Disinilah kini
Ara yang tengah ditatap dengan intens oleh Hana dan juga Dimas yang masih masih merasa tidak percaya dengan Shani yang mengenalkan gadis sekolahan itu sebagai kekasihnya
" Kamu....namamu siapa tadi "
Meski sempat tersentuh akan sikap Ara tadi tapi tetap saja Hana harus bisa bersikap tegas menyikapi hal ini
" Ara tante.....saya muridnya kak Shani "
" Bukannya harusnya seorang murid bersikap semestinya...tapi ini malah mengencani gurunya sendiri "
Suara tegas Hana berhasil membuat Ara semakin gugup bahkan meneguk ludah dengan susah payah sedangkan Shani ia hendak membantu Ara karena tidak tega tapi Dimas menahannya dan membuatkan ibu mereka yang bicara dengan Ara
" Iy....iya maaf tante....tapi perasaan gak ada yang tahu bukan....saya tulus pada kak Shani "
" Maaf sebelumnya nak Ara...bukannya saya meremehkan tapi putri saya ini Dia wanita karir dan usia sudah sangat matang untuk menikah dan berkeluarga serta memiliki keturunan nantinya "
" Saya sebagai seorang ibu tentu saja wajar bukan jika mengkhawatirkan masa depan putrinya sendiri...terlebih lagi jika tahu ia berkencan dengan seseorang yang masih muda bahkan muridnya sendiri "
" Dan....hahhh....lagi pula kalian sama sama wanita "
"Bun....jangan buat Ara gak nyaman gitu " lirih Shani namun seketika ia menunduk takut saat Hana menatapnya dengan tajam
Ara tiba tiba saja berdiri membuat ketiganya menatapnya dengan bingung namun tak berselang lama mereka langsung membulatkan matanya saat Ara yang tiba tiba saja berlutut bahkan bersujud didepan Hana
" maaf sekali lagi tante....tapi saya benar benar tulus mencintai Shani...."
" Soal masa depan seperti yang tadi tante sebutkan saya akan jamin Shani bisa mendapatkan semuanya.....soal uang saya tidak kekurangan sama sekali jadi semuanya akan baik baik saja bahkan sampai kami menua nanti dan soal keturunan semua bisa dilakukan diera modern saat ini " jelas Ara yang berhasil membuat Hana sedikit tersenyum dengan jawaban tegas tersebut
Ara kemudian menatap Hana dengan tatapan serius menunjukan keseriusan akan hal yang barusan ia katakan
" Kamu yakin mau sama adik ku ini.....pikirin lagi "
" Shani ini manja dan aaaawwwwhhhh....sakit Shan "
Dimas hanya bisa meringis karena cubitan Shani dipinggangnya karena telah mengejeknya
" Yakin sekali "
Hana kemudian menganggukan kepalanya dan terlihat berpikir sejenak
" Lulus sekolah langsung nikahi Shani...."
Pipi Shani seketika bersemu merah saat mendapatkan restu dari ibunya yang ia kira tidak akan mungkin menerima hubungan yang ia lakukan saat ini bersama Ara
Ara tersenyum dan segera mengangguk dengan wajah yang bahagia karena bisa mendapatkan restu dari ibu Shani
" Bahagiakan anak saya....kalau sekali saja kamu bikin dia nangis atau menderita jangan harap dapat restu dari saya lagi "
" Tentu saja tante...."
" Panggilan saya bunda....sama seperti Shani dan kakaknya memanggil saya "
Ara tersenyum kemudian menatap pada Shani dan Dimas yang juga ikut tersenyum padanya
" Iya tan ..maksudku bunda "
" Ingat raaa gue sebagai kakaknya juga bakal ngawasin loe...awas aja sampai nyakitin nih bidadari kecil " ucap Dimas
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
RomanceSiapa sangka gadis kecil yang dulu ia berikan janji agar jika gadis itu dewasa nanti mereka akan hidup bahagia dan menikah bersama Shani tidak menyangka jika Ara sigadis kecil yang sudah beranjak dewasa bahkan kini menjadi seorang murid disekolahnya...
