Setiap Hazel berdiri terlalu cepat atau mengangkat benda berat sedikit saja, Shaka langsung panik.
"Eh! Jangan angkat itu! Ntar anak kita lahir jadi jagoan angkat besi lagi," ujar Shaka sambil merebut kantong belanjaan dari tangan Hazel.
Hazel menatap Shaka sinis. "Shak, ini cuma bawang sama cabai, bukan barbel."
"Ya tetep aja! Gue baca di internet, bumil harus hati-hati!" Shaka bersikeras.
Hazel tersenyum geli melihat usaha Shaka yang jelas-jelas berlebihan, tapi diam-diam hatinya hangat. Ia tahu, di balik semua kekonyolan Shaka, ada perhatian tulus.
Namun, momen haru itu buyar saat Shaka datang membawa sebuah kotak besar.
"Apa lagi nih?" Hazel mengernyit.
Shaka membuka kotaknya dengan bangga. "Gue beliin baby monitor, stroller, sama... headset gaming edisi bapak muda!"
Hazel menatap kosong. "Headset buat apa, Shak?!"
"Ya biar pas jaga bayi nanti, gue masih bisa mabar dong."
Hazel menghela napas panjang. "Shaka lo gue sepak sini!"
Malam itu, Hazel berbaring di sofa sambil menonton drama Korea favoritnya. Shaka duduk di lantai, kepalanya bersandar di perut Hazel.
"Eh, kira-kira anak kita cowok apa cewek ya?" tanya Shaka sambil menempelkan telinganya.
Hazel mengelus kepala Shaka pelan. "Mau cowo atau cewe, yang penting sehat."
Shaka tersenyum. "Tapi kalo cewek, dia bakal cantik kayak lo. Kalo cowok, ya... setidaknya jago ML kayak bapaknya."
"Udahlah, semoga anak kita gak nurun sifat anying lo aja," canda Hazel.
Shaka tertawa, tapi kemudian ia terdiam sejenak. "Tapi serius, Jel... makasih ya. Lo bikin hidup gue lebih rame... dan sekarang bakal makin rame lagi."
Hazel menatap Shaka, tersenyum hangat. "Iya, Shak. Gue juga seneng. Walaupun lo ngeselin banget banget banget, tapi... gue tau lo bakal jadi ayah yang baik."
Shaka tersenyum lebar, lalu dengan jahil berkata, "Yakin? Soalnya gue udah ngajarin calon anak kita cara nge-push rank di ML tadi."
Hazel mendorong kepala Shaka pelan. "Anjir, lo tuh bener-bener..."
"Btw, gue maunya dipanggil daddy, terus lo mommy, gimana?"
"Nggak! Gue bunda, lo ayah."
Mereka tertawa bersama, suara riang mereka memenuhi ruangan kecil itu. Meski masa depan penuh kejutan, satu hal pasti mereka siap menghadapi semuanya... dengan tawa, cinta, dan sedikit kekonyolan.
*****
Hingga tibalah hari yang ditunggu - tunggu, hari kelahiran baby ML! Entah mengapa, nama 'baby ML' yang muncul tiba - tiba dari mulut Shaka terdengar bagus bagi Hazel, dan tentunya aneh bagi keluarga mereka yang mendengarnya.
Anak mereka lahir dengan selamat, dengan jenis kelamin perempuan.
"Cantik jel, kayak lo." ujar Shaka, sambil memandangi wajah anak mereka.
"Kayak gue atau kayak lo shak?"
"Eh si anying, lo tuh udah jadi emak - emak. Kurang - kurangin deh bercandanya." balas Shaka.
"Bunda shak, bunda! Lo mau gua panggil bapak - bapak?!"
"Eh mulutnya dijaga ya, vibes gue tuh udah daddy banget."
"Vibes lo tuh bangsat banget Shaka!" Kesal Hazel.
"Thanks ya jel, lo udah jadi istri yang baik buat gue." ujar Shaka sedikit mengeluarkan air mata.
"Shak, walaupun lu agak bangsat dikit tapi lo tetep suami gue yang terbaik!"
~~~~~~~~
The End
~~~~~~~~
Hi guys-! Sorry banget kalo endingnya kurang memuaskan kalian kalo mau req cerita jangkku boleh banget ya! Aku usahain rajin up ceritanya, maaf banget kalo selama pembuatan cerita ini aku lama banget up nyaa...makasi banyak yaa yang duah baca ceritanya sampe akhir...🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻
