⚡⚡⚡
Happy reading!!
Wajah pria yang baru saja muncul tidak terlihat sama sekali, tertutup berada di kegelapan. Dia memakai jubah, menutupi wajahnya. Dia maju perlahan setelah menurunkan tongkat miliknya. Jennifer terdiam, nafasnya tercekat melihat seseorang itu perlahan mendekat, melepas tudung jubahnya. Jennifer mengetahui dia siapa. Tatapan matanya sangat tajam, Jennifer yang di tatap bisa merasakan jika itu bisa menembus dirinya.
Wajahnya tegas, kulitnya sangat pucat, matanya hitam gelap. Jelas, Jennifer tau ciri-ciri orang ini.
"T-tidak! Itu tidak mungkin!" seru Jennifer bergetar.
Sirius yang mendengar seruan Jennifer segera menoleh. Terkejut, dia membantu Jennifer berdiri. Jennifer berdiri dengan susah payah. Kulitnya masih terasa perih, bahkan seluruh badannya. Dia ingin menangis, tetapi ia tidak bisa. Dia lebih panik oleh apa yang dilihat di depan matanya sekarang.
"Apa yang tidak mungkin? Ini adalah kenyataannya," suara Tom tegas, tegang, dan kasar. Itu yang bisa disimpulkan Jennifer.
"Kau seharusnya tidak hidup kembali!" teriak Jennifer. Memegang dadanya, masih sakit karena tekanan itu.
Tom menyeringai. "Apa yang tidak mungkin, Jennifer. Buktinya aku berada di depanmu sekarang." Tom berbicara sambil berjalan perlahan mendekati Barty yang tidak sadar. Dia menyentuh wajahnya dengan kaki. Jennifer bisa melihat ia berbicara 'tidak berguna' secara berbisik.
Tom menatap Jennifer. Jika tatapan bisa membunuh, itu bisa membunuh Jennifer sekarang. Tatapan marah, kesal, bercampur aduk.
"KAU BERANI-BERANINYA MENGHANCURKAN HORCRUX MILIKKU! SEKARANG HADAPI MAUTMU SENDIRI" teriak Tom. Dia segera melontarkan sebuah mantra pada Jennifer.
Jennifer walaupun masih kesakitan tetap membalas Tom Riddle. Ini dia, benar-benar mimpi buruknya terjadi. Ternyata benar mimpinya adalah sebuah kenyataan. Sirius panik. Dia ingin membantu. Tetapi sebelum itu Jennifer sudah berkata, "Sirius! Tetap jaga horcrux itu!" seru Jennifer yang masih mencegah mantra-mantra dari Tom Riddle.
Sirius tidak bisa berbuat apa-apa. Jennifer sudah berkata seperti itu. Pertarungan kedua Jennifer terjadi lagi. Dia berusaha bertahan meski tubuhnya terasa sakit. Kilatan cahaya merah dan hijau memenuhi ruangan. Duel itu sangat mencekam daripada ketika Jennifer menghadapi Barty. Tom sangat kuat, jelas sekali. Jennifer ragu, tapi ia tidak boleh menyerah. Tidak setelah tahu Tom bangkit.
Jennifer seharusnya menyuruh Sirius menghancurkan horcrux piala itu. Jika seperti itu, ia takut Tom akan menyerang Sirius secara tiba-tiba. Terlalu beresiko. Dia harus memikirkan cara lain.
"Kau akan kalah!" ucap Tom dan tertawa, merasa ia paling hebat.
Dia bertarung dengan mudah, seakan dia menganggap ini sebuah permainan. Jennifer jelas tidak akan menyerah walaupun, Tom sangat tenang dan santai dalam bertarung dengannya.
Jennifer menyeringai di sela pertarungan itu. "Dasar Voldemort, kau akan dikalahkan oleh gadis berusia 13 tahun!" seru Jennifer.
Serangan Jennifer yang terakhir membuat Tom mundur, mengenai tubuhnya. Ruangan itu hampir sudah tidak berbentuk karena banyak yang terkena mantra. Entah apa saja mantra yang mereka gunakan, yang jelas mereka terus melawan. Saat itu juga Tom mengetahui jika Jennifer tidak patut diremehkan. Jennifer sangat kuat, karena itulah di yang ditakdirkan. Sekarang Tom mulai gelisah, ia berusaha melemparkan kutukan-kutukan yang bisa melumpuhkan Jennifer.
KAMU SEDANG MEMBACA
Come to Hogwarts
Ngẫu nhiênJennifer Rosemary, dia sangat menyukai film harry potter, dia mempunyai banyak karakter yang di sukai tapi sayang sekali ending nya mereka mati. Karena kecintaan nya terhadap harry potter dia memiliki banyak sekali aksesoris harry potter bahkan ia m...
