Epilog

1.1K 76 1
                                        

Setelah semua yang terjadi dimasa lalu dan kembali mempertemukan mereka lagi saat ini, Ara dan Shani memutuskan untuk kembali menjalin hubungan seperti dulu bahkan mungkin lebih erat lagi.

Ara bahkan tak tanggung-tanggung ia langsung mendatangi keluarga Shani untuk meminta restu terkait hubungan mereka saat ini,

Bunda Hana tidak masalah akan hal itu justru selama putrinya bahagia maka ia pun akan bahagia juga, terlebih lagi ia bersyukur dengan kembalinya Ara yang mereka kira telah tiada bisa menjadi obat dari segala luka sakit hati yang telah dilalui Shani.

Penantian Shani tak sia-sia menunggu Ara untuk kembali padanya dan semuanya terbayarkan.

Semua keluarga Shani yang lain juga setuju lagipula zaman semakin maju hubungan yang mereka jalani saat ini sudah jadi hal yang bisa dibilang cukup lumrah, meski memang belum diperbolehkan secara hukum saat ini.




Dirumah Shani
Kini keduanya memilih tinggal bersama dan Ara ia memilih menetap Di Indonesia setelah pertimbangan yang cukup panjang, serta sang ayah yang memberikannya kelonggaran pekerjaan jadi sekarang ia tidak perlu lagi harus melakukan pekerjaan yang memakan waktu lama dan tempat yang jauh kecuali keadaan yang mendesaknya untuk melakukannya.

Soal restu dari Herman sejak lama ia sudah memberikan restu bahkan membuat Ara kembali ke Indonesia adalah bagian dari rencananya untuk bisa mempersatukan keduanya lagi dan berhasil.







Shani sedang bersiap untuk berangkat kerja ia berjalan santai keluar kamarnya kemudian menghampiri Ara yang sedang sibuk didapur membuatkan sarapan untuk mereka berdua.

" kak isi kulkas mu sudah mulai kosong seperti kita harus belanja lagi "

Ara meletakan sepiring nasi goreng dengan tulus ceplok pendampingnya serta segelas teh hangat untuk Shani yang akan segera berangkat kerja.

" Makasih raa .....tapi gak hari ini ya soal ada rapat disekolah nanti sama guru-guru yang lain "

" Ya udah....wait rapat ? "

" jadi kamu bakal seharian sama pak Arga ya "

Shani hanya tersenyum lantas berdiri kembali lalu duduk dipangkuan Ara sambil merangkul bahu kekasihnya itu dengan mesra.

" sama guru yang lain juga sayang....cemburuan amat sih "

" Lagian kan aku sama pak Arga kami sekarang hanya teman dan rekan kerja semata gak lebih "

Shani mengelus rahang tegas Ara sambil menatapnya menyakinkan kekasihnya itu jika ia hanya milik Ara seorang.

Ara mengangguk pasrah saja meski ada perasaan tak suka karena Arga dan Shani yang pasti setiap hari bertemu karena memang mereka satu tempat kerja.

Mengingat Pak Arga yang pernah memilih perasaan dan mendekati Shani bahkan keduanya juga sempat berkencan beberapa kali saat Ara belum kembali.

Shani sadar jika raut wajah cemburu dan tak suka dari Ara tak akan bisa ditutupi, lantas ia menarik leher Ara lalu mencium tepat dibibir ranum kekasihnya.

Shani melumat lembut bibir Ara yang menjadi candu baginya, sedangkan Ara ia terbuai dan kini membalas ciuman tersebut tak kalah lembut namun sedikit menuntut.

Seperti ia menginginkan lebih dari sekedar ciuman semata ?

Bahkan tangan Ara sudah masuk kedalam kemeja Shani mengelus perutnya dan sensual perlahan naik keatas, dan saat ia akan meraihnya Shani dengan segera mengehentikan aksi Ara dengan langsung berdiri hingga ciuman keduanya langsung terlepas.

" raa aku mau kerja loh ini yang ada ntar telat "

" Iya iya maaf... soal kamu bikin ketagihan kak "

Pipi Shani bersemu merah meski begitu sering mendengar gombalan dan godaan dari Ara tapi ia masih saja selalu tersipu malu sekaan tak terbiasa dan berdebar dengan semua gombalan kekasihnya itu.

YOUR PROMISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang