Part 19

696 83 2
                                        

Setelah kejadian sore itu kini Ara dan Marsha keduanya benar benar resmi bahkan sudah benar benar seperti orang yang berpacaran.

Jika sebelumnya Ara selalu menempeli Marsha dan menggodanya, kali ini Marsha bahkan tak ragu untuk merangkul mesra Ara didepan banyak orang.

Bahkan saat akan keduanya berangkat ke sekolah seperti sekarang Ara yang kini tengah menyetir mobilnya setelah dipaksa naik mobil bersamanya untuk ke sekolah hanya bisa pasrah saat Marsha yang sejak tadi menggenggam tangannya, membuatnya harus menyetir dengan satu tangan.

" Sha....emm...ini beneran gak papa kita berangkat bareng, takutnya nanti malah jadi pusat perhatian disana "

Ara tentu saja bukan takut karena orang orang akan tahu soal hubungan mereka tapi, ia lebih takut jika hal ini sampai ke telinga Shani atau bahkan, mereka bisa saja berpapasan dengan Shani, secara ia adalah guru mereka disekolah.

" Biarin raa....biar semuanya tahu kalau sekarang kamu milik aku begitu juga sebaliknya .....gak ada bantahan "

Ara hanya mengangguk ragu meski ia benar benar takut jika Shani akan melihat mereka, apalagi ia belum memberitahu Shani perihal rencananya pada Marsha.

Sesampainya di sekolah Ara rasanya benar benar enggan untuk keluar dari takut jika Shani akan melihat mereka berdua

" Loh kok gak keluar.....ayok "

Marsha menatap bingung pada Ara yang terlihat enggan untuk keluar dari mobil tapi disatu sisi Arapun tak punya pilihan lain karena ia sudah menjadi konsekuensi dari rencananya

Keduanya lantas keluar dari mobil dengan Marsha yang terus merangkul lengannya. Membuat Ara semakin dilanda rasa gugup dan ia hanya bisa berharap saja semoga Shani tidak melihat mereka, meski itu adalah hal yang sangat sulit akan terjadi.

Semua mata tentu melihat kearah mereka saat ini terutama, para geng OSIS yang kini heran, melihat Marsha yang terlihat begitu mesranya merangkul lengan Ara.

" Sha....wait jangan bilang loe udah nerima nih tukang onar "

Kathrin yang tentu saja sedang menemani Gita sang ketua OSIS keliling, untuk mengecek atribut, para murid lainnya tadi melihat keduanya.

" Bisa dibilang begitu....sekarang Ara udah jadi bagian dari kita semua...dia punya gue ya "

Ara hanya bisa menggaruk pipinya yang meski tak gatal sama sekali. Merasa sedikit salah tingkah dengan perkataan Marsha barusan.

Gita lantas menatap tajam pada Ara karena ia ingat betul beberapa hari lalu melihat Ara yang bersama Bu Shani pulang bersama

" Kita perlu bicara....."

Gita langsung menarik Ara untuk mengikutinya, kini keduanya sedang berada ditaman yang ada di belakang sekolah

"Apaan sih Bu OSIS....sakit nihh tuh merah kan "

Ara menggerutu karena pergelangannya yang di cengkeram kuat oleh Gita, yang sambil menariknya kesini.

" Sekarang gue minta penjelasan dari loe ya raa...baru beberapa hari lalu gue ngeliat loe pulang bareng Bu Shani terus sekarang loe malah beneran jadian sama Marsha "

" Marsha itu sahabat gue....loe jangan jadiin dia mainan...orang kaya loe udah ketebak isi kepalanya "

Ara menatap heran pada Gita yang kini menuduhnya yang tidak tidak. Meski, sebagai dari perkataan Gita padanya tidak salah juga, sebab ia mendekati Marsha hanya untuk menjalankan rencananya saja tidak lebih.

" Gue serius sama Marsha....dan gak main main sama sekali...soal Bu Shani beliau adalah orang yang dulu sangat berjasa di hidupku itu saja gak lebih bu OSIS " tegas Ara meski tidak sepenuhnya benar, tapi perkataannya itu tidak sepenuhnya salah juga.

YOUR PROMISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang