Ara kini sudah berada di jakarta meski lukanya baru saja sembuh namun ia memaksakan diri untuk menemui ayahnya, yang ia yakini kini kembali ke Indonesia.
Benar saja dirumahnya sudah begitu banyak anak buah ayahnya, menatapnya dengan tajam.
" mana ayah...." Tanya Ara pada salah satu anak buah kepercayaan ayahnya itu
" Aku disini....."
" Selesai urusanmu denganku langsung, jika kau masih ingin salah satu wanitamu tetap hidup "
Ara menatap tajam pada ayahnya yang malah menyeret orang orang tak bersalah dalam urusannya.
Mau tidak mau Ara bergegas masuk kedalam rumahnya dan seketika ia terkejut, melihat kondisi Marsha dengan lebam dibeberapa wajahnya serta dalam kondisi terikat pada sebuah kursi.
" Ayah ini salah....Marsha tidak terlibat sama sekali "
" Apapun yang menghalangi urusan maka dia terlibat.....dan juga dia sudah tahu siapa dirimu....dan semua rencanamu serta wanitamu yang satunya lagi "
"AYAH CUKUP!!!!!!! "
"Marsha kamu yang tenang ya, aku bakal nolongin kamu "
Dengan kondisi yang lemah dan setengah sadar Marsha menatap tajam pada Ara.
" Lebih baik aku mati dari pada harus ditolong oleh orang brengsek sepertimu raa ......hehh kau tua bangka cepat bunuh aku saja "
Ara tahu jika Marsha kini pasti sangat marah besar padanya, karena tujuannya mendekati dirinya hanya untuk balas dendam dan menjalankan perintah ayahnya saja.
Sedangkan Marsha ia benar-benar merasa kecewa pada Ara yang ternyata hanya memanfaatkannya selama ini, seharusnya sejak awal ia tidak perlu termakan oleh bujuk rayu Ara agar tidak berakhir seperti ini.
" Sudah, sudah cukup ini bukan tempat untuk saling meminta maaf "
" Sekarang Ara pilihan ada di tanganmu hidupnya atau hidupmu....atau ? "
Sebuah tv yang ada didekat mereka tiba-tiba menyala memperlihatkan seorang pria yang tengah direkam sambil memegang senjata Laras panjang dari sebuah gedung.
Lalu kamera tersebut diarahkan kesebuah rumah yang kali ini berhasil membuat Ara tercengang saat melihat itu adalah rumah bundanya Shani, bahkan terlihat saat ini Shani dan keluarganya sedang bersantai diruang tamu tanpa tahu jika nyawa mereka sedang diincar oleh penembak jitu dari gedung yang ada diseberang rumah mereka.
" AYAH!!!!! "
Ara hendak bangkit menyerang ayahnya namun beberapa anak buah sang ayah langsung menghadangnya dengan gesit.
Perkelahian pun terjadi, Ara yang memang dasarnya sangat ahli bela diri tidak sulit untuk melawan para anak buah ayahnya.
" BERHENTI !!! "
Herman mengarahkan senjatanya ke kepala Marsha yang berhasil membuat Ara berhenti melawan.
Srettt....bug hhhh.....
Sebuah belati menggores lengan Ara lalu ia di tendang, dengan cukup keras hingga tersungkur mengenai tembok.
Tak dipungkiri meski kecewa dan marah pada Ara namun, melihat Ara yang terluka cukup membuatnya khawatir.
Para anak buah Herman lantas langsung menyeret Ara untuk, mendekati Herman.
" Aku memintamu memilih....bukannya melawanku "
Senjata itu lantas ditodongkan kekepala Ara,
" Baiklah aku....aku memilih diriku " ucap Ara pada akhirnya yang membuat Marsha menggeleng kan kepalanya tak setuju.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
RomanceSiapa sangka gadis kecil yang dulu ia berikan janji agar jika gadis itu dewasa nanti mereka akan hidup bahagia dan menikah bersama Shani tidak menyangka jika Ara sigadis kecil yang sudah beranjak dewasa bahkan kini menjadi seorang murid disekolahnya...
