Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
sudah seminggu berlalu, hubungan Anton dan Yushi semakin dekat, begitupun dengan si kecil sakuya.
berbanding terbalik dengan hubungan sion dan hyunsoo.
saat itu terjadi keributan, setelah keduanya baru saja pulang bekerja.
"jawab aku, kenapa tangan kamu terluka huh?" sion yang marah saat melihat luka lebab di tangan hyunsoo, pasalnya kekasihnya itu sedang mengandung anaknya.
"ini cuma kecelakaan, aku gapapa" jawab hyunsoo yang mencoba menjelaskan itu, perutnya juga sudah mulai membesar dan sama samar terlihat sudah mengandung.
"ini bekas cengraman tangan, mana mungkin cuma sekedar kecelakaan?" sion yang masih tak percaya dengan ucapakan hyunsoo.
"kamu kapan percaya aku" cicit hyunsoo membuat sion terkejut.
"kamu ngga usah kerja lagi, buat apa? aku tanya?"
"buat anak aku! makan aja susah gimana buat lahiran huh"
"aku cari"
disinilah Sion berada, hari ini cafe milik guanlin itu tutup pasalnya hari ini adalah tanggal 15, jadi setiap tanggal 15 cafe tutup untuk memperingati tanggal penikahan guanlin dan istrinya itu.
sion tengah duduk di sebuah restorant, ia bahkan sudah membeli minuman sembari menunggu seseorang yang akan datang.
tak butuh waktu lama, orang yang ia tunggu tunggu akhirnya datang.
***
"ogan... buna dimana?" tanya yushi kepada adiknya itu, adiknya sedang bermain sendiri dengan mobil mobilan yang sedang ia duduki.
"nda tawu" logan menggeleng.
"kenapa yu?" jaemin yang tiba tiba saja datang dengan cookies di tangannya, sambil menjulurkan cookies itu ke yushi, yushi pun menggeleng.
"yuyu boleh ya bun? kerja" Jaemin menyipitkan matanya tak mengerti dengan perkataan yushi.
"buat apa? anak kamu gimana? ngga usah aneh aneh, uang ayah kamu kurang?" tanya jaemin penasaran dengan anaknya itu, bagaiamana tidak tiba tiba saja Yushi ingin bekerja.
"mana mungkin kurang buna..." Jaemin pun menghela nafas dan menjulurkan cookies ditangannya kedepan mulut yushi.
"terus?"
" aku pengin sibuk aja buna..."
"ntar juga sibuk..."
jaemin pun memindahkan setoples cookies yang ia buat tadi ke tangan yushi. Yushi yang jengah dengan tingkah buna nya itu hanya bisa menyuapi dirinya sendiri. setelah bunanya kembali pulih dan tidak larus dari kesedihannya itu, jaemin terus membuat berbagai makanan dan menyuruh yushi memakannya sampai habis, lama lama yushi bisa gembul dibuatnya.