Dengan wajah paniknya, Ara bersama Dimas kini keduanya sudah tiba dirumah sakit, sejak tadi Dimas hanya terkekeh melihat wajah khawatir Ara selama perjalanan mereka kemari ia ingat betul wajah kaget Ara sata tahu Shani memiliki penyakit.
Flashback On
Ara hanya diam duduk didalam mobil pikirannya melayang mengenai kondisi sang kekasih.
" Tenang raaa....Shani udah agak mendingan kok sekarang....penyakitnya kambuh efek kelelahan aja "
Ara menoleh menatap Dimas, seraya menghela nafas
" Maaf ko...tapi aku ngerasa bukan jadi kekasihmu h yang baik...masa pacar sendiri sakit aku gak tau...."
Dimas ikut prihatin mendengarnya ia mengerti perasaan Ara namun menurutnya, tidak seharusnya Ara berpikir begitu. Lagipula mereka baru menjalin hubungan, jadi wajar jika Ara tidak tahu.
" Shani.....dia dulu pernah kecelakaan yang membuat digudang ayah kami waktu dia masih hidup "
" Terjadi kebakaran besar....dan siapa sangka Shani dia ada didalam gudang tersebut "
" dan untungnya...Shani bisa diselamatkan meski harus dirawat beberapa hari ...dan dia mengalami kerusakan pada paru parunya karena terlalu banyak menghirup asap waktu itu...."
" Bisa dibilang sekarang paru paru Shani itu sangat lemah tidak seperti orang normal pada umumnya jadi jika sampai terlalu lelah maka kondisi tubuhnya akan melemah "
Mendengar penjelasan dari Dimas membuat Ara ikut merasa sedih, dan kesal secara bersamaan karena ia tidak tahu informasi akan hal itu.
Membuatnya kini benar benar ingin menjaga dan melindungi Shani.
Flashback Off
Dimas dan Ara keduanya masuk kesebuah ruangan VIP dan harus mengenakan alat pelindung medis serta masker, agar udara didalam ruangan Shani tetap steril. Karena, sekarang Shani memang butuh butuh udara bersih.
Shani yang didalam sedang mengobrol dengan ibunya sambil makan menatap tak percaya melihat kedatangan Ara, lalu ia menatap tajam pada Dimas yang malah membawa Ara kesini hingga, kini Ara tahu akan kondisinya sekarang.
" Maaf Shan...soalnya pacarmu ini datang kerumah dengan wajah paniknya...kasihan jadinya " Dimas segera menghindari tatapan tajam Shani padanya.
" Bun...kasih waktu " bisik Dimas pada Bundanya yang mengerti lalu, segera keluar dari ruang tersebut membiarkan Ara dan Shani berdua.
" Kak....kok gak bilang bilang kalau sakit "
" Aku kan pacar kakak "
" Maaf kak....aku gak tahu sama sekali aku, benar benar bukan pacar yang baik "
Mata Ara kini berkaca kaca menatap Shani yang terlihat pucat tapi, tak menutupi kecantikan wanita itu sama sekali.
" Raa....udah ah...kamu gak salah kok ....lagian kan kita juga baru ngejalanin ini semua jadi wajar aja kamu gak tahu....."
" Justru aku lebih senang kalau kamu gak tahu soal kondisiku "
Ara segera meraih tangan Shani untuk ia genggam, seraya menggelengkan kepalanya tak setuju dengan perkataan Shani barusan.
" Gak sayang....apapun kondisimu aku gak akan kemana mana dan selalu di sisimu "
" Jadi aku harap kalau ada apa apa....tolong jangan sungkan buat ngabarin aku "
Shani tersenyum ia senang dan bahagia Ara benar benar tulus dan serius padanya walau usia mereka terpaut jauh seperti, tidak membuat hubungan keduanya canggung sama sekali.
" Raa ....love you "
Ara seketika tertegun mendengar ungkapan cinta Shani barusan membuatnya seakan menyadari satu hal jika, ia benar benar hanya ingin Shani di hidupnya tidak lebih.
" Iya kak ...i love you too..."
Ara mengecup telapak tangan Shani berkali kali menunjuk rasa cinta dan syukurnya, akan kehadiran Shani dalam hidupnya.
Sedangkan disisi lain............
Marsha berdecak kesal karena, panggilan telponnya tak kunjung dijawab oleh Ara, sejak tadi pulang sekolah.
" Dia kemana sih...."
Sejak tadi Marsha benar benar gelisah sejak tadi didalam kamarnya bahkan ia tidak menyadari jika sang kakek masuk kedalam, dan melihat cucu kesayangannya itu tengah gelisah.
" Kenapa sayang "
Melihat kakeknya ada di kamarnya Marsha segera mendekat dan memeluk kakeknya dengan erat
" Kek....Ara dia gak ada kabar dari tadi...."
" Sabar aja dong .....palingan bentar lagi nelpon kamu atau gak dia kesini "
" Tapi tadi dia pergi gitu aja gak bilang mau kemana padahal udah janji mau pulang bareng terus nginap disini "
" hahh...ya udah kakek bakal hubungin dia ya....kamu gak usah gelisah gitu "
Hanung tiba tiba saja memangil orang kepercayaannya dan beberapa pengawal kedepan kamar Marsha.
" Bisa kalian lacak keberadaan Ara sekarang....dan segera beritahu aku ...."
Orang suruhnya itu segera mengangguk dan langsung bergegas pergi, mencari keberadaan Ara saat ini .
" Udah ya...kita tunggu aja "
Hanung hanya bisa menenangkan cucunya itu, agar tidak terlalu gelisah karena, Ara yang tak ada kabar sama sekali.
Di belahan negara lain.........
Seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah Ara, hanya menatap kesal pada beberapa foto yang menunjukan Ara, sedang bermesraan dengan Marsha saat di bukit.
" Ini anak bukannya melakukan tugasnya dengan benar......seperti kau harus turun tangan langsung...."
" Dan kalau sudah selesai bawa Ara kepadaku....dalam keadaan hidup"
Tegasnya pada pengawal kepercayaan nya itu, ia sudah benar benar kesal dan marah karena Ara yang terlalu lama menjalankan tugasnya untuk menghabisi Hanung, dan mengambil alih barang milik mereka sebelumnya.
Herman Calves Albert
Merupakan seorang mafia yang paling ditakuti di Australia. Karena, kekejaman dan kekuasaannya yang tidak berani diusik oleh pihak manapun bahkan pihak pemerintah dan kepolisian sekalipun.
Dan Ara adalah salah satu orang kepercayaan dari Herman, dan lagi Ara merupakan anak angkat dari Herman.
Orang tua Ara telah meninggal dalam sebuah kecalakaan tragis saat ia masih remaja.
Dan alasan Herman mengangkat Ara menjadi putrinya, adalah hanya untuk menggantikan posisi dari ayah kandung Ara, yang dulunya merupakan tangan kanan dari Herman.
Meski awalnya Ara senang diadopsi, tapi itu tak bertahan lama, sebab ia selalu mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari ayah angkatnya itu.
Mulai dari siksaan, hingga melakukan tugas kejahatan lainnya dibarengi dengan latihan berkelahi dan menembak agak ia terlatih dan menjadi anggota mafia yang hebat, semua Ara lakukan secara terpaksa karena ia sudah tidak punya pilihan lain.
Jika saja bukan karena mengingat nama Shani, sudah pasti sejak lama ia akan menyusul kedua orang tuanya.
Dan hanya nama Shani lah yang menjadi semangat hidupnya untuk bertahan disisi keluarga Albert itu.
" Kau mau berhenti dariku....tidak akan kubiarkan.....sampai mati kau harus tetap menjadi bagian dari Albert "
Tegas Herman sambil menatap foto Ara yang ada masuk dalam foto keluarganya.
Meski ia keras dan kejam pada putri angkatnya, tapi disatu sisi ia tidak mau Ara pergi dari atau berhenti menjadi anggota mereka terlebih lagi Ara adalah anak buah yang paling berbakat, dan selalu melaksanakan tugasnya dengan baik.
Hanya kali ini saja Ara mulai berani membantahnya, karena wanita karena wanita bernama Shani yang menjadi tujuan Ara sejak lama.
To be continued.................
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
RomanceSiapa sangka gadis kecil yang dulu ia berikan janji agar jika gadis itu dewasa nanti mereka akan hidup bahagia dan menikah bersama Shani tidak menyangka jika Ara sigadis kecil yang sudah beranjak dewasa bahkan kini menjadi seorang murid disekolahnya...
