Part 31

437 47 5
                                        

Happy reading!!

⚡⚡⚡

Hari ini adalah pertandingan quidditch. Pertandingan antara Gryffindor dan Slytherin. Dua asrama yang selalu merebutkan piala asrama. Jennifer sedang berjalan menuju lapangan quidditch di Hogwarts bersama Ron, Hermione, dan Neville. Banyak murid-murid yang berbondong-bondong untuk melihat pertandingan quidditch. Sebenarnya Jennifer malas sekali hanya untuk melihat pertandingan ini.

Saat mereka sampai di tempat Gryffindor, sudah banyak orang yang menunggu pertandingan. Bersorak-sorai untuk mendukung tim mereka. Ada yang membawa bendera gryffindor dan slytherin, masing-masing membawa untuk mendukung tim mereka. Seperti sekarang, Jennifer membawa bendera merah dengan lambang singa di sana. Jennifer melihat kesampingnya dimana ada seseorang yang membawa spanduk besar bertuliskan, Gryffindor wins. Jennifer tertawa geli melihat betapa niat mereka mendukung.

"Ada apa, Jen?" tanya Neville.

"Tidak. Mereka membawa spanduk? sangat hebat sekali untuk mendukung tim quidditch Gryffindor," jawab Jennifer.

Neville mengangguk, "Tentu saja. Mereka berantusias untuk mendukung. Semoga saja gryffindor akan menang hari ini," kata Neville.

"Ya, kurasa gryffindor akan menang selalu. Selama ada seeker terbaik di Gryffindor," ujar Jennifer.

"Harry akan mendapatkan snitch lagi!" seru Ron antusias pada mereka bertiga.

"Semoga dia tidak terkena bludger," celetuk Hermione.

Jennifer segera menatap Hermione, "Tenang saja, Mione. Semua akan baik-baik saja," balas Jennifer dan Hermione mengangguk.

Jennifer menatap kedepan, Madam Hooch sedang membuka pertandingan quidditch ini. Dia mulai memanggil para pemain gryffindor terlebih dahulu. Semua orang bersorak melihat kedatangan tim Gryffindor yang menggunakan sapu. Mereka terbang satu persatu. Jennifer bisa melihat Harry dan juga si kembar dengan sapu baru mereka. Jennifer tersenyum saat Fred dan George melambai kearahnya.

"Kau memberikannya firebolt, Jen?" celetuk Ronald.

"Iya begitulah. Bagaimana kau tahu?"

Ron mendengus. "Tahu, mereka memamerkannya padaku." Ucap Ron dengan raut kesal.

Jennifer menggeleng mendengar itu. Kemudian Madam Hooch memanggil pemain quidditch Slytherin untuk terbang keatas. Semua orang bersorak seperti kedatangan gryffindor. Jennifer tidak mengenali tim Slytherin, dia hanya mengenal pemuda berambut pirang yang sangat angkuh. Jennifer melihat kearah Draco. Ternyata laki-laki itu sedang melihatnya, tidak butuh satu menit Draco sudah memalingkan wajahnya. Jennifer hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.

"Kita mulai pertandingannya!" teriak Madam Hooch.

Pertandingan di mulai. Para chaser berlomba-lomba untuk merebut quaffle. Komentator kita Lee Jordan sangat semangat menggebu-gebu. Beberapa kali di tegur oleh Professor McGonagall karena menjelekkan asrama Slytherin. Jennifer memperhatikan pertandingan dengan fokus. Para seeker masih terbang memperhatikan sekeliling.

"Gryffindor mendapatkan poin lagi!" seru Lee sebagai komentator.

Sejauh ini gryffindor tetap unggul. Slytherin hanya mendapatkan beberapa poin. Pertandingan makin sengit, slytherin sudah tampak marah.

Come to Hogwarts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang