Hari hari setelahnya menjadi salah hari paling sibuk bagi semua orang, kecuali Hailey. Di tengah kesibukan yang terus memuncak, seluruh perhatian terfokus pada acara prom night yang akan menjadi penghormatan terakhir untuknya.
Mr. dan Mrs. Selli sibuk menyusun semua keperluan formalitas. Mereka berbicara dengan pihak radio dan media metropolitan, memastikan publik mengetahui acara tersebut. Bagi mereka, ini adalah cara memberikan kenangan indah terakhir untuk putri mereka, sekaligus membiarkan dunia tahu betapa berartinya Hailey.
Di sisi lain, Levin bekerja tanpa henti. Ia memastikan semua detail acara sempurna. Tempat prom night sudah mulai dipenuhi dekorasi, dan Levin sendiri yang mengatur posisi panggung, daftar lagu, pencahayaan, dan bahkan latihan terakhir untuk menyanyikan lagu Clouds. Lagu itu awalnya duet antara dirinya dan Hailey, tetapi kini harus ia nyanyikan sendiri—sesuatu yang membuat hatinya berat namun tetap ia lakukan demi gadis itu.
Noah, bersama adik Hailey, sibuk mencetak dan menyebarkan poster. Poster itu memperlihatkan wajah Hailey dengan tanggal acara di bawahnya. Mereka ingin acara ini tidak hanya dihadiri siswa sekolah, tetapi juga semua yang mengenal Hailey. Bagi Noah, ini adalah caranya menunjukkan bahwa cintanya tidak akan pernah pudar, meski waktu Hailey hampir habis.
Sementara itu, Hailey hanya bisa terbaring lemah di sofa ruang keluarga. Tubuhnya yang semakin ringkih diinfus, napasnya berat, tetapi wajahnya tetap terlihat tenang, seolah menerima kenyataan dengan damai. Di depannya, televisi menyala, tetapi ia nyaris tidak memperhatikan apa yang ada di layar.
Mrs. Selli sesekali menghampiri untuk menyelimutinya, memastikan tubuh kecil itu tetap hangat. "Sayang, kau butuh sesuatu?" tanya Mrs. Selli dengan lembut, meskipun jawabannya hampir selalu berupa gelengan lemah dari Hailey.
Noah juga sesekali datang di tengah kesibukan itu,ia duduk di sebelahnya, menggenggam tangan Hailey erat-erat. "Aku akan tetap di sini, Hailey. Jangan khawatir. Aku tidak akan pergi ke mana-mana," ucapnya pelan, suaranya sedikit bergetar, tapi penuh dengan ketulusan.
Di lain waktu, Levin juga menyempatkan diri datang. Setelah mengurus banyak hal di sekolah,di prom bahkan di tempat lain, ia selalu kembali ke rumah Hailey, memastikan ia tetap di sisi gadis itu meski hanya untuk sesaat. Ia duduk di kursi di dekat sofa, menatap Hailey yang tampak tertidur. Kadang ia ingin mengatakan banyak hal, tetapi akhirnya hanya duduk dalam diam, menikmati detik-detik singkat bersama Hailey sebelum semuanya berakhir.
Ruangan itu terasa dipenuhi keheningan, tetapi bagi mereka yang ada di sana, keheningan itu menyimpan ribuan emosi: cinta, pengorbanan, dan kesedihan mendalam yang tak terucapkan. Bagi Levin, setiap waktu yang ia habiskan bersama Hailey adalah anugerah, meski harus dilalui dengan rasa perih yang mengiris hati.
____
Siang itu, udara terasa berat di rumah keluarga Bridger. Seorang dokter yang telah merawat Hailey dengan penuh dedikasi selama ini, datang dengan langkah tenang, membawa sebuah kenyataan yang tak seorang pun ingin dengar. Hailey tak lagi mampu pergi ke rumah sakit, sehingga kini giliran rumah yang menjadi saksi setiap kunjungan medisnya.
Di ruang tamu, Mrs. Selli, Mr. Bridger, dan Edelin duduk dalam diam. Mereka menunggu dengan hati yang penuh kecemasan. Setiap menit terasa seperti satu abad. Ketika dokter akhirnya keluar dari kamar Hailey, mereka langsung berdiri. Wajah dokter itu tampak tenang, tetapi matanya menyimpan kepedihan.
"Saya telah mencoba segala yang saya bisa," ujar sang dokter, suaranya berat.
"Hailey adalah seorang pejuang. Dia melawan dengan seluruh kekuatannya. Tapi tubuhnya semakin melemah."
Dokter berhenti sejenak, menarik napas panjang, lalu melanjutkan, "Mungkin tinggal hitungan hari, atau bahkan lebih cepat. Pada titik ini... sulit untuk dikatakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
"Hailey's Silent Goodbye"
Novela JuvenilBunga krisan. Di sebuah taman yang cerah, dua bunga tumbuh bersebelahan: satu krisan yang setia, dan satu mawar yang memesona. Cinta yang tulus terjebak dalam bayang-bayang keindahan, sementara angin membawa harapan baru. Saat badai datang dan kelop...
