Part 30

417 42 0
                                        

Happy reading!!

⚡⚡⚡

Jennifer berjalan dengan pikiran yang penuh akan perkataan Professor Trelawney. Dia akan pergi menuju jembatan. Tapi sebelum dia sampai ia menabrak seseorang. Jennifer tidak memperhatikan jalan sama sekali. Jennifer mendongak dan di depannya terdapat Professor Lupin. Jennifer tersenyum kikuk dan menggaruk belakang lehernya.

"Maaf, Professor Lupin, aku tidak sengaja menabrak dirimu," ucap Jennifer.

Professor Lupin tersenyum, "It's okey. Ada apa? Kau terlihat pucat, Nona Lawrence," kata Professor Lawrence.

Jennifer menghela nafas. "Well, sedikit problem, Professor," jawab Jennifer.

"Baiklah, jika kau butuh bantuan, aku bersedia membantu." Professor Lupin akan beranjak pergi, tetapi Jennifer membuka suara untuk menghentikannya.

"Professor, aku butuh bantuan." Jennifer menatap kebawah, menautkan jari-jari miliknya. "Aku —"

"Tidak perlu takut, Jennifer. Aku siap membantu, apapun itu."

"Ehm ... aku ingin anda mengajarkan aku ilmu pertahanan secara pribadi. Seperti mantra pertahanan atau hal lain, Professor." Jennifer susah payah berkata, ia takut jika Remus curiga.

Remus terdiam sebentar. Dia menatap Jennifer dengan tanda tanya besar. Tapi dia akhirnya mengangguk. "Baiklah, Jennifer. Saya siap untuk mengajarkan anda secara pribadi."

Jennifer tersenyum girang. "Terimakasih kasih, Professor. Jika perlu saya akan memberikan apapun —"

"Tidak, Jennifer. Aku selalu sedia untuk mengajarkan semua murid Hogwarts. Aku bertugas sebagai professor di sini," ujar Professor Lupin.

"Terimakasih, Professor."

Professor Lupin mengangguk. "Kenapa kau ingin belajar secara pribadi tentang pertahanan?" tanya Professor Lupin.

Jennifer terdiam. Dia memutar otak untuk mencari jawaban. Hal apa yang perlu dia katakan. Dia tidak mungkin memberitahu semua yang sedang terjadi. "Aku ingin lebih handal dalam mempelajari sihir," balas Jennifer.

"Baiklah, selama untuk kebaikan. Jika begitu, aku akan pergi dahulu."

Professor Lupin segera pergi meninggalkan Jennifer. Jennifer bernafas dengan lega. Akhirnya professor Lupin pergi tanpa menanyakan hal lebih. Mungkin seiring berjalannya waktu Remus akan menanyakan lagi. Dipikirin Jennifer sekarang, dia harus belajar banyak seni pertahanan. Apalagi dalam sihir untuk menghadapi kemungkinan yang besar.

Jennifer segera melangkahkan kakinya lagi. Dia pergi melewati jembatan. Ia berniat untuk pergi ke hutan terlarang. Setelah beberapa menit dia berjalan dia sampai di hutan terlarang. Suasananya jelas sepi tanpa satu orang pun. Jennifer mencari tempat yang enak untuk di duduki. Terdapat batang pohon yang besar dan cocok untuk tempat duduk. Dia segera duduk di sana.

Angin berhembus dengan lembut. Menerpa helaian rambut hitam milik Jennifer. Dia mulai mengeluarkan sebuah buku berwarna cokelat. Sebuah buku diary. Dia selalu menulis keluh kesahnya setiap hari di sini. Dia memegang pena bulu miliknya dan mulai menuliskan satu persatu kata demi kata.

Dear diary,

Semuanya terlihat semakin dekat dan aku yakin ini bukan hal yang baik. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Setiap detik aku selalu berpikir bagaimana cara untuk selamat sampai akhir. Aku perlu menghancurkan semua horcrux sebelum tahun ketiga. Saat natal aku akan pergi ke Little Hangleton untuk menghancurkan horcrux. Aku harap semuanya akan berjalan lancar. Tidak ada hal besar yang akan terjadi pada saat itu. Aku harap...

Come to Hogwarts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang