Part 16

542 60 3
                                        

Happy reading!!

💌💌💌


Jennifer masuk ke dalam sarang ular tersebut. Harry, Ron, Hermione dan Neville mengikuti dari belakang. Tempat ini tampak sangat kotor. Benar cocok untuk sebuah sarang ular. Jantung Jennifer berdegup dengan kencang. Ia jelas takut mendekati ular itu. Benarkah basilisk tidur. Lagipula dia bangun ketika pewaris Slytherin memanggilnya kan, seperti 50 tahun yang lalu.

Saat ia sudah berada di dekat basilisk. Memeriksa apakah ular ini tertidur atau tidak. Jennifer menghela nafas ketika menyadari jika ular itu memang tertidur. Jennifer segera mengeluarkan ayam dalam karung yang di bawa nya tadi.

Jennifer menatap teman-temannya. Mereka menganggukkan kepala pada Jennifer tanda siap. Jennifer menarik nafas dalam-dalam. Meraih tongkat di saku jubahnya. Cahaya muncul di ujung tongkatnya. Ayam itu berkokok, mengira cahaya itu adalah sinar matahari pagi. Hening. Jennifer segera melepaskan ayam yang berkokok itu. Dia mulai mendekati basilisk secara perlahan. Memeriksa apakah benar ular itu mati.

Mereka semua berkeringat dingin melihat Jennifer mendekat ke arah ular raksasa. Jennifer memeriksa ular itu. Ular itu benar-benar mati dan tidak akan hidup.

"Bloody hell, itu tadi menegangkan" ucap Ron.

"Demi jenggot Merlin! aku tidak pernah melihat ular sebesar ini" ujar Neville.

"Aku tidak menyangka ular itu benar-benar mati karena seekor ayam, yang benar saja ayam?" kata Hermione tidak percaya.

"Ya ular ini benar-benar mati, aku membutuhkan beberapa taringnya" ucap Jennifer.

"Buat apa taring itu?."

"Kalian tidak perlu tahu."

Harry membantu Jennifer mengambil taring basilisk. Agak menyeramkan mengambil taring itu. Melihat taring basilisk yang sangat tajam. Jennifer mengambil taring itu dengan hati-hati. Jennifer mengambil 5 taring basilisk, hanya untuk berjaga-jaga jika kehilangan salah satu.

Setelah memastikan ular itu benar-benar tidak akan hidup lagi dan mengambil apa yang diperlukan Jennifer mengajak teman-temannya untuk keluar dari sana. Ia sudah tidak betah di sana. Langkah selanjutnya adalah menghancurkan horcrux. Mereka berjalan ke tempat awal dimana ada patung Salazar Slytherin. Mereka berdiri di sana.

"Sebenarnya apa niat mu membunuh ular itu, Jen?" tanya Hermione, jelas dia penasaran alasannya.

"Ular itu berbahaya jika terus berada di kastil, bagaimana jika ular itu keluar dan membunuh muggleborn dan ada alasan lain yang tidak bisa ku beritahu" balas Jennifer.

"Itu benar sekali!" ucap Harry.

Jennifer memandang Harry di depannya. Lalu ia mengeluarkan buku harian Tom Riddle atau bisa kita sebut horcrux. Jennifer meletakkan buku itu di lantai. Ia berjongkok dan memegang taring basilisk di tangan kanannya.

"Teman-teman tolong mundur sejauh mungkin" ucap Jennifer dan memandang mereka berempat.

Mereka semua memandang Jennifer heran. Mengapa Jennifer meletakkan sebuah buku harian dilantai dan memegang taring yang diambilnya tadi. Tapi mereka tetap menurut dan menjauh sejauh mungkin. Setelah memastikan Harry dkk menjauh, Jennifer segera membuka buku harian yang kosong itu.

Come to Hogwarts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang