Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ceklek
"Jeno!" Panggil Jaemin yang tergesa gesa masuk kedalam ruang rawat milik Yushi.
"Hustt, anaknya lagi tidur sayang...." Jaemin pun mengangguk dan mendekat ke arah ranjang
"Anak aku kenapa no?" Tanya Jaemin melihat anaknya yang pucat terbaring di atas kasur rumah sakit.
"Sini..." Jeno pun menarik kekasihnya itu ke sofa yang tak jauh dari ranjang milik yushi, dan mendudukan diri mereka di sofa tersebut.
Jeno pun meraih tangan kekasih nya itu "maaf, aku kurang cepet nyelamatin anak kita....." Jaemin yang masih bingung pun menatap heran kearah Jeno "anak kita, mau diperkosa, untung Wony, Ryu sama Yeji bisa cegah, dan itu belum kejadian lebih jauh" Jaemin pun membalik menatap anaknya itu, dengan tangan yang mengepal kuat.
Samar samar Jaemin mendengar anak manisnya itu mengigau "buna... ayah.... yuyu takut" Jaemin pun melirik Jeno dengan amarah.
"Dimana mereka?" Tanya Jaemin datar kepada suaminya itu.
"Sayang... tenang, mereka udh di urus sama yang lain okey?" Jaemin menggeleng "ngga! Mereka udah buat anak aku jadi kaya gini! Aku akan buat mereka lebih menderita!" Jeno pun mencoba menenangkan Jaemin dengan menangkup pipinya itu.
"Sayang..... dibanding itu, ada berita yang lebih penting" Jeno pun diam sejenak "yuyu hamil, dan kandungannya lemah, aku akan bawa dia ke Jerman" tubuh Jaemin dibuat lemas seketika, saat mendengar tuturan dari Suaminya itu.
"Ha-hamil?" Jeno mengangguk.
"Kandungannya lemah?" Jeno pun kembali mengangguk membenarkan ucapan Jaemin.
"Anak aku masih kecil Jenooo, anak manis aku?" Jeno pun langsung memeluk Jaeminie nya itu.
"Maaf, maaf aku ngga bisa jaga anak kita" Jaemin pun langsung menuju bangsal milik anaknya itu.
"Buna.... yuyu takut" lagi dan lagi Yushi terus bergumam.
Jaemin pun mengenggam tangan kanan anaknya itu.
"Yuyu jangan takut, ada buna sayang.... maaf...." Jaemin pun mengusak surai anak manisnya itu.
Yushi yang merasakan sentuhan hangat dari sang buna pun perlahan membuaka matanya.
Mata milik Yushi langsung berkaca kaca, seperti kucing yang lama tak melihat induknya.
"Buna?..." bibir si manis pun berkerucut " iya sayang.... buna disini" Jaemin pun mengusap tangan anaknya yang ia gengam dan beralih "gapapa, udah ada buna sama ayah...." Yushi pun mengangguk. Jaemin membawa anaknya untuk duduk agar tidak lelah karena terus berbaring.
"Anak buna mau buah?" Yushi menggeleng pertanda tak mau dengan tawaran sang buna.
"Logan mana buna?" Tanya Yushi.
"Logan sama bubu sayang.....kan bayi ngga boleh dibawa ke ruang orang dewasa...." jelas Jaemin yang membuat Yushi kembali lemas, Yushi sangat merindukan adik kecilnya itu, walaupun tampang nya seperti sang ayah yang menyebalkan itu tapi, bagi Yushi logan menggemaskan.