Part 30

619 49 0
                                        

Tepuk tangan riuh diacara pernikahan Zee dan Marsha hari ini setelah kini keduanya telah resmi menjadi pasangan yang telah menikah.

Meskipun menikah di Indonesia keduanya mendaftarkan pernikahan mereka diluar negeri jadi bisa dikatakan di Bali ini mereka hanya mengadakan pesta resmi pernikahan mereka saja.

Sedangkan dilain tempat,
Shani yang tadi pingsan kini perlahan mulai sadarkan diri dengan Arga yang sejak tadi setia mendampingi nya, saat melihat Shani pingsan Arga panik bukan main.
Dan kini memilih tetap menemani Shani hingga sadar dikamar hotel milik Shani karena tadi saat pingsan mereka langsung membawanya ke hotel dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya.

Shani baik baik saja.... mungkin pingsan itu tadi disebab serangan syok yang ia alami secara tiba-tiba setelah melihat Ara didepan matanya.

Meski Arga tak terlalu tahu banyak hal tentang hal yang terjadi tapi jika mengingat apa yang tadi ia dengar soal Ara dari Marsha saat mengatakan jika penyebabnya mungkin karena Ara, maka dapat disimpulkan jika seperti ada hal yang terjadi antara Shani dan Ara dan Arga tak begitu tahu menahu akan hal itu.

Terlebih lagi mereka yang mengatakan jika Ara yang masih hidup semakin membuat Arga bingung akan semuanya.
Banyak hal yang tak ia tahu soal kematian Ara yang baru ia tahu tadi dan juga ternyata Ara masih hidup ?

"Shani...."

Arga bergegas membantu Shani untuk duduk karena melihat wanita itu telah sadar dari pingsannya.

" Ara...."

" Tadi itu dia kan ? "

Shani hendak bangkit bangun namun Arga dengan cepat menahannya untuk kembali duduk dengan tenang,

" Shani tenang dulu....kamu baru sadar tadi kamu habis pingsan jadi jangan langsung mau bangun gitu "

" Gak....tadi itu benaran Ara kan...aku gak mimpi "

" Iya Shan iya....tadi Ara beneran datang...."

" Berarti aku gak mimpi kan ......"

Shani langsung bangkit kali ini dan pergi begitu saja dari kamarnya meninggal Arga yang dibuat heran dan bertanya-tanya kenapa Shani bisa sampai syok dan sangat senang  melihat Ara.

Kali ini ia tak mengejar Shani karena masih mencoba mencerna dan memproses semua yang terjadi, berlnarkah jika Shani dan Ara pernah memiliki hubungan sebelumnya ?








Sedangkan Shani

Ia kembali ketempat acara resepsi dari Zee dan Marsha terlihat disana para tamu undang tengah menonton dua pasangan yang baru resmi menikah itu tengah berdansa ditengah lantasi dansa.

Shani melihat kesana kemari mencari keberadaan dari Ara namun nihil ia tak menemukan sama sekali keberadaan wanita itu.

" Apa cuman mimpi tapi gak mungkin gak tadi Arga sendiri yang bilang kalau Ara datang "

Sampai akhirnya Shani melihat Oniel dan Olla yang tengah asyik menikmati pesta sambil memakan beberapa kue disana, lantas ia segera menghampiri keduanya.

" Laa....Niel....."

" Eh Bu Shani kok disini....bukannya tadi ibu pingsan dan harus beristirahat Bu "

Shani menggelengkan kepalanya " Ara....mana dia beneran datang kan...Araku beneran masih hidup kan dia kembali kan "

Olla dan Oniel kemudian saling pandang satu sama lain meski mereka lihat Shani datang bersama Pak Arga kepesta ini tapi, mereka masih yakin jika guru mereka itu masih belum bisa melupakan Ara sama sekali.

" Iya Bu....tapi tadi dia milih buat pulang lebih dulu sama Mira  "

" Dan parahnya lagi Bu kami belum tahu dimana dia tinggal "

" Eh tapi kan ada Mira....mending hubungin Mira aja "

Shani mengangguk setuju mendengar saran dari muridnya itu, lantas mereka segera menghubungi Mira menggunakan ponsel Olla.

Namun setelah beberapa kali dihubungi panggilan mereka tak diangkat sama sekali oleh Mira yang entah apa yang sedang terjadi sampai sampai Mira tidak mengangkat telponnya.





Dilain tempat
Terlihat didalam sebuah mobil terdapat ponsel yang berdering sedang tidak ada orang sama sekali didalam mobil saat ini.

Diluar dapat kita lihat jika Mira tengah berjalan menghampiri Ara yang berjalan lebih dulu darinya, kini entah bagaimana keduanya berada dipantai yang memang tak terlalu jauh dari lokasi hotel saat ini.

" Raaa.....loe kenapa sih main pergi gitu aja acara belum selesai lho tadi....bukannya temu kangen ame kita kita malah cabut gitu aja " gerutu Mira yang mengharuskan kannya ikut mengantar kemana perginya Ara takutnya temannya itu pergi tanpa kabar lagi.

" Maaf mir....tapi hahh gak tau juga gue sejak awal berharap Shani bisa ngelupain hubungan kami dan lanjutin hidupnya sama orang yang bisa bikin dia bahagia "

" Tapi ....tadi setelah melihat ada Pak Arga yang perhatian dan menjaga Shani sepertinya mereka pasangan kekasih ? Aku bisa jamin ! "

" Rupanya aku masih belum siap akan itu...aku gak rela Shani pada akhirnya benar-benar menjadi milik orang lain "

Mendengar suara lirihan dari Ara membuat Mira tak habis pikir jika ia berpikir begitu lantas kenapa Ara memilih tak memberikan kabar bahkan hingga 10 tahun lamanya pada mereka.

" loe jangan asal menyimpulkan......setahu yang gue tahu sebagai dokter pribadi bunda Hana ya....beliau sering cerita kalau Shani masih nungguin loe raa "

" Dan jika pun benar Shani sudah punya kekasih ......itu semua karena ulah loe sendiri yang sepuluh tahun lamanya gak kasih kabar "

" Kami berpikir kalau loe udah gak ada raa.....oke kamu baik baik saja tapi tidak sama Bu Shani dia ngejalani hidupnya dengan harapan loe bakal kembali "

" Hahh seperti ini karma....mir...biarlah gue nikmatin....mungkin gue emang gak pantas buat Shani "

" Dia berhak dapat yang lebih baik...."

" Dan kalau dia bahagia gue juga bakal bahagia "

Meski menyakitkan tapi Ara akan mencoba ikhlas dan merelakan Shani bersama orang lain, lagipula mencintai tidak harus memiliki bukan.

Buhghhhhg

Tamparan yang cukup keras Ara terima diwajahnya, kini Mira sang pelaku tengah menatap marah pada Ara.

" Cukup loe udah bikin Bu Shani nunggu tanpa kepastian raa....sekarang loe menyimpulkan hal yang belum pasti soal mereka.....pengecut loe raa "

" Benar loe benar benar gak pantas buat Bu Shani....gua bahkan gak habis pikir "

Mira lantas langsung pergi begitu saja meninggalkan Ara sendirian dipantai dan hanya ditemani beberapa orang yang lalu lalang dan suara deru ombak.

Ara terkekeh lalu memandangi ombak laut didepannya, benar apa yang Mira katakan ia sangat pengecut dan tak pantas untuk seorang yang sempurna seperti Shani.

Lantas haruskah ia benar-benar melupakan dan melepas Shani untuk menjadi milik orang lain ?

Meski tanpa Ara sadari sendiri jika Shani bahkan belum bisa membayangkan apa ia bisa bahagia dengan orang lain, meski memang ia mencoba memberikan pria baik seperti Arga namun masih belum terbayangkan baginya jika ia benar benar hidup tua tidak bersama Ara nantinya.

Bahkan tanpa Ara ketahui jika saat ini Shani benar benar terus memikirkannya dan mengkhawatirkan nya setelah pertemuan singkat mereka tadi dimana keduanya hanya saling menatap dan bicara melalui tatapan saja, cukup membuat Shani seketika hanya kini hanya terfokus untuk Aranya saja.


















To be continued............



YOUR PROMISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang