Part 26

627 68 8
                                        

Shani sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya setelah pekerjaan hari ini yang cukup melelahkan, dimana mereka melakukan rapat panjang untuk sistem ujian anak kelas XII dan jalur masuk perguruan tinggi melalui sekolah mereka.

Kini Shani memutuskan untuk tinggal sendiri dijakarta sedangkan Bunda serta Dimas memilih untuk kembali ke Bandung dan tinggal bersama disana terutama dengan Dimas yang sudah menikah dan memiliki seorang tiga anak lalu

Terlebih lagi rumah mereka dibandung bersebalahan dengan rumah kakak pertamanya Bayu yang juga kini sudah punya dua anak yang sudah remaja semua.

Shani memilih tetap dijakarta karena tanggung jawab pekerjaan yang mengharusnya untuk selalu mementingkan kepentingan sekolah yang ia pimpin saat ini.

Shani membelokan mobil memasuki area perumahan nya berada saat ini, baru saja sampai disana ia malah dikejutkan dengan kedatangan orang yang tak ia sangka akan ia lihat kembali setelah beberapa tahun terakhir.

" Marsha "

" Bu Shani "

Marsha hanya tersenyum melihat mantan gurunya tersebut yang terlihat masih cantik dan lebih berwibawa saat ini.

" Apa kabar ? "

Keduanya langsung saling berpelukan menunjukan jika saat ini mereka dalam hubungan yang akur dan baik baik saja.

" Baik Bu....Bu Shani makin cantik aja....padahal baru tiga apa empat tahun rasanya kita gak ketemu Bu...."

" Kamu bisa saja....ayok masuk bicara didalam lebih enak kan "

Marsha menggelengkan kepalanya karena ia hanya sebentar kemari,

" Gak deh Bu ....soal saya juga lagi buru buru...ini saya mau ngasih undangan aja jangan lupa datang acaranya seminggu lagi "

Shani menerima sebuah undangan pernikahan yang terlihat jelas nama Marsha dan hal yang cukup mencengangkan bagi Shani melihat nama calon pengantin nya adalah adik dari Gita si mantan ketua osis yakni Zee.

" Zee....kalian...astaga rupanya kalian punya hubungan pantas saja Gita selalu bercerita soal adiknya yang sering keluar malam berkencan ternyata orang nya dirimu " kekeh Shani yang dibalas senyuman malu-malu dari Marsha.

" Butuh waktu untuku melupakan Ara dan Zee dia tidak menyerah hingga akhirnya aku luluh dan perasaan itu mulai muncul.....tentu saja Ara masih punya tempat dihatiku tempat yang berbeda dari Zee "

Mendengar nama Ara disebutkan membuat senyuman Shani seketika luntur begitu saja, dan Marsha sadar akan hal itu.

" Ya udah Bu saya pamit ya....jangan lupa datang "

Marsha lalu memeluk mantan gurunya itu dengan erat,

" Bu mungkin sudah waktunya kita merelakan nya Justru kalau ibu begini terus yang ada Ara gak senang jika ngeliat ibu kaya gini ...ingat pesan Ara Bu lanjutkan hidup dan temukan yang pantang untuk mu "

Marsha lalu segera pergi setelah tadi sedikit memberikan pencerahan pada sang guru agar tidak terjebak terus dengan masa lalunya.

Sudah jadi rahasia umum bagi orang-orang yang mengenal Shani dan tahu soal kematian Ara, juga selalu menceramahi Shani untuk merelakan kepergian Ara karena mencintai tidak harus memiliki bukan, lagi pula Shani harusnya melanjutkan hidupnya seperti yang dilakukan Marsha menemukan kebahagiaan barunya.

Lantas apakah Shani bisa untuk hal itu ?
Melupakan Ara dan mencari kebahagian baru ?



The End........

































































YOUR PROMISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang