Part 9

742 60 0
                                        

Happy reading!!

⚡⚡⚡

Angin malam berhembus dengan kencang. Dinginnya angin menusuk-nusuk kulitnya. Udara malam sangat dingin tetapi Jennifer duduk dibalkon kamarnya melihat langit malam. Jennifer sedang memikirkan apakah dia bisa mengajak Harry untuk menginap dirumahnya. Apakah dia harus mengirimkan surat? tapi sepertinya jangan Jennifer ingat betul jika Dobby akan mengambil semua surat yang dikirim untuk Harry. Jennifer tidak ingin Harry tinggal dengan muggle biadap itu. Sepertinya dia harus cepat-cepat menyusun rencana merubah tikus menjijikan Ron menjadi semula, Peter Pettigrew. Lamunannya buyar ketika Mommy Jennifer memanggilnya.

"Jennie sayang ayo turun, waktunya makan malam!" teriak Katie dari bawah.

"Aku datang!" balas Jennifer juga berteriak.

Jennifer segera masuk ke dalam kamar dan turun ke bawah, ke meja makan. Menuruni beberapa tangga dan menyusuri beberapa lorong untuk ke meja makan, dia heran kenapa suara Ibunya bisa terdengar sampai kamar padahal jarak mejaa makan dan kamar sangat jauh. Sepertinya suara Jennifer tadi tidak terdengar. Sampainya Jennifer disana dia sudah melihat kedua orang tuanya.

"Ayo makan, Mom tau sedari siang kamu belum makan" ucap Katie.

Jennifer pun segera duduk disebelah Ibunya untuk makan. Dia melihat Ayahnya, masih ragu ingin mengatakan rencana pada Ayahnya itu. Edward yang ditatap pun menatap Jennifer.

"Ada apa sayang? kamu butuh sesuatu?" tanya Edward.

"Dad aku ingin bicara padamu selesai makan malam"

Katie dan Edward saling bertatapan memandang heran anak mereka. Jarang sekali Jennifer meminta bicara serius.

"Baiklah nanti temui Dad diruang kerja" balas Edward.

Mereka memulai makan malam dengan tenang. Seperti keluarga pureblood lain mereka sangat memiliki tata krama dalam makan, seperti jangan berbicara sewaktu dimeja makan. Tetapi kadang mereka juga masih saling bercanda gurau untuk mencairkan suasana.

Makan malam selesai, Jennifer membantu Ibunya membersihkan meja makan. Membantu mencuci piring dan lainnya. Setelah itu dia kembali lagi ke kamar. Mempersiapkan diri untuk apa yang akan dia katakan pada Ayahnya. Bagaimana jika Ayahnya menolak menjemput Harry? maksudku mungkin saja kan jika Ayah tetap membeda-bedakan darah, tapi sepertinya tidak. Jennifer harus yakin itu.

Jennifer segera keluar dari kamar untuk menuju ruang kerja milik Ayahnya. Tidak butuh waktu lama dia sudah sampai disana, karena hanya beberapa langkah dari kamar Jennifer. Saat akan mengetuk pintu Jennifer mendengar kedua orang tuanya berbicara tentang dirinya.

"Ed aku khawatir dengan Jennifer dia seperti murung lebih tepatnya seperti banyak hal yang dipikirkan dirinya" ucap Katie dari ruangan.

"Tenanglah sayang aku yakin dia baik-baik saja" kata Edward menenangkan.

"Aku khawatir semenjak dia menjalani tahun pertama, kamu ingatkan kita mendapatkan surat dari Dumbledore tentang Jennifer yang melawan Kau-Tahu-Siapa bersama Harry" ucap Katie cemas.

"Kita harus percaya padanya, dia mempunyai kemampuan yang hebat, dia kuat"

Mendengar itu semua Jennifer juga sadar jika dia menjadi pendiam karena memikirkan bagaimana caranya Jennifer menyelamatkan Sirius, membebaskannya dari Azkaban dan juga agar Harry secepatnya meninggalkan para muggle itu. Jennifer sampai lupa agar tidak mengkhawatirkan kedua orang tuanya. Jennifer tidak akan Memberitahukan Ibunya tentang ini, dia takut dia akan khawatir. Segera Jennifer mengetuk pintu ruangan tersebut.

Come to Hogwarts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang