Happy reading!!
⚡⚡⚡
Tahun ketiga di Hogwarts tidak buruk sama sekali. Sangat menyenangkan tanpa adanya halangan apapun. Tapi pikiran Jennifer masih terbayang dengan ramalan yang dimaksud kedua orang tuanya. Mungkinkah Dumbledore mengetahui semua ini. Secara Jennifer tahu jika dia selalu mengerti apapun atau tahu sesuatu untuk kedepannya. Jennifer akan menanyakan sesuatu pada Dumbledore jika perlu.
Hari ini dia berjalan-jalan menyusuri lorong Hogwarts. Dia sudah lama tidak melakukan kegiatan ini. Melihat para murid Hogwarts sedang bercanda, mengobrol, bahkan bermesraan. Sesekali ada seseorang yang menyapa Jennifer. Saat melewati koridor dekat menara Ravenclaw, Jennifer melihat Luna Lovegood sedang kebingungan. Dia mencari sesuatu.
Jennifer mendekatinya, "Hai Luna, aku lihat kau sedang bingung. Ada masalah?" tanyanya.
"Tidak ada Jennifer. Hanya saja aku kehilangan sepatu ku lagi," ucap Luna dengan lembut.
Jennifer mengernyit. Ini pasti ulah anak-anak yang jahil pada Luna. Oh tidak, anak selembut dan secantik Luna diperlakukan seperti ini. Memang Luna berbeda, tapi dia hanya memandang dunia dengan berbeda dan unik. Dia penuh keunikan.
"Sepatu seperti apa, kita bisa mencarinya. Seseorang pasti telah mengambilnya" kata Jennifer.
"Sepatunya berwarna biru tua. Aku rasa nargles telah mengambilnya."
Jennifer tersenyum, "Kita coba cari terlebih dahulu. Baru kita tahu siapa yang sebenarnya mengambilnya," ucap Jennifer.
Luna setuju. Jennifer dan Luna berjalan di koridor kastil. Melihat sekeliling jika ada sepatu dengan ciri-ciri tersebut. Tidak jauh dari tempat Luna tadi, terdapat seorang gadis dengan sepatu berwarna biru tua. Jennifer bertanya pada Luna apakah benar itu sepatunya dan ternyata benar. Jennifer segera mendekati gadis dengan jubah Slytherin itu yang akan membuang sepatu milik Luna.
"Hai Parkinson!" seru Jennifer dengan amarah.
Pansy menoleh ke arah Jennifer, ia menyeringai, "Kenapa? ingin minta tanda tanganku ya."
Jennifer menatapnya remeh, "Sial, kau kurang perhatian. Aku tidak sudi untuk hal-hal tidak berguna," katanya dan Pansy mengeram marah.
"Kembalikan sepatu milik Luna!" kata Jennifer.
Pansy mengangkat sepatu itu, "Ini? memangnya kenapa. Aku akan membuang sepatu milik Loony," Pansy menyeringai.
"Jangan membuat aku marah Parkinson."
"Ambilah!"
Jennifer mengerang kesal. Dia sungguh tidak bisa menghadapi anak Slytherin seperti Pansy Parkinson ini. Rasanya dia ingin melemparkan kutukan tak termaafkan padanya. Kenapa di dunia sihir ada orang seperti itu. Jennifer sangat malas meladeni Pansy untuk sekarang. Dia kemudian memiliki ide. Dia melihat Draco Malfoy berjalan sendirian
"Hei lihat Draco mencium gadis lain!" seru Jennifer dan menunjuk Draco.
Pansy yang melotot kaget. Dia segera menoleh ke belakang dan menjatuhkan sepatu milik Luna. Jennifer segera menyuruh Luna untuk mengambil kedua sepatunya. Pansy yang hanya melihat Draco saja segera menatap Jennifer lagi, dia di bohongi!
KAMU SEDANG MEMBACA
Come to Hogwarts
RandomJennifer Rosemary, dia sangat menyukai film harry potter, dia mempunyai banyak karakter yang di sukai tapi sayang sekali ending nya mereka mati. Karena kecintaan nya terhadap harry potter dia memiliki banyak sekali aksesoris harry potter bahkan ia m...
