan harap! Itu urusan kalian, sekarang pergi dari sini!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
FantasyKisah seorang remaja yg terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya karena sebuah kesalahan.
