"Lo jangan ngehindar ya anjing! Mana sini, gue mau belanja!"
Yang sebenarnya terjadi semlam tidak lebih dari kecupan manis. Shaka berjanji memberikan kartunya, dengan syarat Hazel mengizinkan Shaka untuk mengecup dirinya, ditambah dengan satu kali permainan Mobile Legends.
"Kuras hartaku, sayang." Shaka menyodorkan kartu berwarna hitam yang ia punya.
"Walaupun lo gak bilang, kartu lo juga akan tetep gue kuras kok!"
"Yaudah si, tuh kartu juga kagak bakal abis." Shaka menanggapi Hazel dengan santai.
"Beli rumah baru bisa dong?" Tanya Hazel.
"Yakali kartu begitu gak bisa beli rumah? Tapi saran gue beli tanah aja, kalo rumah gak ada yang ngurus."
"Tumben pinter? Bisanya juga otaknya gak ada bedanya sama monyet?"
"Ngaca, lo kayak anjing."
*****
"Enaknya beli apa yaa untuk menguras harta om - om satu ini???"
"Mau kakak pake buat beli mobil juga, uangnya kak Shaka gak bakal habis kak!" Kelia memperingati Hazel.
"Dia malah nyaranin beli tanah."
"Emang dasar orang kebanyakan duit."
"Kamu mau beli apa, Kel? Nanti kakak yang bayarin."
"Beneran kak?! Aku mau skincare!"
Mereka pun pergi ke toko skincare, Hazel dan Kelia fokus memilih skincare apa saja yang akan mereka beli.
Setelah puas berbelanja, Kelia dan Hazel pun pergi ke food court untuk makan siang.
"Aku pengen deh punya rumah tangga kayak kak Hazel. Seru banget kayaknya, punya suami kaya, ganteng, mana rank ml naik terus lagi!"
"Pacar aja gak ada, udah mikirin rumah tangga aja." Sindiran Hazel membuat Kelia memanyunkan bibirnya.
"Fokus belajar dulu atuh kak. Pacaran mulu kapan suksesnya?"
"Anjayyyy kelazz nih adek gua! Bagus kel, kakak suka cara berpikir kamu. Disaat remaja seusia kamu lebih mentingin hal - hal yang gak berguna, kamu tetep stay dengan pendirian kamu."
Setelah selesai berbincang, Hazel pun mengantar Kelia kembali ke rumah orang tuanya. Ia hanya mengantar sampai gerbang saja, karena orang tuanya pun sedang tidak dirumah. Ia pun kembali kerumah secepatnya.
*****
"Gue pulang! Kangen ya lo sama gue?" Shaka menggoda Hazel yang tengan asyik menonton TV.
"IH LO BAU! Mandi sana, pengen muntah gue!"
"Apaansih? Gue wangi loh jel, biasanya juga lo gak ada masalah sama wangi gue."
"Udah sana! Gak tahan banget sama bau lo Shaka!"
Sebelum Shaka melangkah ke kamar mandi, Hazel terlebih dahulu pergi untuk memuntahkan isi perutnya.
"Lo sakit jel? Masa gara - gara parfum gue langsung kayak gini?"
"Kepala gue pusing banget. Tolong gendong gue ke kamar dong, gue gak kuat jalan."
