flasback on (S2)

1.6K 85 3
                                        

flasback on ~ Sion

2 tahun yang lalu

Sion berjalan dengan lesu, setelah melakukan. banyak pekerjaan yang menumpuk, dan beberapa masalah yang cukup menyedot seluruh energinya itu.

jasnya, rambutnya, seluruh yag da di tubuhnya cukup berantakan.

Sion pun mendudukkan dirinya di sofa rumahnya, merebahkan punggungnya, sembaru menutup matanya.

setelah kehilangan anaknya, sion juga cukup frustasi, satu tahun berlalu, tapi sakitnya tak pernah ikut berlalu, ia masih merasakan sakit seperti hari disaat ia harus kehilangan anaknya.

Sion menghela nafasnya, melepaskan jas nya dan langsung menggulung kemeja putihnya.

ini sudah pukul 23.15 malam, yang pasti Yushi juga belum makan sama sekali.

dengan kedaan yushi yang saat ini membuat Sion aktif dibuatnya, sekalipun ia lelah bekerja seharian, ia pasti akan bangun pagi sekedar membuat sarapan untuk dirinya sendiri maupun Yushi.

seperti saat ini, dia langsung saja membuat makanan, hanya makanan sederhana dengan bahan utama telur dan mie.

ketika ia selesai sion sendiri mulai memasukkan kedalam piring, nasi dan lauk dipisah, ia sengaja jadikan satu saja untuknya dan untuk Yushi.

seperti hari biasanya selama setahun, dirnya lah yag menjaga Yushi.

sebenarnya ia bisa saja memperkerjakan orang lain untuk merasat Yushi, tapi ia tidak mau, takut jika Yushi malah terluka atau dibuat terluka. Jadi sion hanya memperkerjakan sesorang untuk membuat makan siang untuk Yushi.

Sion membuka pintu kamarnya dengan membawa makanan dan susu.

terlihat Yushi sudah tertidur, sion pun mendekat ke arah ranjang milik mereka berdua, Sion letakkan makanan yang ia bawa tadi di atas meja disamping rajang.

Sion usap usap tangan yushi, lalu berpindah ke kepala yushi "sayang.... makan dulu ya? ayoo bangun..." Yushi tak bergeming.

cup

sion langsung saja mencium pipi Yushi, tubuh yushi agak kurusan.

"sayang makan dulu ya...." Sion tetap mencoba membangunkan Yushi kembali.

Yushi pun akhirnya bangun, sion mengangkat tubuh yushi, agar duduk dan bersandar di kepala ranjang. Sion tersenyum, bahkan untuk dirinya sendiri melihat Yushi tetap hidup pun menjadi keberuntungan untuk dirinya sendiri.

Sion membawa kedua telapak tangannya, mengusap kedua pipi milik Yushi "udahh ya sedihnya sayang, jangan gini aku juga liatnya sakit" setelah mengucapkan itu Sion pun langsung mengambil makanan yang ia bawa untuk disuapkan kepada Yushi.

"aaaaa sayang...." Yushi pun membuka mulutnya masih dengan wajah tanpa ekspresi sekalipun, tapi disini lain Sion dengan sabar dan teliti menyuapi Yushi, sesekali memuji istinya itu cantik.

Yushi sendiri mengalami Pronolonge grief Disorder atau bisa kita sebut duka berkepanjangan, membuatnya selalu diam karena terus memikirkan anaknya yang telah tiada, Yushi juga terus menolak kenyataan bahwa anaknya sudah meninggal, ia bahkan menarik diri dari orang lain dan kehidupan sosial bahkan dari Sion sekalipun maka dari ituu tangan milik Yushi suka tiba tiba gemetar dan dadak sesak, untuk saja dada sesak Yushi jarang kambuh.

"Ayoo sayang adopsi anak ya? biar kamu juga ada temennya oke?" ajak Sion tapi sayang hal itu selalu ditolak oleh Yushi.

makanan pun tak habis, Yushi sudah kenyang "minum susunya dulu ya?" Dengan bantuan Sion Yushi pun meminum susunya walaupun meminumnya segelas saja.

OM SION?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang