Happy reading!!
⚡⚡⚡
Jennifer masih berada di rumah kaca milik Neville. Dia melihat-lihat semua isi rumah kaca tersebut. Sungguh menakjubkan. Bagaimana Neville bisa merawat semua tanaman ini dengan penuh kesabaran. Jika itu Jennifer maka dia sudah tidak sanggup. Mungkin ia hanya bisa merawat dua atau empat tanaman saja. Jennifer kemudian mendekati Neville lagi.
"Selain tanaman, kamu tidak menanam hal lain?" tanya Jennifer.
"Ehm well, aku ada menanam bunga," balas Neville.
Jennifer tampak tertarik, "Aku ingin melihatnya!" serunya.
Neville tersenyum dan menyuruh Jennifer untuk mengikutinya. Jennifer kemudian mengikuti Neville. Mereka kembali ke dalam rumah. Neville berjalan menaiki tangga, melewati lorong dan menemukan sebuah pintu bercat cokelat dengan tulisan Neville Longbottom. Jennifer berpikir jika ini adalah kamar Neville. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam.
Jennifer melihat kesekeliling. Sangat tertata rapi dan harum. Pandangannya berhenti pada beberapa tanaman dan dua bunga di jendela. Jendela di kamar Neville agak besar. Dia segera mendekati bunga yang menarik perhatiannya.
"Ini Lily Putih?" kata Jennifer, matanya berbinar saat melihat bunga tersebut.
"Benar, aku menanamnya. Hanya dua jenis bunga, satu Lily dan Mawar," ucap Neville.
Jennifer jelas sangat menyukai kedua bunga tersebut. Bunga lily dan mawar adalah bunga kesukaannya. Bagaimana Neville bisa mengetahuinya.
"Ini sangat cantik!"
"Kau menyukainya kan? aku menanamnya karena mengingat kau menyukai bunga itu."
"Benarkah?! kau memang tahu diriku."
"Kau boleh membawanya jika mau, aku memang menanamnya untukmu."
Jennifer meloncat saking senangnya, dia segera memeluk Neville dengan erat. Neville yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba terkejut. Dia membalas pelukan tersebut dengan canggung. Jennifer segera melepaskan pelukan itu dan berdehem, menetralkan suasana.
"Maaf aku sangat senang sampai memelukmu. Jadi aku boleh memilikinya?" Jennifer tersenyum.
"Iya Jennifer."
"Terimakasih Neville!" ucap Jennifer dan dibalas dengan senyuman.
Suara ketukan terdengar dari luar. Nenek Neville muncul di ambang pintu.
"Maaf menganggu waktu kalian. Makan siang sudah siap."
"Baik nek!" jawab mereka berdua.
***
Hari ini adalah hari keberangkatan murid-murid kembali ke Hogwarts. Jennifer di antar oleh ayah dan ibunya. Pas sekali saat berada di stasiun muggle mereka bertemu dengan keluarga Weasley. Jennifer segera mendorong trolinya menuju dinding. Saat dia menembus dinding tersebut, dia melihat banyak penyihir dewasa dan anak-anak. Orang tua Jennifer mengikuti dari belakang. Jennifer berhenti tepat di samping Percy.
"Itu Penelope!" Percy segera merapikan jubah barunya dan membusungkan dadanya.
"Mau menghampiri pacarmu Percy?" ejek Jennifer.
KAMU SEDANG MEMBACA
Come to Hogwarts
RandomJennifer Rosemary, dia sangat menyukai film harry potter, dia mempunyai banyak karakter yang di sukai tapi sayang sekali ending nya mereka mati. Karena kecintaan nya terhadap harry potter dia memiliki banyak sekali aksesoris harry potter bahkan ia m...
