Ara segera menghampiri Shani setelah menghabiskan pria tersebut, segera melepaskan ikatan nya lalu ia juga membantu Bunda Hana dan juga Dimas
Bughhhh.......
Tiba-tiba saja Dimas memukul wajah dari Ara hingga membuatnya mundur beberapa langkah
" Loe udah bikin bahaya kami....."
" Dimas kenapa mukul wanita.....sudah cukup !! Ara sedang terluka saat ini "
" Tapi Bun aku juga terluka disini "
Tentu saja Hana tidak lupa dengan paha putranya tadi yang ditembak namun baginya bukan saatnya saling menyalahkan disini.
Hana segera membantu Ara yang terlihat penuh dengan luka, sedangkan Dimas ia hanya bisa menahan kesal namun ada sedikit rasa bersalah karena malah memukul Ara padahal ia sudah ditolong olehnya.
" Mending kita pulang.....ayo Shan kamu gak papa kan "
Dimas menghampiri Shani yang terlihat bengong sejak tadi, karena rasa syok akan hal yang baru saja ia lihat.
" Kita kerumah sakit....." Ujar Hana yang sambil memapah Ara keluar dari tempat tersebut !
Ternyata mereka berada disebuah gedung tua terbengkalai yang jauh dari pusat kota, tempat yang sangat strategis untuk menghabisi orang.
Darah semakin bercucuran deras keluar dari luka tusuk diperut Ara bahkan ia sudah tidak kuat untuk melangkah karena kondisinya makin melemah.
" Bun....kita cari tempat yang lebih aman...aku takut jika Hanung akan mencoba mencari kita lagi karena rencananya telah gagal "
Hana terlihat berpikir ia kemudian menatap kedua anaknya yang juga bingung saat ini.
" Baiklah...Dimas kita ke rumah budemu "
" Hahh....bunda yakin itu lumayan jauh Bun....bandung bukan tempat yang dekat....mending kita kerumah sakit aja ini kaki aku sakit " Dimas berjalan pincang menuju area parkiran beberapa mobil yang ada didepan gedung tua tersebut!
" Tapi mau kemana lagi.....ara benar kita pasti masih dalam bahaya....."
Dimas hanya mengangguk pasrah lantas memasuki mobil mereka yang untungnya ada terparkir disana dengan kunci mobil yang ditinggalkan.
Shani melirik melihat Ara sebentar yang terlihat menahan rasa sakit dikursi belakang.
" Bun, bisa kita tukar tempat duduk "
Shani memilih keluar kembali untuk bertukar dengan Bundanya yang duduk disamping Ara.
Melihat kondisi tubuh Ara yang lebah membuat Shani menjadi merasa sangat bersalah karena tadi sempat bersikap cuek, tapi sebenarnya ia tidak memiliki maksud seperti barusan dirinya masih dibuat syok dan tak percaya dengan apa yang Ara lakukan didepan matanya membunuh orang !
" Raaa.....mending kita kerumah sakit aja "
Kini Kepala Ara berbaring di paha Shani yang kini tengah menatap khawatir padanya,
Ara menggelengkan kepalanya tak setuju dengan saran Shani barusan
" Bahaya kak ..... " Lirih Ara lemah kini kesadaran mulai hilang.
" Tapi raa...kondisi kamu gak memungkin sekarang....butuh waktu lama untuk sampai kesana bandung tidaklah dekat "
" Aku masih kuat..."
Namun setelah mengatakan itu Ara langsung memejamkan matanya, tak sadarkan diri, membuat Shani semakin panik dan khawatir dibuatnya
" Hiks...Raa....hiks....ko !! ayo ko, ngebut "
Shani kembali dibuat menangis histeris karena Ara yang kini tak sadarkan diri dalam dekapannya
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
RomanceSiapa sangka gadis kecil yang dulu ia berikan janji agar jika gadis itu dewasa nanti mereka akan hidup bahagia dan menikah bersama Shani tidak menyangka jika Ara sigadis kecil yang sudah beranjak dewasa bahkan kini menjadi seorang murid disekolahnya...
