Sebuah taksi berhenti didepan sekolah terlihat ternyata Ara yang keluar dari dalam taksi tersebut dengan langkah pelan dan sedikit tertatih berjalan memasuki area sekolah sambil memeriksa ponsel yang baru ia hidupkan tadi terdengar deretan bunyi pesan masuk
Hukuman dari ayahnya beberapa hari lalu masih terasa sakit meski kondisinya sudah lebih baik tapi memar dibelakang masih sangat sakit bahkan luka disudut bibirnya masih belum membaik
Belum lagi kakinya dipukul oleh tongkat milik ayahnya hingga ia sedikit pincang saat ini
" Sialan kenapa rasanya malah lebih sakit dari tadi malam....." Lirih Ara karena semalam ia sudah merasa lebih baik tapi kini rasa nyerinya malah semakin terasa saat ini
" Mana ntar pelajaran olahraga lagi....tua Bangka sialan "
Semua mata tertuju menatap heran pada Ara yang berjalan tertatih tatih di lorong sekolah menunduk kelasnya
Setelah membutuhkan tenaga yang cukup menguras kini akhirnya ia tiba didepan kelas yang membuat semua mata langsung menatap kearahnya terutama Oniel, Olla dan Mira yang segera menghampiri Ara
" Loe kenapa gila....."
"Loe kemana aja cil..."
Mereka lantas membantu Ara yang sedikit tertatih untuk berjalan dengan rasa penasaran karena Ara yang baru muncul setelah beberapa hari dan dalam keadaan yang tidak baik
"ini muka kenapa...bekal luka Ama memar nya...loe dipukulin "
" Apa ini ulah geng Marsha....."
" Loe di bully Ra ...wah udah gak bener ini "
Ara memutar matanya malas dengan perkataan teman temannya itu yang sudah menduga hal hal aneh yang terjadi padanya
" Gak gak...gak kaya gitu....lagian yang mau ngebully gue siapa juga....geng Marsha mah mereka gak bakal berani dan kalaupun gue dibully yang udah pasti bakal gue lawan.... cara congek pada sih "
" Gue cuman jatuh aja dari motor....udah itu gak lebih " tegas Ara yang tentu saja tidak mungkin dipercayai begitu saja oleh ketiganya
" Loe jangan bohong raa....lagian ini gua udah kenal betul kalau luka begini itu bekas pukulan...."
" Iye soalnya sih Mira dulu mantan ketua geng bully makanya tau "
Plakkkk
Tamparan Olla dapatkan dibelakang kepalanya karena mengatasi Mira yang bukan bukan meski itu hanya candaan semata
" Gila ya loe ....udah jangan ngada ngada.....dan sekarang loe raa kasih tau siapa pelakunya " Mira menatap Ara dengan serius kali ini dan hal itu berhasil membuat Ara terdiam ini kali pertamanya ia bisa melihat ekspresi serius dari Mira yang tentunya membuatnya merasa sedikit tersentuh dengan ketiga teman nya itu yang khawatir terhadapnya
Ara hanya tersenyum kemudian memeluk ketiganya secara bersamaan
" Gue bangga temenan sama kalian.....makasih ya udah perhatian gini jadi terharu ini "
" Dan buat luka ini gue serius kalau ini cuman karena jatuh dari motor "
Ketiganya hanya bisa menghela nafas karena Ara yang sepertinya sangat enggan untuk bercerita pada mereka saat ini
Brakkkkk
Semua yang ada dikelas dibuat terkejut karena Marsha dan gengnya masuk tadi saat mendapat kabar jika Ara baru datang membuat Marsha segera menuju kelas gadis itu
Baru saja ia akan memarahi Ara karena tidak ada kabar sama sekali terhenti karena melihat kondisi wajah Ara yang terlihat memar yang masih ada meski sudah mulai menghilang
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
RomanceSiapa sangka gadis kecil yang dulu ia berikan janji agar jika gadis itu dewasa nanti mereka akan hidup bahagia dan menikah bersama Shani tidak menyangka jika Ara sigadis kecil yang sudah beranjak dewasa bahkan kini menjadi seorang murid disekolahnya...
