Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Babe.... ularnya mau masuk kandang... boleh ya..." seluruh tubuh yushi pun merinding seketika mendengar bisikan dari omnya itu.
Yushi yang merinding pun seketika membalikkan tubuhnya membelakangi sang om.
Hap
Sion tak tinggal diam ia tak mau meloloskan kekasih manisnya begitu saja, kekasih yang sangat ia rindukan, waktu yang sudah sangat ia tunggu tunggu akhrinya datang.
"Apasi om- engga ya" tolak yushi dengan mengahentikan aksi tangan sion, yang terus saja mengusap usap perut yushi, dengan bibirnya yang tidak tinggal diam mengecupi leher yushi, dari pelukannya di belakang.
"Kamu ngga kangen? Sama ular kesayangan kamu?" Bisik sion di telinga kanan yushi, membuat yushi berkidik ngeri, ada rasa geli sekaligus ia tak bisa danial......jujur saja ia juga merindukan sentuhan hangat sang kekasih.
"Ga bisa om- ada kuya loh..." yushi pun berbalik menatap omnya dengan kedua tangannya yang telah menangkup pipi tirus sang kekasih dengan dirinya yang sedikit berjinjit, menyamai tinggi sang om.
"Kan bisa diluar..." elak sion dengan mengepout kan bibirnya ingin dicium.
Cup
"Sayangnya semua ruangan diluar- kecuali kamar aku.... udah ayah kasih cctv" hanya kecupan sekilas, yushi menempelkan bibirnya dengan bibir sion yang mengerucut itu.
"Ya udah disini aja" sion terkekeh bukan main.
"Tapi om.....eughhh" sion tarik tubuh yushi agar lebih mendekat, ia langsung saja menyerbu leher milik yushi, leher seputih salju dengan tak ada noda sedikitpun disana, leher mulus dengan bau khas yang dimiliki keponakan sekaligus kekasihnya.
Lalu sion balikkan tubuh yushi agar memungginya.
Jujur saja, jika sion sudah bersama yushi yang dia inginkan hanya keegoisan, kegoisan Sion untuk bersama yushi selamanya bahkan yang dengan bejatnya menggagahi keponakannya berkali kali, membawa sang ponakan kedalam panasnya gulatan percintaan, dimana yang dia inginkan nafsu atau cinta yang dia punya terpenuhi.
Sebaliknya Yushi yang awalnya tidak tau malah menjadi candu.
Candu yang terus berputas dikepalanya, deretan aksi yang mereka lalui terus berputar dan hanya membuat keduanya semakin panas, bahkan ac 16°Celcius pun masih terasa panas ditubuh keduanya.
Nafsu sudah berselimut, seperti halnya sekarang. Mereka yang tak henti saling menghisap saling mendesah tidak karuan, dengan yushi yang berusaha menutup mulutnya, agar suara laknat yang ia kelurkan tidak terdengar oleh sang ponakan.
Jari jari yang tangan sion dengan lancangnya masuk kedalam hole milik yushi, dengan posisi sion yang masih memeluk yushi dari belakang.
"Husttt jangan keras keras babe.... kamu mau keponakan kamu denger?" Kekeh sion dengan tak hentinya memasukkan jarinya lalu mengelurkan lagi, degan satu tangannya menompak tubuh yushi yang terlonjat lonjat kedepan.