•
•
•
"Lepaskan aku sialan.!"
Mingyu terus memberontak saat ia di seret oleh beberapa anak buah tuan Choi, ia hampir kabur saat berada di rumah warga.
Tapi untungnya yoongi datang tepat waktu dan langsung melumpuhkan Mingyu, ia kemudian menghubungi tuan Choi dan memintanya datang ke desa terpencil itu untuk menjemput Mingyu.
"Obati dulu lukanya, setelah itu bawa dia ke hadapanku! Dan ingat, jangan sampai berandal kecil itu kabur lagi." Ucap tuan Choi.
Setelah kepergian tn Choi, beberapa anak buahnya pun mulai mengobati kaki Mingyu yg terluka parah akibat tusukan yg di berikan oleh jungkook.
"Kalau di lihat-lihat, anak ini lumayan juga." Ucap salah satu anak buah tuan Choi sambil menatap Mingyu dengan tatapan tajamnya.
Cuihh.
Mingyu meludahi orang tersebut dan tepat mengenai wajahnya. "Jaga tatapanmu sialan, atau ku congkel matamu itu.!"
Plakk..
Tak terima di ludahi, orang tersebut langsung memukul wajah Mingyu hingga ia jatuh tersungkur. "Cari mati kau hah? Perek sepertimu memang pantas untuk menjadi mesin penghasil uang di bar."
"Apa maksudmu.?" Tanya Mingyu.
Orang tersebut tidak menjawab, ia hanya tersenyum miring menatap mingyu. setelah selesai di obati, Mingyu di biarkan untuk istirahat dulu sampai lukanya sembuh.
Sebelum meninggalkan ruangan itu, mereka memborgol kedua tangan dan kaki Mingyu terlebih dahulu supaya ia tidak bisa kabur. "Gunakan waktu istirahatmu dengan baik! Karena setelah ini aku tidak yakin kalau kau akan bisa bernafas dengan tenang." Setelah itu, para anak buah tuan Choi keluar meninggalkan Mingyu.
"Apa maksud mereka.?"
***
"Sudah siap semuanya.?" Tanya yoongi pada Taehyung, Jimin dan juga jungkook.
Ya, hari ini mereka sudah bersiap-siap untuk kembali ke kota, setelah di rawat selama 4 hari kondisi jungkook sudah jauh lebih baik, walaupun masih harus berjalan mengunakan kursi roda.
"Let's go, kita pulang." Ucap Jimin antusias.
Jimin duduk di depan bersama yoongi, sedangkan taekook duduk di belakang, mobil pun mulai melaju meninggalkan desa tersebut.
"Ada apa sayang.?" Tanya Taehyung karena sedari tadi jungkook hanya diam saja sambil memandangi keluar jendela.
"Eoh, tidak Hyung! Aku cuma tidak menyangka bahwa aku masih di pertemukan lagi denganmu, a_aku pikir kita...."
"Sssttt, sampai kapan pun kita akan selalu bersama sayang."
Jungkook menatap wajah Taehyung saat dia menggenggam tangannya, ia sangat bersyukur karena bisa lolos dari cengkeraman Mingyu.
"Kau tau Jung, bahkan suamimu itu hampir gila saat mendengar kabar bahwa kau sudah tewas di mangsa binatang buas." Ucap Jimin.
"Benarkah.?"
"Eumm! dia jadi sangat pemarah, dia bahkan hampir memecat semua karyawannya hanya karena hal sepele."
"Hei, jangan mengada-ada park bantet." Ucap Taehyung tak terima, padahal kenyataannya memang seperti itu.
"Apa yg di katakan Jimin itu fakta Jung, suamimu memang hampir aku masukan ke RSJ gara-gara sering berbicara sendiri lalu tiba-tiba menangis dan marah tidak jelas." Yoongi menimpali ucapan Jimin, dan sontak hal itu membuat jungkook dan Jimin tertawa.
"Tapi untungnya kau berhasil di temukan sebelum Taehyung jadi pasien RSJ."
Jungkook tersenyum kemudian menggenggam tangan sang suami. "Maafkan aku Hyung."
"Jangan meminta maaf sayang! Karena itu semua salahku yg tidak bisa menjagamu dengan baik." Taehyung menarik jungkook ke dekapannya. "Janji jangan pernah meninggalkanku sendiri lagi, aku tidak bisa hidup tanpamu."
Taehyung mengeratkan pelukannya dan menciumi kening Jungkook berkali-kali.
"Ekhmm, kenapa jadi panas ya hawa di dalam mobil ini." Ucap Jimin.
"Bilang saja kalau kau iri, karena tidak bisa seperti ini, iya kan sayang." Taehyung kembali menciumi seluruh wajah jungkook sambil meledek Jimin.
"Yaakkk.. kalian berdua! Mentang-mentang sudah sah jadi pasusu, kalian bisa seenaknya memamerkan kemesraan kalian di depan calon pengantin ini.!"
"Lihat saja nanti kalau aku dan yoongi Hyung sudah menikah, aku akan membalas kalian berdua." Ucap Jimin pada kedua manusia bucin itu.
****
Satu Minggu setelah kejadian itu, Taehyung jadi lebih ketat lagi dalam menjaga jungkook, ia selalu menemani jungkook kemana pun bahkan ke halaman rumahnya pun Taehyung selalu mengikutinya.
"Aku hanya ingin berjemur di depan Hyung." Ucap jungkook karena Taehyung terus saja mengikutinya.
"Hyung juga sayang." Taehyung duduk di bangku sedangkan jungkook duduk di kursi roda.
"Hyung tidak pergi ke resto.?"
"Tidak sayang, lagi pula nanti siang kan kamu harus pergi ke rumah sakit untuk terapi." Ucapnya karena memang hari ini jadwalnya jungkook untuk terapi jalan lagi.
"Apa aku masih bisa berjalan lagi Hyung.?" Jungkook merasa tidak yakin karena kaki kanannya benar-benar mati rasa setelah di paksakan untuk kabur dari Mingyu beberapa waktu lalu.
"Tentu saja sayang, dokter bilang kalau kamu hanya mengalami kelumpuhan sementara."
"Tapi kakiku benar-benar tidak bisa merasakan apapun Hyung."
Sedih? Tentu saja jungkook merasa sangat sedih dan tidak percaya diri saat ini, bagaimana kalau ia tidak bisa berjalan lagi untuk selamanya? Apa mungkin Taehyung akan meninggalkannya dan mencari seseorang yg lebih baik darinya.
Pikiran itu terus menghantuinya setiap saat, ia benar-benar takut jika Taehyung akan berpaling darinya karena kondisinya yg sudah tidak seperti dulu lagi, ia cacat sekarang! Walaupun dokter bilang hanya sementara namun ia tetap saja tidak percaya diri.
Apalagi di masalalu jungkook sering sekali menyakiti perasaan Taehyung, memikirkan itu semua membuat airmata jungkook menetes tanpa ia sadari.
***
"Bawa dia ke kamar 031.!" Titahnya.
"Baik bos."
"Tidak! Aku tidak mau, lepaskan aku."
"Diam kau jalang." Orang itu terus menarik Mingyu dengan paksa.
Ya benar sekali, Mingyu di jadikan jalang penghibur di bar milik tuan Choi bersama dengan Irene.
Mingyu dan Irene sama-sama di paksa untuk melayani laki-laki hidung belang yg datang ke bar tersebut.
Namun bedanya Mingyu hanya di pakai oleh orang-orang kaya dari kalangan bisnis tuan Choi, karena mereka semua tau kalau sebelumnya Mingyu jadi pihak atas (Top) jadi bisa di katakan ia masih segel untuk di jadikan pihak bawah (Bottom).
Sedangkan Irene? Ia di pakai oleh semua kalangan, dari yg kaya maupun standar..
"Aku yakin kalau dia pasti akan jadi primadona disini bos." Ucap jessy saat melihat beberapa pelanggan yg menginginkan tubuh Mingyu kebanyakan berasal dari kalangan atas.
"Tentu saja, itu lah hukumannya jika berani bermain-main denganku.!" Tersenyum miring sembari menikmati segelas wine di tangannya.
Walaupun sebenarnya tn Choi masih berminat dengan jungkook karena jungkook memiliki aura yg sangat kuat untuk memikat siapapun walaupun ia sudah menikah, namun ia sudah berjanji pada yoongi untuk tidak menganggu anak itu dan yoongi pun sudah menempati janjinya untuk membawa Mingyu ke hadapannya.
TBC...
Kira2 gimana reaksi Mingyu ya??
Jangan lupa tinggalkan jejak 💖💖
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DESTINY
FantasyKisah seorang remaja yg terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya karena sebuah kesalahan.
