Siapa sangka gadis kecil yang dulu ia berikan janji agar jika gadis itu dewasa nanti mereka akan hidup bahagia dan menikah bersama
Shani tidak menyangka jika Ara sigadis kecil yang sudah beranjak dewasa bahkan kini menjadi seorang murid disekolahnya...
Sesuai dengan janjinya bersama Arga tadi pagi, kini Shani tengah bersiap untuk makan malam bersama pria itu .
Shani terlihat cukup pusing memilih pakaiannya karena sudah sangat lama rasanya ia tidak diajak keluar seperti ini.
Shani tersenyum melihat penampilannya dari cermin, namun senyuman itu seketika luntur saat dirinya malah menangis karena ia teringat akan Ara yang dulu sering mengajak makan malam.
Sial, Bagaimana ia bisa melupakan Ara jika setiap momen saja selalu membuatnya teringat tentang kenangan mereka. Entahlah Shani pun tidak yakin akan membuka hatinya untuk orang lain apakah keputusan yang tepat atau malah sebaliknya.
Tin....tin
Suara klakson diluar rumahnya, akhirnya membuat Shani tersadar dan segera memperbaiki penampilannya kembali lalu bergegas untuk keluar menemui Arga.
Arga yang berdiri sambil bersandar disamping mobilnya seketika dibuat terpana melihat penampilan Shani untuk kali pertamanya ia melihat Shani berpakaian seperti ini, meski sederhana tapi wanita itu terlihat sangat cantik baginya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shani sedikit merasa heran karena Arga yang terus menatapnya,
" Apa ada yang salah dengan penampilanku "
Arga segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Shani " Kau...hanya saja kau sangat cantik "
Shani hanya tersenyum jujur ia sedikit malu saat dipuji seperti itu oleh orang lain. Tak mau menunggu terlalu lama akhirnya, keduanya bergegas berangkat untuk makan malam bersama.
Selama perjalanan Arga terus membicarakan hal-hal sederhana yang berhasil membuat Shani terus terkekeh mendengarnya karena pria benar-benar membuat mood Shani membaik dengan candaan candaan recehnya.
Tanpa Shani sadari sepertinya ia mulai menikmati momen kebersamaannya dengan Arga dan disaat seperti ini terlihat jelas ia seakan sudah melupakan Ara.
Mungkinkah Arga adalah orang yang tepat bagi Shani sebagai kebahagiaan barunya ? Dan melupakan Ara ? Tidak ada yang tahu dengan masa depan seseorang, apalagi perasaan seseorang tentu saja dapat berubah seiring berjalannya waktu.
Bandara Internasional Soekarno Seorang wanita bersama beberapa pria berjas hitam telah sampai di Indonesia.
" Yang benar saja...kenapa ayah malah memberiku tugas lagi....padahal sudah janji kalau tugas di Swiss selesai aku bisa liburan " keluh wanita itu yang tidak lain adalah Ara yang nmenggerut kesal karena ayahnya yang memintanya menyelesaikan sebuah pekerjaan di Indonesia.
" ya mau gimana lah...nona muda....bos besar mau anda yang menghandle tugas ini secara langsung "
" Bukannya ini tugas seperti ini bisa ditangani oleh yang lainnya atau olehmu "