Part 32

620 50 2
                                        

Happy reading!!


⚡⚡⚡

Jennifer melihat pantulan dirinya di cermin. Hari ini adalah kunjungan hogsmeade. Hal yang paling menyebalkan adalah dia harus pergi bersama Draco. Sebenarnya dia bisa menolak. Tetapi entah kenapa Jennifer tidak bisa berbicara tidak. Jennifer mengedikkan bahunya, dia tidak ingin mempermasalahkan ini. Terserah jika ada berita tentang mereka berdua. Selama bukan kenyataan, Jennifer baik-baik saja.

Jennifer memakai sweater gryffindor dan celana hitam biasa. Menyampirkan tas di pundaknya dan pergi keluar. Jennifer menuruni tangga satu persatu. Saat berada di ruang rekreasi, ia terkejut. Masih banyak orang-orang di sana. Jennifer menggigit bibirnya, dia cemas. Teman-temannya pasti akan mengajaknya pergi bersama. Harry yang melihat Jennifer mendekat dengan antusias, begitu juga Hermione, Ron, dan Neville.

"Kami menunggumu! Ayo pergi sekarang," ajak Harry.

Jennifer meringis dalam hati. Dia harusnya menunggu lebih lama di kamar. Dia harus apa sekarang?

"Ada apa, Jen? Kau terlihat begitu cemas," tanya Hermione.

"Ehm ... well aku ingin pergi dengan seseorang," gumam Jennifer yang masih di dengar mereka.

"Apa?! Kau pergi kencan?" seru Ron.

Jennifer mendelik. "Tidak! Tidak akan, aku hanya menerima ajakannya karena tidak enak," tutur Jennifer.

"Kalau begitu kami duluan saja, ayo teman-teman," celetuk Neville.

Harry, Hermione, dan Ron mengikuti kata Neville. Mereka berpamitan pada Jennifer untuk pergi duluan. Jennifer bernafas lega saat mereka pergi. Beruntung tidak ada yang menanyakan siapa orang yang mengajaknya ke hogsmeade. Jennifer segera pergi dari asrama. Dia menyusuri koridor. Saat hampir sampai di halaman, ia bertemu dengan seseorang bersurai pirang sedang tersenyum menyebalkan. Wajah yang selalu ditampilkan, angkuh.

"Why? Kau menatapku begitu intens, aku tau ... aku tampan," ujar Draco dengan percaya diri.

Jennifer memutar bola mata dengan malas. "Come on, Malfoy. Aku menatapmu dengan sinis!" seru Jennifer kesal. Dia kemudian berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Draco.

Jennifer menyusul rombongan yang akan menuju hogsmeade. Draco segera mengikutinya. Mereka mengikuti anak-anak Hogwarts yang akan berkunjung ke hogsmeade juga. Tidak perlu waktu lama mereka sudah sampai di hogsmeade. Jennifer melihat kesekeliling tempat, memastikan tidak ada temannya yang melihat dirinya bersama rambut pirang ini.

"Hei, kau mencari siapa?" tanya Draco.

"Teman-temanku. Aku tidak ingin mereka melihatku denganmu," jawab Jennifer.

"Bukannya malah bagus——"

Ucapan Draco terhenti ketika Jennifer menyenggol Draco pada perutnya dengan siku. Draco meringis menegang perutnya.

"Bagus darimana! Ini bencana," ujar Jennifer kesal.

Dia melangkahkan kakinya melihat sekitar. Toko mana yang harus dia singgahi. Draco mengikutinya di belakang dengan wajah murung. Tetapi kemudian menyamakan langkahnya dengan Jennifer.

"Mau pergi kemana?" tanya Draco.

"Aku ingin ke Honeydukes."

Draco mengangguk. Mereka berdua berjalan beriringan menuju Honeydukes. Hogsmeade terasa lebih ramai ketika Hogwarts melakukan kunjungan ke desa ini. Jennifer segera membuka pintu saat berada di depan toko. Matanya berbinar saat melihat banyak cokelat dan permen yang beranekaragam. Jennifer juga melihat banyak anak-anak yang berada di sana. Jennifer mulai berkeliling melihat dan memiliki cokelat. Draco hanya mengikuti dari belakang. Mengamati setiap gerakan Jennifer.

Come to Hogwarts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang